Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab29


lu xianyi berendam di kolam pemandian di dalam paviliun nya,ia mengadahkan kepalanya ke atas bersandar di akar pohon gaharu yang tertanam di pinggir kolam


entahlah banyak sekali hal-hal yang sekarang ia pikirkan, apalagi setelah terbongkarnya banyak fakta akhir-akhir ini,ia yakin semuanya tidak akan menjadi lebih tenang setelah ini semua terjadi.apa lagi tentang pembicaraan beberapa jam yang lalu bersama ayahanda nya, semuanya membuatnya menjadi semakin rumit akan hidupnya, saudaranya serta istri nya,bila waktu nya nanti tiba akankah ia bisa memilih,bolehkah ia egois untuk kali ini saja.


gelapnya malam di temani dengan rembulan serta angin malam,menemani dirinya dalam berkelana memasuki serpihan-serpihan,kemungkinan yang akan terjadi dalam otaknya,kematian permaisuri bukanlah akhir dari segalanya,melainkan sebuah awal dari segala konflik yang akan datang


lu xianyi berdiri dari acara merendamnya,ia mengambil kain untuk menutupi sebagian tubuhnya.berjalan memasuki kamar,lalu beralih memakai baju malam yang akan ia kenakan untuk tidur


setelah selesai ia keluar dari kamarnya,berjalan menuju paviliun satu-satunya wanita yang menjadi istri dari ke empat pangeran


kakinya menuntun langkahnya,semakin dekat ketika melihat satu orang pengawal yang berniat melapor pada pemilik paviliun,ia segera memerintahkan nya untuk berhenti menggunakan kode tangannya.


para pengawal menunduk hormat pada lu xianyi,setelah itu lu xianyi melanjutkan langkahnya menuju kamar sinyya.membukanya secara perlahan


ia terdiam di ambang pintu ketika melihat sesosok punggung kecil tengah berbaring di ranjang membelakanginya.


lu xianyi berjalan menghampiri,dengan langkah sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara yang mungkin bisa mengganggu tidur nyenyak nya.


ia naik ke sebrang ranjang sinyya. berbaring menghadap wanita itu dengan satu tangan menyangga kepalanya.dilihatnya wajah wanita yang ia rindukan selama dua minggu ini, tengah memejamkan kelopak mata indahnya


lu xianyi mengelus pipi sinyya pelan dengan sebelah tangannya


"aku harap, apapun yang nantinya terjadi, tidak akan berakibat buruk untuk mu"ucap nya pelan lalu mengecup kening sinyya cukup lama,ia terdiam matanya terpaku pada satu titik setelah itu lu xianyi berlalu turun mengecup bibir ranum sinyya pelan


melihat sinyya yang terlihat sedikit terganggu ia mengusap punggung wanita itu,agar kembali terlelap,lalu membawanya ke dalam pelukannya


__________


"pangeran"gumam sinyya pelan setelah terbangun dari tidurnya.dan melihat lu xianyi tengah duduk di kursi tidak jauh dari ranjangnya,dengan di temani secangkir teh dan juga buku di tangan nya


lu xianyi menyimpan kembali buku administrasi pengelolaan kediaman pangeran di meja, setelah mendengar suara lembut sinyya yang mengalun di telinga nya,ia berdiri berjalan menghampiri sinyya yang terduduk menyender di kepala ranjang


"kau sudah bangun?"ucap nya seraya tersenyum mengelus pucuk kepala sinyya


sinyya berdehem menetralkan keterkejutannya,ia belum bertemu kembali dengan lu xianyi setelah acara ulang tahun kaisar.dan saat berjumpa kembali,ia di buat gugup akan tingkahnya yang manis


"ah,ya apa kau baru saja pulang dari perbatasan?" tanya balik sinyya menghilangkan ke canggungan


"hmm,semalam"jawabannya dengan di angguki kepala


sinyya tersenyum tipis menanggapi


susana tiba-tiba kembali hening,dengan tatapan lu xianyi masih tertuju pada sinyya


"kau mau makan terlebih dahulu,atau mandi?"


sinyya tersadar dari lamunannya, ketika mendengar pertanyaan lu xianyi


"ah.itu,aku ingin mandi terlebih dahulu"


lu xianyi mengangguk kecil


"baiklah" ucapnya seraya berdiri dari duduknya "air nya sudah aku minta siapkan pada pelayan sedari tadi,kau hanya tinggal berendam saja"lanjutnya


sinyya mengangguk


_______


cklek


lu xianyi memandang ke arah pintu ruang mandi sinyya yang terbuka,menampilkan sinyya yang berdiri dengan rambut yang basah


glek


Lu xianyi menelan ludahnya kasar ketika melihat penampilan sinyya,ia berdiri menghampiri sinyya yang tengah mengeringkan rambutnya menggunakan kain


mengambil alih kain itu,lalu menggenggam telapak tangan sinyya untuk mengikutinya. didudukinya sinyya di tempat duduk yang sebelumnya ia tempati.lu xianyi mengusap rambut sinyya menggunakan kain agar menjadi lebih cepat kering.sinyya yang di perlakukan seperti itu hanya diam menikmati


setelah sedikit mengering,lu xianyi menunduk menghirup aroma khas lavender yang keluar dari tubuh sinyya.di angkatnya rambut sinyya agar tak menghalangi leher jenjang wanita itu


"shh"sinyya meringis ketika merasakan lehernya di kecup dengan sedikit keras oleh lu xianyi, sepertinya itu akan meninggalkan bekas


dengan tampang tak berdosa lu xianyi kembali duduk di sisinya


"segeralah makan"ucap nya tanpa mengalihkan tatapannya ke arah sinyya


sinyya mendengus melihat sikap lu xianyi


dengan jengkel ia mengambil makanan yang ada di hadapannya dengan sedikit kasar


lu xianyi hanya tersenyum kecil melirik ke arah sinyya,lalu melanjutkan kembali acara makannya


gak kakak gak adik sama aja kelakuannya,bikin jengkel anak orang,jadi pengen ngejual ke tukang kiloan.dumel sinyya dalam hati


_________


"pastikan semuanya aman,sampai perjamuan itu selesai"ungkap lu xianyi serius


"baik pangeran,aku akan akan terus mengawasi pergerakan-pergerakan yang berkemungkinan mengacaukan"balas shen tiansu


lu xianyi menganggukkan kepalanya


"apakah kau yakin tidak akan terjadi apa-apa pada sinyya kak?"timpal lu tinyu mentap lu xianyi


"entahlah aku tak bisa memprediksi nya,dengan itu tugas kalian di sini adalah menjaganya"


semuanya mengangguk menimpali perkataan xianyi


"hais para tetua itu,ingin sekali aku menebas kepalanya" geram lu tian


lu chenyu sedari tadi hanya terdiam mendengarkan perkataan para kakak nya,ia juga menjadi gusar sendiri memikirkan segala kemungkinan


"My husband" teriak seorang mengejutkan ke lima orang pria yang tengah duduk di gazebo itu


mereka berbalik melihat arah suara itu, terlihat seorang wanita cantik tengah berjalan menghampiri mereka


"apa yang kalian lakukan dengan berkumpul di sini?" lanjut wanita itu menatap ke lima pria yang ada di hadapannya


________