
Pedang yang shen tiansu layangkan seketika berhenti se senti sebelum menempel pada kulit sinyya.
Pandangan sinyya masih menunduk dengan tangan yang terkepal di kedua belah sisinya "tetaplah seperti itu lu tinyu,tetaplah dalam kebimbangan mu,agar kau tak terlalu merasakan sakit hati, bagaimana rasanya di khianati"
Sinyya mendorong pedang shen tiansu dengan pelan,wajah nya mendongak beraitatap dengan ke empat pria dan wanita Yang terlihat menatapnya dengan ekspresi terkejut,entah kenapa melihat itu membuat sinyya tersenyum miris.
Ia menatap datar ke lima orang itu,matanya terfokus pada tatapan lu tinyu yang sedikit bergetar ketika memandang nya "Tidak ada orang yang bisa menempatkan dua wanita dalam satu hati,dan mencintainya dengan seimbang.tapi keplin planan mu itu ternyata berhasil membuat hati mu tak terlalu terkoyak,karena penghinatan yang aku lakukan, samapai kapan pun kau hanya bisa lebih mencintai xin luo dari pada aku,maka dengan senang hati aku akan menyatukan kalian berdua"
mulut lu tinyu terbuka tak lama ia mengatupkan kembali,ia tak tau harus membalas seperti apa perkataan yang sinyya lontarkan.
Perkataan sinyya membuat mereka semua tak mengerti,namun satu hal yang ke empat Pangeran itu rasakan, sebuah kegelisahan yang tak tau alasannya mengapa.
"Apa ini semua pangeran?,mengapa sinyya belum juga kau bunuh?"tanya putri orleans memandang pangeran redena meminta penjelasan, tatapannya beralih ke arah shen tiansu "mengapa kau berhenti shen tiansu?,aku perintahkan untuk kau segera memenggal kepala sinyya dan membunuhnya detik ini."
"Aku bukanlah budak mu yang bisa kau suruh!"
Putri Orleans melotot mendengar balasan dari shen tiansu "apa maksud mu,bukankah kau berada di pihak kami?"
Sinyya memandang malas ke arah putri orleans, bibirnya tersenyum miring
"Memang,tapi terkecuali dirimu"
Putri orleans memandang sinyya dengan tajam,lalu beralih ke arah pangeran redena yang berdiri di sisinya.tak lama dirinya tersentak kaget merasakan beberapa kesatria menahan tubuhnya,menyebabkan dirinya sulit untuk bergerak.
Para sandera di buat terkejut oleh itu semua,'ada apa sebenarnya ini,pertama pembantaian,di susul oleh penyandraan dari putri dan pangeran tetangga,pilihan lu tinyu yang di luar akal,serta pemenggalan sinyya yang tiba-tiba terhenti.dan sekarang putri Orleans tertangkap oleh komplotannya sendiri?.kejadian di depannya ini sulit mereka cerna saat ini'
"Apa yang kalian lakukan sialan! aku adalah tuan kalian, beraninya berbuat seperti ini padaku,aku akan menebas kepala kalian jika kalian tidak segera melepaskan ku!"ronta putri orleans meraung-raung"Pangeran tolong lepaskan aku apa maksudnya ini semua!"
Sinyya mengorek kupingnya mendengar suara jeritan putri Orleans yang terdengar menggelitik telinganya,ia berdecak "redena ikat dan sumpal mulutnya,dia sangat berisik bila perlu sobek bibirnya itu agar sulit untuk berbicara"
Putri Orleans melotot mendengar perkataan sinyya,di tambah dengan para kesatria yang tadi menahan tubuhnya beralih mengikat ke dua tangannya "sial apa yang kalian lakuhmptttt__"mulut Putri Orleans tersumpal buah apel yang di masukan secara paksa kedalam mulutnya oleh pangeran redena "berisik" decaknya
Para sandera meneguk ludahnya kasar,mereka tak tau apa yang sebenarnya tengah terjadi di hadapannya saat ini.
Brukk!!
