Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab38


..._________...


sinyya berhenti ketika melihat seorang yang terkulai lemas di bawah pohon.ia mendekat menghampiri orang itu


menatap seorang pria yang terduduk dengan darah yang mengucur keluar dari bahu.dan perut nya


sinyya menampar pelan pipi pria itu


"hei.apakah kau masih hidup?"tanya nya.di rasa tidak ada pergerakan


sinyya mendekatkan telinganya ke dada pria itu.mendengarkan apakah detak jantungnya masih berfungsi.lalu mengarahkan jari tangannya ke bawah hidung pria itu


"dia masih hidup.namun sepertinya karena kehilangan banyak darah membuat tubuhnya melemah"


tanpa banyak berfikir lagi sinyya merobek sisi hanfu yang ia kenakan. untuk memperban perut dan bahu pria itu.menghentikan lukanya agar tidak mengeluarkan darah lebih banyak


dengan berhati hati sinyya membuka baju yang di pakai pria itu dengan pelan.


Glek


ia menelan ludahnya kasar.ketika melihat pahatan tubuh yang ada di hadapannya,apalagi di padukan dengan wajah pria itu yang tampan membuat nya terlihat sempurna.sinyya segera menggelengkan kepalanya merasa apa yang di lihat nya ini tidak benar.ah di saat seperti ini ia merasa seperti penjahat kelamin.


shhhh


merasa ada pergerakan di bagian tubuhnya.pria itu terbangun dan mencengkram tangan sinyya.membuat sinyya reflek menatap ke arah pria itu


"apa yang mau kau lakukan?"desis pria itu


ia terdiam ketika orang yang berada di hadapannya membuka tudung yang ia kenakan, terlihat wajah seorang wanita cantik walau terlihat samar-samar terkena cahaya bulan, dengan rambut coklat yang tergerai indah


"tenanglah.tak perlu waspada pada ku.aku hanya ingin membantu mu.membalut luka yang ada di tubuhmu. untuk menghentikan pendarahan nya"


pria itu terdiam,dengan sekujur tubuhnya yang terasa remuk.ia tidak bisa menolak dan dengan terpaksa hanya bisa mempercayai wanita di hadapannya.membuat sinyya kembali melanjutkan aktivitasnya


"sudah selesai.mari ku bantu" ujar sinyya seraya berdiri dan mengulurkan tangannya


"tidak perlu" balas pria itu datar


sinyya mendengus.ia kembali berjongkok menuntun pria itu agar berdiri.sebelum pria itu kembali menolak ia segera berkata


"diam lah.menurut pada ku.aku akan membawamu ke tabib terdekat untuk mengobati lukamu lebih lanjut.jika kau masih bersikeras untuk tetap di sini.aku tidak bisa menjamin.kau masih hidup saat keluar dari hutan. dengan keadaan mu yang seperti ini. orang yang menyebabkan mu terluka bisa saja menemukanmu kembali" cerca sinyya.sebenarnya bisa saja ia membiarkan pria itu untuk tetap tergeletak.dan tidak menolongnya sedari awal.mengingat ia tak mengenal siapa pria asing itu.namun sebagai seorang wanita yang baik ia harus berperi kemanusiaan dengan saling tolong menolong.apalagi bila orang yang ia tolong adalah pria tampan begini hehe


pria itu mendelik namun tak ayal ia tetap menuruti sinyya.yang saat ini tengah menuntunnya untuk berjalan.dengan tubuh wanita itu sebagai tumpuan agar ia tak terjatuh


_________


serakk~


prangg~


"sudah ku bilang, keputusan ku tidak akan berubah!!"desis lu xianyi menatap tajam orang yang berada di hadapannya


"Anda hanya mempunyai dua pilihan pangeran,membuat putri bercerai dengan ke tiga pangeran lainnya atau mengangkat seorang permaisuri baru untuk menjadi pendamping anda"


"kau.dan para tetua. lainnya tidak bisa mengatur hidupku."tekan nya


orang itu menghela nafasnya menatap tak bergeming pada lu xianyi yang terlihat emosi


"aku harap kau bisa memikirkan nya kembali, untuk segera mengambil keputusan,hamba ijin undur diri pangeran!?"


"tidak ada yang perlu aku pikirkan kembali" kata lu xianyi yang masih bisa di dengar oleh orang itu


____________


krettt~


lu xianyi tengah memijat keningnya yang sedikit merasa pusing.hingga kehadiran seseorang membuat nya kembali mengalihkan perhatian


"apa yang terjadi padamu?,mengapa semuanya terlihat berantakan?"tanya sinyya melihat keadaan ruang kerja lu xianyi yang terlihat seperti kapal pecah,dengan pajangan dan dokumen-dokumen yang berceceran di bawah


lu xianyi berdiri dari duduknya ketika mengetahui siapa yang datang mengunjungi ruang kerjanya.ia berjalan ke arah sinyya dan menuntun wanita itu ke arah sofa yang terdapat di ruangan itu.sinyya hanya menurut ketika lu xianyi mendudukannya di pangkuan pria itu


"apa kau tidak apa-apa?" tanya sinyya melihat raut wajah lu xianyi yang tidak biasa


lu xianyi hanya menggelengkan kepalanya.mempererat pelukannya pada wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.ia menumpahkan kepalanya ke pundak wanitanya


sinyya mengelus surai rambut lu xianyi pelan


"apa terjadi sesuatu?,mengapa ruangan mu berantakan begini?"tanya sinyya berturut-turut


