Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
apa Hantu?


lu tinyu tersenyum saat sinyya tiba² menjerit dan memeluk nya dari belakang


"ada apa dengan mu mengapa kau menjerit,kau bisa membangunkan seisi istana ini" ucap lu tinyu menahan tawanya tanpa berbalik kearah sinyya


"Barusan Ada suara di arah semak pohon delima itu" ucap sinyya sambil terus memeluk lu tinyu dari belakang dan menyembunyikan wajahnya di belakang badan lu tinyu


lu tinyu hanya tersenyum menahan tawa


"Bukankah Kau Tidak Takut Akan Hantu" ucap lu tinyu sambil melonggarkan pelukan sinyya dan berbalik menatap sinyya


"a aku tidak takut aku hanya terkejut saja, a aku yakin itu bukanlah hantu mungkin itu hanya kucing atau hewan lain nya yg bergerak di semak²" ucap sinyya dengan gugup dan menundukan kepalanya dengan tangan yg masih memegang tangan lu tinyu


"lalu apa ini hmm" ucap lu tinyu menatap tangan sinyya yg masih memegang erat kedua tangan nya


sinyya gelagapan dan melepaskan genggaman tangan nya dari tangan pangeran lu tinyu


"baiklah karna kau tidak takut maka aku akan kembali ke kediamanku untuk menidurkan seluruh tubuhku ini, hoammm"lu tinyu pura² menguap dan berbalik kembali hendak kembali pulang ke kamarnya namun matanya melirik sedikit ke arah belakang untuk melihat sinyya


terlihat sinyya sangat gugup hingga tiba² terdengar suara benda jatuh dari atas pohon delima ke arah semak²


" lu tinyuuu.."ucap sinyya sambil menarik baju lu yinyu dari belakang


terlihat lu tinyu sedang tersenyum puas di balik wajahnya


"ehemm ada apa lagi?, aku sangat mengantuk sekarang hoamm"ucap lu tinyu sambil pura² menguap


"apa,apa barusan yg kau katakan aku tidak mendengarnya" ucap lu tinyu masih dalam keadaan membelakangi sinyya sambil mencoba untuk menahan tawanya


"aku bilang tolong temani aku pulang" ucap sinyya dengan nada sedikit di keraskan karna merasa geram merasa sudah di kerjai oleh lu tinyu


lu tinyu lalu tersenyum dan berbalik ke arah sinyya, lalu menunduk untuk mensejajarkan wajahnya dan wajah sinyya,sedikit lama lu tinyu menatap wajah sinyya yg masih terlihat menunduk


"ehemm, baiklah karna kau adalah istriku maka untuk sekali ini saja aku akan mengantar mu tanpa bertanya apa sebab ingin kau di antar oleh ku" ucap lu tinyyu sambil menarik tangan sinyya dan menggenggam nya selama di perjalanan mengantar sinnyya kembali ke paviliunnya


sinyya hanya menengok sesekali kearah wajah lu tinyu yg sedang fokus menatap kedepan dengan tangan yg menggenggam tangannya


Di lain tempat


"awww..Pantat ku sakit sekali,sungguh sial nasib ku,penjaga yg lain enak di suruh jaga gerbang istana nah sedangakan aku di suruh panjat pohon delima dan melempari semak semak malam malam begini, jika pangeran ada di hadapan ku, ingin sekali aku bertanya saat ini pada pangeran lu tinyu apa manfaat nya menyuruhku melempari semak semak dengan batu, malah yg ada aku ter jatuh dari atas pohon sungguh sial sekali nasib ku,ibuuu aku ingin pulang sekarang aku sudah tidak sangup lagi bekerja seperti monyet memanjat pohon malam malam begini" keluh penjaga itu meratapi nasib nya


"heii luki sedang apa kau duduk di semak semak"ucap salah satu pengawal yg tidak sengaja lewat saat patroli malam


" aku sedang metamorfosis di sini,apa?haa!! kau ingin ikut? kemarilah"ucap luki sedikit kesal sambil tangan yg terus menepuk nepuk patatnya karna sakit terjatuh dari atas pohon


"apa itu metamorfosis" ucap pengawal itu dengan polos


"sudahlah otak mu itu terlalu luas untuk memikirkan hal yg kecil seperti itu,ayo cepat kita pergi kembali bertugas" ucap luki dengan kesal dan berlalu pergi meninggalkan pengawal itu dengan keadaan bingung