
Sedangkan di sisi lain tepat tiga hari yang lalu perjalanan lu xianyi harus terhenti, ketika baru mencapai setengah perjalanan rombongan kesatria nya di hadang oleh beberapa kelompok bandit yang hendak merampok.tidak lama setelah selesai meringkus para bandit lu xianyi mendapatkan laporan dari salah satu kesatrianya yang memang ia tempatkan di sana untuk membantu penduduk dalam mengekspor hasil panen ke wilayah sekitar.dari kesatria itu dia ingin memantau keadaan sekitar yang di kabarkan tengah terjadi pemberontakan pada wilayah nya.
Lu xianyi membuka sebuah surat yang di kirimkan sang kesatria melalui burung merpati.tangangnya mengepal erat ketika membuka isi surat.
"Di mana shen tiansu?"
Semua kesatria menatap bingung melihat raut wajah lu xianyi yang terlihat menggelap. "Tuan shen sempat berpamitan untuk mencari air di sekitar sini yang mulia,namun sepertinya sampai saat ini beliau belum juga kembali"
Ya ketika telah berhasil melawan para bandit lu tian memutuskan untuk mereka beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan,karena itu ketika shen tiansu berbicara akan mencari air seorang diri tanpa salah satu kesatria menemani,mereka hanya mengangguki perintah pria itu untuk tetap berdiam diri di sini bersama lu tian.
"Sial,kita harus putar balik secepat mungkin" dengan cepat lu tian melompat ke atas kudanya kembali, untuk segera memimpin dalam perjalanan kembali.
Para kesatria menatap bingung lu tian heran. namun mereka masih mengangguki menuruti perintah sang tuan.
"kembali ke istana.berita kan pada semua utusan untuk segera kembali dan tak usah melanjutkan perjalanan"
"Baik Pangeran"
"Aku yakin akan terjadi sesuatu di istana setelah ini"gumam lu tian melajukan kudanya dengan perasaan was-was
Setelah itu terhitung hampir dua hari mereka melajukan kudanya dengan kecepatan tinggi untuk segera kembali ke istana,di perjalanan mereka di pertemukan dengan beberapa utusan yang sudah memutar balik perjalanan setelah mendapatkan perintah dari lu tian melewati seokor burung merpati, untuk tidak kembali melanjutkan perjalanan.
Jika di hitung mereka sudah memakan waktu hampir tujuh hari di luar istana dan tepat hari ke tujuh mereka akan segera sampai menuju istana utama,setelah di hari ke empat memutar balik dari perjalanan,mereka hanya menggunkan waktu kurang lebih tiga hari untuk bisa sampai ke istana,dari yang seharusnya memakan waktu empat hari di perjalanan.
_____
Sinyya mengerjapkan matanya pelan menatap sekeliling yang terlihat gelap "sial mengapa aku selalu terbangun di dalam kereta" dengus sinyya ketika merasakan sebuah goncangan dari luar.
Tak lama kereta yang sinyya tempati terasa berhenti,dengan di susul suara nyaring dari dentingan pedang terdengar bersautan dari luar,setelah beberapa menit semuanya terasa senyap.
Krekkk~
Sinyya menatap datar seorang pria yang tengah menyunggingkan senyum geli ketika pintu kereta telah terbuka,memperlihatkan dirinya yang tengah berada dalam ke adaan terikat.
Ikatan sinyya di lepas oleh pria itu menggunakan sebilah pedang,tanpa menunggu lebih lama sinyya langsung melompat keluar dari dalam kereta yang sangat sempit,ia meregangkan badannya yang terasa pegal.
"Kau terlambat?"
"Bukan salah ku,mereka murni orang-orang dari putri Orleans,jadi aku sedikit memakan lebih banyak waktu dalam menemukanmu"balas pria itu acuh
Sinyya mendelik tak suka mendengar jawaban sang pria "apa kau bodoh pangeran mahkota?,menemukan ku saja hingga membutuhkan waktu sampai langit menggelap begini?"
Pria yang di panggil pangeran mahkota itu menyeringai "anggap saja kau bertamasya di malam hari"
Sinyya memutarkan bola matanya malas "omong kosong!"
"Bagaimana dengan penjaga rahasia ku itu?"