"tidak papa hanya masalah kecil"gumam lu xianyi yang masih menempelkan wajahnya di ceruk leher sinyya.hingga membuat hembusan nafasnya ketika berbicara membuat sinyya sedikit tergelitik


"oh benar kah?" sinyya menuntun agar kepala lu xianyi kembali tegap mentap ke arahnya "apa ada yang kau sembunyikan dari ku?.aku lihat tadi ada seseorang yang keluar dari ruang kerjamu?. bukankah dia salah satu tetua di kabinet kerajaan?"


sinyya menangkup pipi lu xianyi dengan ke dua tangannya, mengelus pipi pria itu pelan.hingga membuat lu xianyi kembali menatap ke arahnya


"bisakah kau mengatakan nya padaku?,jika memungkinkan aku akan membantu mu.tapi jika tidak setidaknya beban di pundak mu sedikit berkurang karena sudah bercerita padaku"


lu xianyi menatap sinyya dengan otak yang terus berfikir, mengenai apa yang harus ia lakukan.


tanpa aba-aba lu xianyi memeluk sinyya yang berada dalam pangkuannya dengan erat


"aku hanya menginginkan mu menjadi pendamping ku seorang. tidak ada wanita lain yang bisa menggeser nya atau menjadi ke dua setelah mu" gumam lu xianyi terdengar menekan di telinga sinyya


sinyya terdiam mendengar perkataan lu xianyi.tak lama sinyya kembali tersenyum,ia mengusap punggung lu xianyi dengan tenang


"apa mereka.menyuruhmu untuk menikah kembali?"


lu xianyi terdiam untuk beberapa detik.ia menghela nafasnya pelan memperbaiki posisinya lalu menatap wajah sinyya lekat


"sekeras apapun mereka memaksaku.aku tidak akan menuruti keinginan mereka.aku hanya ingin kau yang menjadi permaisuri ku kelak,berdiri di sisiku sebagai pendamping"


sinyya masih terdiam memandang lu xianyi dengan tangan yang sesekali mengusap rambutnya.mendengar jawaban lu xianyi membuat sinyya lebih yakin bahwa apa yang ia tanyakan dan ia fikirkan merupakan hal yang benar


"aku tau" balas sinyya seraya menatap lembut ke arah lu xianyi


"apakah mereka menginginkan kau menikahi putri Orleans?.sebab itu mengapa putri Orleans berada di sini dan bukannya menginap di istana utama?"


lu xianyi mengangguk menanggapi.


"ya itu juga sebagai salah satu dalih untuk menjalin hubungan kerjasama dengan kerajaan tetangga"


sinyya mengangguk mengerti


"kapan perjamuan itu di mulai?" tanya sinyya mengalihkan pembicaraan


"minggu depan" sinyya mengangguk "apakah ada sesuatu?"


"tidak aku hanya bertanya takut melupakan acara penting itu" sinyya kembali tersenyum


"tenang saja.kita akan pergi bersama-sama jadi tidak mungkin kau melupakannya"ucap lu xianyi mengecup pipi sinyya


"bukankah semua utusan kerjaan akan datang?"


lu xianyi kembali mengangguk


"ia.aku harap kau terus berada di sekitar kami sampai acara itu selesai.aku takut terjadi sesuatu padamu mengingat banyak orang yang mengintai mu akhir-akhir ini" ucap lu xianyi dengan raut wajah serius


sinyya mengusap dada yang terhalang baju pria itu pelan "tenang saja aku tidak akan terluka,kau tau itu"


lu xianyi mengangguk,menghela nafasnya panjang.setidaknya ia sedikit merasa lega


mengingat sinyya bisa melakukan bela diri


lu xianyi kembali mengeratkan pelukannya


"oh ya.aku selalu lupa bertanya pada mu.sejak kapan kau menguasai ilmu bela diri?"tanya lu xianyi dengan alis terangkat satu


sinyya berdehem berusaha agar terlihat tak mencurigakan,ia memaksa kan senyumnya untuk mengembang.ia tau cepat atau lambat mereka akan menanyakan prihal ini.karena memang yu sinyya asli bukanlah orang yang pandai dalam bela diri.yu sinyya asli merupakan wanita yang lemah lembut


"kau tau ayah ku, sebelum menjadi mentri pajak juga pernah menjadi mentri pertahanan" lu xianyi mengangguk menanggapi


sinyya tersenyum merasa alibinya saat ini akan sangat mudah di percaya


"aku dulu pernah belajar sedikit bermain pedang bersama ayah ku.dan berlatih bela diri secara sembunyi-sembunyi,takut ayah ku mengetahui nya dan melarang ku melakukannya kembali.namun ketika masuk ke dalam istana pangeran aku sudah lama tak melakukannya lagi"


lu xianyi terdiam mendengar jawaban sinyya.membuat sinyya sedikit was-was akan fikiran dan jawaban pria itu


"aku harap kau tetap berhati-hati"


sinyya menghela nafas pelan merasa lega.lalu mengangguk


"tenang saja aku akan tetap waspada saat di acara itu"


lu xianyi mengeratkan pelukannya kembali.membenamkan wajahnya di ceruk leher wanita itu


"tetap di sini temani aku" gumamnya


"bukankah kau harus bekerja dan membereskan semua kekacauan ini"


"biar shen tiansu saja yang membereskannya nanti.aku ingin terus begini bersama mu"


sinyya mengangguk mengiya kan.lalu menghela nafasnya pelan