
"sudah cukup bermain-mainnya!"
"kakak? ba-bagaimana kau bisa ada di sini?"
Lu xianyi mendengus melihat penampilan lu chenyu yang begitu buruk,dengan jejak air mata dan juga rambut yang terlihat lepek.sepertinya ia tak sadar diri penampilan nya pun hampir sebelas duabelas dengan sang adik,persis seperti mayat hidup!
"bangun!,kau tidak akan bisa membawa dia jika hanya dengan memohon dan berlutut!"
"tu-turunkan akuu!!dasar paman jahat turunkan akuu!"
Bugh!bugh!
Sinyya baru tersadar dari keterkejutannya setelah mendengar suara teriakan sang anak.kedatangan lu chenyu saja sudah cukup membuat nya terkejut, sekarang malah di tambah dengan kedatangan sang raja jinshuca yang datang secara tiba-tiba mendobrak pintu dengan sang putra yang berada dalam gendongannya,ah apakah posisi itu masih bisa di sebut dengan gendongan?,dengan cepat sinyya menepis pertanyaan tidak pentingnya dari otak,sekarang ada yang lebih penting dari itu,yaitu keberadaan putranya.
"turunkan putraku!"tekan sinyya dengan mata tajam menatap sang raja jinshuca,sungguh hatinya di liputi kegelisahan memikirkan hal buruk apa yang akan terjadi setelah ini
"ibuu!!"teriak xion matanya tak bisa menangkap keberadaan sang ibu karena terhalang punggung tegap yang kini memanggulnya seperti karung beras,namun walaupun begitu ia yakin sang ibu ada di sini apalagi setelah ia perhatikan pria tua asing itu membawanya masuk kedalam ruangan sang ibu di dalam butik nya
"turukan.aku dasar bodoh!!,apa kau mulai tuli karena sudah tua hah?!"
Bugh!bugh!
Lu xianyi berdecak mendapatkan pukulan tangan kecil di balik punggungnya,walaupun tak terasa sakit tapi pukulannya cukup terasa kuat untuk seukuran anak kecil,pantas saja temannya sampai KO,padahal tubuh mereka cukup terlihat berbeda secara signifikan,lawan sang putra berbobot tubuh lebih besar dan tinggi,sangat hebat pria sekecil dia bisa membuat teman nya tak berdaya,memikirkan itu lu xianyi entah mengapa merasa sedikit bangga.
Karena sudah lelah mendapatkan pukulan berturut-turut dan juga suaranya yang lumayan nyaring masuk ke gendang telinga membuat nya berdengung, lu xianyi lantas memutuskan untuk menurunkan laki-laki kecil itu dari pundaknya.
sinyya merasa khawatir melihat sang anak yang terlihat akan oleng.menggerakkan sedikit kepalanya yang sedikit pusing akibat posisi tadi,xion akhirnya bisa menemukan sang ibu yang berdiri tak jauh darinya,di dekat seorang pria yang terlihat berantakan, mengerut kan keningnya,apakah pria itu orang gila yang nyasar ke dalam butik ibunya?jika benar,kasihan sekali wajahnya yang terlihat kusut itu.
"xion kemarilah,mendekat pada ibu"perintah sinyya memecah fokus sang putra yang terus menatap lu chenyu,begitupun dengan pria itu yang sedari tadi bungkam dengan mata menatap lurus pada xion dengan pikiran berkecamuk
Lu xianyi menahan tangan xion ketika anak itu akan berjalan mendekati sang ibu.
"Lepaskan aku!!"berontak xion mencoba menepis genggaman tangan besar pada tangannya
Lu xianyi abai matanya melirik ke dua ajudan yang sedari tadi hanya bertugas menonton perdebatan rumah tangganya,seakan paham lexar menyeret tangan qian yang sedari tadi hanya diam dengan wajah terbengong melihat drama menarik di depannya,hingga tarikan karas lexar menarik kesadaran qian kembali dan berjalan mengikuti nya keluar dengan seorang anak kecil yang mereka tengteng untuk ikut di ajak keluar, walaupun tak lepas dari segala berontakan dan amukan xion mereka mencoba ekstra sabar menghadapi anak kecil itu.
"lepaskan anakku yang mulia!"teriak sinyya lantang ketika melihat sang putra hendak di bawa keluar oleh ajudan lu xianyi
tak menanggapi ucapan sinyya,lu xianyi malah memberikan kode untuk ajudannya itu menutup pintu ruangan dan meninggalkan mereka ber tiga dalam ruangan yang sekarang terasa sunyi dan menyesakan bagi sinyya.
"A-apa ini?siapa anak itu ka?"tanya lu chenyu memecah keheningan, pikirannya begitu acak sekarang dan bertumpah tindih,akan masalah keluarga nya dan sinyya, juga keberadaan anak lelaki tadi yang menambah kadar frustasi nya, karena ketidak pahaman akan semua yang terjadi.
Matanya kembali beralih menatap sinyya yang terlihat tertekan setelah melepas anak itu di bawa oleh kedua ajudan mereka "a-apa anak itu,merupakan anak mu dan raja-" lu chenyu terasa kelu untuk melanjutkan kata-katanya, nafasnya terasa sesak ia takut apa yang di katakan raja cendana beberapa hari lalu merupakan kebenaran, hatinya terasa sakit hanya dengan kembali mengingat ucapan sang raja cenbreansa itu
"ya dia merupakan putra ku."