Pangeran mahkota tersenyum hingga membuat matanya menyipit"aku membuat nya tak sadarkan diri,sesaat sebelum kau di culik"
Sinyya mendengus "sudah membuatnya pingsan sekarang kau terlambat menemukanku"
"Ya itu di luar rencana,aku tak tau bahwa kau akan benar-benar di culik oleh bawahan dari putri Orleans langsung"
"Sialan!,kau membuat tubuhku terasa remuk, tengkukku terasa benar-benar sakit.aku sempat syok karena mereka benar-benar memukulku dengan balok kayu"
Pangeran mahkota terkekeh mendengar umpatan dan gerutuan yang keluar dari mulut sinyya.
"Lalu bagaimana sekarang?kita kembali pada para suamimu?"ucap pangeran mahkota dengan nada menyindir
Sinyya melirik tajam pria itu"hmm,aku akan menyuruh para pasukan bayangan yang ku latih untuk ikut serta di dalamnya"
"terserah kau saja"
___________
lu xianyi,lu tinyu,lu chenyu dan rombongan para utusan lainnya sudah berada di depan gerbang istana utama di saat malam sudah menjelang.
mereka turun dari atas kuda saat melihat keadaan istana yang terlihat sepi.merasa sesuatu yang tak beres sedang terjadi mereka di pipin lu xianyi segera masuk ke dalam.dengan gerbang yang di buka oleh kesatria yang sempat ikut dalam aksi mereka dalam rencana menumpas pemberontak sebelumnya.
mereka seketika menegang ketika melihat keadaan istana yang kacau dengan orang-orang tak bernyawa banyak tergeletak.
lu xianyi segera memimpin mereka untuk melanjutkan perjalanan menuju aula istana.di depan pintu aula terlihat beberapa orang kesatria yang menjaga.
melihat rombongan mereka para kesatria itu membukakan pintu sebagai akses mereka masuk.
prok!
prok!
prok!
tangan ke tiga pangeran itu mengepal ketika melihat banyak orang-orang istana yang tengah di sandera.
lu tian menyunggingkan senyumnya tipis ketika melihat ke tiga saudara dan para rombongan kesatria lain nya telah datang.
mata lu xianyi menajam ketika melihat lu tian terikat dengan beberapa sandera lainnya,penampilan mereka terlihat lebih buruk dari penampilan biasanya.
lu tinyu mengangkat pedangnya tinggi berniat menyerang ke dua orang yang terlihat menyeringai mentap ke arah nya.amarahnya seketika terkobar ketika melihat seberapa memperhatikan nya orang-orang yang tengah mereka ikat saat ini.
sring!
banyak ke satria yang berdiri di hadapan lu tian menjadi perisai bagi putri Orleans juga pangeran tetangga tersebut.
pria yang berdiri di sebelah putri Orleans menyunggingkan senyum menantang ketika melihat lu tinyu tertahan oleh beberapa kesatria ketika hendak menyerangnya.
"berhenti lu tinyu,percuma kau menyerang mereka"
mata lu xianyi terpejam untuk meminimalisir rasa emosinya saat ini.matanya menyorot tajam ke arah dua orang yang berdiri sebagai lawan nya.
"apa yang kalian inginkan saat ini?,dan kau pangeran derena apa yang kau incar dari kami,karena kami merasa tak pernah menyinggung mu sedikit pun" tanya lu tian mencoba bernegosiasi
pangeran derena terlihat tersenyum manis mendengar lontaran pertanyaan dari lu tian "bagaimana dengan nyawa kalian semua yang berada di sini?" ucapnya enteng membuat para sandera terbelalak mendengar ke inginannya
"aku tak menginginkan harta ataupun singgah sana raja kalian.cukup berikan nyawa kalian padaku maka dengan senang hati aku akan pergi dari tempat ini"
"omong kosong apa yang kau lontarkan,jelas nyawa kami lebih berharga dari keluarga mu sendiri pun" seru lu tinyu menatap tajam pria itu
pangeran derena hanya tersenyum menanggapi provokasi dari lu tinyu."bukankah sudah ku bilang dari dulu Pangeran untuk memilih ku?.jika kau dulu memilih itu,aku mungkin tak akan mengambil jalan seperti ini" ujar putri Orleans ikut bersuara.
