System : Adventure Of Cultivation

System : Adventure Of Cultivation
Ch.60 - Kemarahan Xiao Cai!


Terlihat Siluet Seorang remaja tampan sedang berdiri tegap mengenakan Jubah berwarna Merah, ia memiliki Riak Wajah dingin yang sedang menatap dan melihat beberapa orang dihadapannya dengan acuh tak acuh.


Remaja tampan yang muncul tiba-tiba itu, tidak lain, ialah Xiao Cai.


Setelah Xiao Cai menggunakan Elemen Ruangnya untuk berteleportasi ke Kediaman Keluarga Xiao, ia segera menghajar seorang pria bertopeng yang sedang hendak menebas leher seorang pria paruh baya dengan Sebuah Pedang.


Ia menatap dingin ketempat pria bertopeng yang telah ia buat terpukul terbang dengan sudut bibir sedikit melengkung keatas, ia mengalihkan pandangannya melihat kesamping ...


Riak wajahnya segera berubah disaat ia melihat Seorang Pria paruh baya yang sedang berlutut satu kaki yang dipenuhi luka diseluruh tubuhnya.


Sebuah ingatan terlintas didalam kepalanya tentang siapa pria yang sedang dihadapannya, ia mengetahui bahwa pria paruh baya itu adalah Patriak Xiao Zhan, sekaligus ayah dari Xiao Cai sang pemilik tubuh yang ia tempati sekarang.


Tetapi, bukan itu yang membuat ekspresi wajahnya berubah. Melainkan, karena Wajah Pria paruh baya Itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan ayahnya yang telah meninggal saat waktu di Bumi dulu.


Seketika kenangan buruk 7 Tahun silam kembali terlintas didalam benaknya, ia teringat kenangan hari dimana sebuah kecelakaan yang mengerikan terjadi hingga harus membuat kedua orang tuanya kehilangan nyawa.


Tes!


Segera air matanya mengalir keluar hingga membasahi wajahnya ketika Xiao Cai melihat pria paruh baya dihadapannya, lalu dia sedikit berjongkok dan ia segera membantu pria itu berdiri ...


Melihat wajah pemuda didepan matanya, segera raut wajah Xiao Zhan berubah, "C-Cai'er, Apakah itu sungguh kamu, nak?" Ia memandangi dan memegangi dengan lekat Wajah Xiao Cai.


Xiao Cai dengan lembut menganggukan kepalanya.


Walaupun sebenarnya ia bukanlah Xiao Cai dari Dunia Douqi, tetap saja ia merasa beruntung telah mendapat kesempatan untuk menjalani kehidupan kedua hingga membuat ia bisa melihat wajah ayahnya.


Meskipun ia belum memiliki perasaan apapun terhadap keluarga Xiao, ia merasa tersentuh hingga membuat ia memutuskan untuk melindungi keluarganya yang sekarang.


"Iya, Ayah. Ini aku Xiao Cai, putramu." Ucapnya setelah membantu Xiao Zhan berdiri.


Segera Xiao Zhan memberikan pelukan hangat kepadanya, "Haha, aku tau Dewi Fortuna pasti akan melindungi putraku ..." Ucapnya dengan bahagia.


"Aku juga yakin bahwa suatu hari kau pasti kembali pulang, Cai'er." Lanjut Xiao Zhan sambil melepas pelukannya.


"Uhuk ... Uhuk ..." Xiao Zhan kembali merasakan sakit diseluruh tubuhnya.


Xiao Cai sedikit mengerutkan kening melihat tubuh ayahnya masih dipenuhi luka, segera Xiao Cai meletakan tangannya ke belakang punggung Xiao Zhan,


"Ayah, Mohon maaf ... tolong, tahan sebentar rasa sakitnya." Ucapnya sembari mengalirkan suatu Qi kedalam Tubuh Xiao Zhan.


Xiao Cai menggunakan Energi Elemen Kehidupannya untuk menyembuhkan luka-luka diseluruh tubuh Patriak Xiao Zhan.


Wush!


Terlihat Aura Qi berwarna Emas Kemerahan memasuki tubuh Xiao Zhan hingga membuat seluruh luka-luka yang menyelimuti Tubuh Xiao Zhan perlahan-lahan hilang dan akhirnya dalam sekejap semua luka-luka itu sembuh.


Merasakan seluruh tubuhnya kini terasa ringan dan juga luka-lukanya telah sembuh, sontak ia menatap Xiao Cai dengan raut wajah yang terkejut.


""C-Cai'er, ini ..." Ucap Xiao Zhan dengan riak wajah terkejut seperti sedang meminta penjelasan.


Hanya memberikan senyuman hangat sambil menganggukan kepalanya, ia berkata, "Ayah, didalam Botol Giok ini ada terdapat beberapa Butir Pill, gunakan itu untuk memulihkan kekuatan ayah ..." Jelasnya sambil memberikan beberapa Botol berisi Ratusan Butir Pill yang baru saja ia beli dari sistem.


"Dan berikan kepada orang-orang dari Keluarga Xiao yang sedang terluka." Lanjutnya dengan nada sopan.


"I-Itu ..." Melihat Botol Giok ditangan Xiao Cai, sontak membuat Xiao Zhan sangat terkejut.