"dan putra kita juga"timpal lu xianyi melirik lu chenyu lalu beralih menatap lurus ke mata sinyya
sinyya memejamkan matanya dengan tangan mengepal erat, tubuhnya bergetar merasakan rasa takut,takut jika ia akan di pisahkan dengan sang putra, melihat keyakinan lu xianyi ketika berucap ia yakin pria itu telah mengetahui segalanya
"apa maksud mu kak?"lu chenyu berkerut heran hanya sepersekian detik setelah itu ia kembali berekspresi normal kembali "ah aku mengerti" ujarnya mengangguk
Sinyya tersentak dengan wajah sedikit syok tak lama ia terkekeh "aku tak memerlukan pengakuan kalian atas putraku.dan aku tak akan meninggalkan xion atau siapapun di sini mereka lebih berharga dari apapun,dibanding dengan orang-orang memuakan seperti kalian.karena kalian bukanlah hal yang patut untuk ku pilih,jadi lebih baik kalian kembali ke asal kalian,jangan repot-repot menggunakan waktu berharga kalian untuk hal yang tak berguna seperti ini!."
Lu chenyu tertohok,benar mereka tidak pantas di jadikan pilihan,secara tak langsung sinyya sudah menampar dirinya untuk sadar diri dengan kata-kata nya yang menggambarkan begitu brengsek dan tidak tau malunya mereka.
"sudah cukup! kau sudah cukup untuk bermain-main selama enam tahun ini, sekarang kembali.waktumu sudah habis untuk bermain!"
"aku tidak akan sudih untuk kembali bersama kalian."
"jika begitu kau harus siap untuk berpisah dengan putra kita dalam waktu dekat ini" ancam nya dengan menyeringai
Terlampau emosi sinyya mengambil vas bunga yang ada di dekatnya dan melemparkan nya ke arah lu xianyi.
Brak!
"sudah ku bilang dia itu putra ku!.kalian tidak berhak memisahkan nya dariku!!" jeritnya emosi
Mata lu xianyi terpejam mencoba meredam segala emosinya, yang sedari tadi sudah tersulut,dengan darah yang keluar menetes dari pelipisnya akibat terkena lemparan vas bunga dari sinyya,menghembuskan sedikit nafasnya lu xianyi kembali berucap "aku berhak!aku adalah ayahnya.di putraku juga"tekannya
"tidak!dia putraku.hanya putraku! Aku yang mengandung dan melahirkan nya kalian tidak berhak atas nya sedikitpun!"
"tapi aku yang menyumbangkan benihnya.jika kau tak mau kembali. aku tak peduli.tapi biarkan calon pewaris ku kembali ketempat dia yang seharusnya"
Dengan emosi sinyya berjalan mendekati lu Xianyi,menampar wajahnya dengan keras lalu menarik kerah bajunya kuat dan mencoba memukul dadanya dengan bertubi-tubi,walaupun tak begitu berarti apa-apa bagi lu xianyi,tubuh sinyya rasanya sudah tak bertenaga karna terlampau emosi di campur rasa takut juga terkejut akan kejadian hari ini "mengapa? Mengapa kau jahat?! Mengapa kalian selalu jahat padaku?!.di-dia,,dia putraku hanya putraku!"
Mata sinyya memerah tangis yang dia tahan sedari tadi pecah,nafasnya memburu menahan rasa sakit,sesak dan juga takut secara bersamaan.
Meskipun hatinya sakit melihat keadaan frustasi sinyya,lu xianyi mencoba tetap abai dengan pandangan datar menerima segala kemarahan sinyya pada tubuhnya,ia biarkan wanita itu menumpahkan segala emosi dan resah nya pada tubuhnya,setidaknya itu bisa membuat wanitanya sedikit lebih tenang karena telah meluapkan segala emosinya
"mengapa,mengapa kalian kembali??!.kalian hanya bisa menghancurkan hidupku.aku benci!.sangat benci pada kalian." ujarnya frustasi,tubuhnya meluruh ke bawah dengan tangan yang sesekali kembali memukul kaki lu xianyi.
"sinyya!!" lu chenyu yang sedari tadi diam mencermati situasi,di buat khawatir seketika, begitu melihat sinyya terduduk dengan keadaan emosi kacau tak terkendali dan mulai beralih menepuk dada dan menjambak rambutnya sendiri,itu akan menyakitinya!.
Karena itu dengan sigap lu chenyu memeluk sinyya dan menahan tangan wanita itu untuk berhenti menyakiti diri sendiri.
"heyy sudah cukup!berhenti,tenangkan dirimu,jangan sakiti tubuhmu lagi,i-itu sungguh menyakitkan" hati lu chenyu teriris melihat bagaimana kacaunya sinyya saat ini
Isak tangis sinyya begitu menyayat terdengar di dalam dekapannya"ka-kalian ja-jahat,ka-kalian selalu jahat pa-padaku"
dengan suara tercekat,lu chenyu berucap dengan lirih dan menenangkan"sssttttt,,,iya kami jahat." akunya
"maaf,maafkan kami karena telah menyakiti mu,tenanglah kami tak akan menyakiti mu lagi" tangannya senantiasa mengusap surai lembut wanita di pelukannya agar merasa aman dan nyaman.
Memalingkan wajahnya sekilas,lu xianyi memutuskan untuk keluar dan meninggalkan mereka berdua,agar sinyya bisa menenangkan diri.
......________________......
...Bersambung........