"apa sebenarnya keinginanmu putri,penolakan ku tak mungkin menghancurkan mentalmu bukan?.hingga membuat mu melakukan hal segila ini" sahut lu xianyi datar memandang wanita yang berdiri tidak jauh di hadapannya.matanya lanjut melirik ke arah lu chenyu yang ikut menimpali.
"kami tak merasa menyesal sedikit pun walaupun hal ini sudah terjadi,malah aku merasa bersyukur bahwa kakak ku tak terjerumus dalam mengambil bunga bangkai seperti mu"
putri Orleans terkekeh"ya terserah apa kata kalian aku tak peduli,namun sepertinya permata kalian akan ikut tergores kali ini" seringai Putri Orleans
ke tiga pangeran itu tersentak,mereka tak mengerti namun entah mengapa terasa menghawatirkan sesuatu.
"sinyya menghilang"
ketiga pangeran itu menegang menatap lu tian yang menatap mereka dengan pandangan bersalah.
"dimana sinyya?" seru lu chenyu menatap tajam dua orang yang terlihat tersenyum miring menatap mereka.
putri Orleans menatap salah satu kesatria dengan senyum miring dan alis terangkat satu.kesatria itu mengangguk "sesuai perintah anda yang mulia,putri sinyya sudah kami sekap di tempat yang anda perintahkan"
perasaan lu xianyi bertambah cemas ketika mendengar perkataan meyakinkan dari kesatria itu, tadinya ia tak begitu khawatir mengingat derion ia perintahkan untuk menjaga sinyya secara diam-diam, agar istrinya itu tetap aman.namun sekarang rasa cemasnya itu muncul ketika mendengar sinyya sudah tertangkap oleh mereka.
"sial apa yang sudah kalian lakukan pada istriku?!!" teriak lu xianyi murka memandang tajam ke dua orang itu
"entahlah hanya sedikit perlakuan manis,mungkin."seringai putri Orleans
"jatuhkan pedang kalian jika ingin wanita itu selamat tanpa ada luka sedikitpun dalam tubuhnya" peringat pangeran derena ketika melihat ke tiga pangeran dan para rombongannya terlihat hendak memberikan perlawanan dangan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.
pangeran lu xianyi terdiam,dia sangat bimbang keputusan apa yang harus dirinya ambil saat ini.
lu xianyi menjatuhkan pedangnya di ikuti oleh lu chenyu,secara tak langsung mereka telah mengambil keputusan untuk mengedepankan keselamatan sinyya saat ini.membuat orang-orang yang ada di sana menatap keduanya dengan raut wajah tak terbaca.
"kakak,lu chenyu" seru lu tinyu tak setuju dengan keputusan ke duanya.
lu xianyi melirik lu tinyu sekilas
"turunkan pedang mu lu tinyu,keselamatan sinyya jauh lebih penting saat ini"
lu tinyu terdiam namun tak ayal ia masih menuruti perkataan lu xianyi dan menjatuhkan pedangnya ke atas lantai
membuat pangeran redena dan putri orleans menyunggingkan senyum kemenangan saat ini.
"turunkan pedang kalian saat ini,cepatt! turuti perintah ku" teriak lu xianyi mengintrupsi
mau tak mau para bangsawan dan juga kesatria yang berada di belakangnya sejak tadi ikut menjatuhkan pedang mereka.menuruti perintah sang pangeran.
"mengapa saat kau tak ada pun masih membuat kami berada dalam kesulitan sinyya" desis lu ximing pelan memperhatikan ara pangeran dan rombongannya yang terlihat mempasrahkan diri.
lu xianyi memandang lurus ke arah putri Orleans dan pangeran redena "aku sudah menuruti perintah kalian,sekarang bebaskan sinyya,jangan lukai dirinya sedikit pun"
pangeran redena tersenyum manis "tentu saja,tapi setelah kalian ikut masuk di antara mereka"
"pengawal,ikat mereka lalu seret dan kumpulkan di antara keluarga hama pendosa nya"
lu xianyi dan lu chenyu terdiam ketika tangannya di ikat secara paksa oleh bawahan mereka.lu tinyu sedikit memberontak ketika dirinya di seret secara paksa menuju para Sandera lainnya,matanya terus memancarkan kebencian pada dua orang yang menjadi penyebab kekacauan ini.