Tapi ketika ia melihat wajah serius putranya, ia tidak meminta penjelasan lebih lanjut, ia tahu pasti putranya akan menceritakan tentang ini nanti kepadanya.


"Ai ... Baiklah." Sedikit menghela nafas, Xiao Zhan menerima dan mengambil beberapa Botol Giok ditangan Xiao Cai.


...


Tidak jauh dari tempat Xiao Cai dan Xiao Zhan berdiri, Sesosok Wanita cantik berumur 30-an sedang terdiam dan mematung menatap Wajah Pemuda yang sangat tidak asing dan sangat ia rindukan muncul dihadapannya.


"C-Cai'er ... Itu sungguh kamu, anakku?" Segera wanita cantik paruh baya itu berjalan menghampiri Xiao Cai.


"I-Ibu ... Ini aku, Xiao Cai." Ucap Xiao Cai sambil terlihat Air Matanya kembali keluar membasahi pipinya, ketika ia melihat wajah wanita itu sangat mirip sekali dengan wajah ibunya waktu di bumi.


"Hiks, Hiks, Cai'er ... Ternyata kamu masih hidup, nak." Xiao Xin segera memeluk Xiao Cai sambil menangis.


Xiao Cai merasakan kehangatan pelukan dari sosok seorang ibu yang telah lama tidak ia rasakan, hingga membuat air matanya berlinang, ia pun membalas pelukan ibunya ...


"Maafkan, anakmu yang baru kembali pulang, Ibu." Isaknya sembari melihat wajah ibunya.


"Apakah kamu baik-baik saja, Cai'er?" Xiao Xin melepas pelukan sambil melihat wajah putranya dengan lekat-lekat.


Xiao Cai menganggukan kepalanya sambil tersenyum hangat.


"Suami, Apakah kamu baik-baik saja?" Xiao Xin menoleh kesamping menatap suaminya.


"Aku baik-baik saja, Xin'er." Balas Xiao Zhan sembari mendekati Xiao Xin.


Lalu Xiao Xin kembali menatap putranya, ia berkata dengan cemas, "Cai'er, segera pergi dari sini, disini sangat bahaya, nak." Pintahnya.


"Iya Cai'er, kamu harus menyelematkan dirimu, nak." Ucap Xiao Zhan dengan rasa khawatir.


Mereka berdua mengetahui bahwa putranya telah kehilangan bakat kultivasinya, itu membuat mereka merasakan cemas dan khawatir.


Sambil menggelengkan kepala, Xiao Cai melangkah mendekati kedua orang tuanya ...


"Ayah, ibu ..." Xiao Cai menatap wajah kedua orang tuanya sambil menggenggam kedua tangan ayah dan ibunya.


"Kalian jangan khawatir, kalian istirahat saja, lalu pulihkan diri kalian dan orang-orang dari keluarga Xiao, urusan disini serahkan saja padaku." Jelas Xiao Cai.


Mendengar perkataan putranya barusan, membuat mereka berdua terkejut dan bertanya-tanya ...


Bukankah Xiao Cai kultivasinya telah hancur? Bagaimana dia bisa mengalahkan 10.000 Pasukan yang dipimpin 3 orang itu?


Tetapi ketika mereka berdua melihat wajah serius putranya, segera mereka berdua urungkan niatnya untuk berbicara lebih lanjut.


"Ai .. Baiklah, Nak. Kami berdua akan mengikuti perkataanmu." Xiao Zhan sedikit menghela nafas ringan sambil menganggukan kepalanya.


Sambil mengangguk, Xiao Xin juga menatap wajah putranya, ia berkata, "Hati-hati, Cai'er." Ucapnya.


Xiao Cai menganggukan kepalanya, lalu ia melihat kearah Xiao Wu yang sedari tadi diam berada tidak jauh didekatnya ...


"Xiao Wu, lindungi kedua orang tuaku, dan beserta orang-orang dari keluargaku." Ucap Xiao Cai dengan wajah serius dengan nada acuh tak acuh.


Xiao Wu sedari tadi menyaksikan kehangatan keluarga Tuannya membuat ia kembali teringat dan merindukan sosok kedua orang tuanya.


Ia juga merasa terharu melihat Tuannya memiliki sisi emosional terhadap orang-orang yang Tuannya sayangi.


Ia merasa semakin kagum dan takjub melihat Tuannya itu, bahkan ia tiba-tiba semakin sangat menyukai Tuannya.


Segera lamunannya buyar ketika mendengar suara Tuannya itu, ia berkata, "B-Baik, Tuan. Serahkan saja kepada Xiao Wu." Ucap Xiao Wu dengan sedikit malu-malu menatap Tuannya.


Tetapi ia sedikit terkejut melihat ekspresi Tuannya dari yang penuh kasih sayang telah berubah menjadi ekspresi penuh amarah dan dingin, ia segera mengetahui bahwa Tuannya kini sedang sangat marah sekali.


ia menggelengkan kepalanya melihat wajah para pemberontak, karena ia tahu bagaimana mengerikan Tuannya saat lagi marah.


...


Xiao Cai mengangguk puas mendengar jawaban Xiao Wu, lalu ia berbalik badan dengan riak wajah dingin dan penuh amarah menatap kearah depan ...


Tap!


Kemudian Xiao Cai berjalan menghampiri ketempat Xiao Feng, Xiao Ning, Jian Cok dan 10.000 prajurit pemberontak berada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...