"Hmpptt"
"Hmpttt"
Putri Orleans ingin memaki dan meneriaki mereka karena telah dengan kurang ngajar,mengikat,menyumpal dan mendorongnya hingga tersungkur di antara Sandera rendahan lainnya.
"Sial!,di saat seperti itu pun wanita itu masih bisa berisik"decak Pangeran redena berjalan mendekati shen tiansu dan sinyya yang sudah berdiri dari drama penggal nya.
Shen tiansu memandang pangeran redena malas "bukankah kau menyukainya?"
Pangeran redena melotot tak terima,"omong kosong apa yang kau ucapkan?"
Shen tiansu hanya mengedikan bahunya acuh "bukankah kau begitu menikmati tubuhnya?"
Pangeran redena mendelik,ia tergagap gugup "ya aku menganggapnya bonus,lagian kan aku pria normal apalagi dia menyerahkannya dengan suka rela" ujarnya membela diri
"Alasan!"
Sinyya mendengus melihat perdebatan mereka "diamlah, bagaimana dengan rencana yang selanjutnya"
Ke dua pria itu melirik sinyya "aman,tadi aku sudah mendapatkan sinyal dan semuanya sudah tertangkap" ujar pangeran redena menyeringai
Para sandra memandang heran interaksi sinyya dan ke dua orang pria itu "sebenarnya ada apa ini sinyya?" Tanya lu xianyi mewakili rasa heran semua orang
Sinyya mengalihkan tatapannya ke arah lu xianyi, matanya langsung melirik ke arah lu ximing ketika wanita itu ikut menyuarakan isi hatinya.
"Kau kan yang merencanakan ini semua?,kau berkomplot dengan mereka untuk membunuh kami"
Sinyya terdiam matanya kembali melirik ke empat Pangeran yang terlihat tersentak kaget,mendengar perkataan lu ximing.sepertinya ke empat pria itu ikut mempercayai tuduhan lu ximing.
Lu xianyi memandang sinyya dengan raut berharap, berharap bahwa semua isi kepalanya salah mengenai istrinya.
"Itu tidak benarkan sinyya?"
Sinyya memandang ke empat pria itu datar,mereka memperlihatkan raut wajah yang sama seperti lu xianyi, sepertinya pemikiran mereka sama. bahwa ia adalah dalang nya di sini.begitupun dengan pemikiran para sandera yang lain.ketika melihat petapa menusuknya tatapan yang mereka lontarkan.
Sinyya tersenyum miring "sayang nya pemikiran kalian semua tentang ku memang benar adanya" perkataan sinyya ternyata sangat berdampak besar pada mereka,melihat raut wajah mereka menegagang dengan ekspresi tak percaya
Lu xianyi menggeleng ribut "aku yakin kau bohong,semua ini bukanlah ulah mu,cukup shen tiansu yang berkhianat.kau tidak melakukan itu kan,sayang?!" Tanya lu xianyi masih tak percaya, tatapannya meminta jawaban dari sinyya.hanya satu anggukan kepala yang ia butuhkan saat ini,jika sinyya menyangkal semua tuduhan ini maka dengan senang hati ia dan saudaranya akan mempercayainya.namun sayang hanya keterdiaman yang ia lihat dari diri sinyya,membuat ke empat pangeran itu seketika frustasi.
Shen tiansu memandang dingin ke empat pangeran yang terlihat berekspresi kacau,dengan tubuh yang terikat.
"Sudah ku bilang dia adalah wanita jahat, wanita itu telah mengelabui kalian dengan sikapnya yang lemah lembut,dan dengan gampangnya kalian mempercayai wanita ular itu"
Sinyya tak berniat menyangkal apapun tuduhan mereka.biarlah mereka berfikir sinyya seburuk apa yang mereka fikirkan.
Sinyya terkekeh membuat para sandera itu menatapnya dengan tatapan tak di mengerti. "Memang!.semua ini adalah rencana ku,membawa kalian berkumpul di sini melalui Putri Orleans,tentu saja agar kalian tak curiga,terkejut bukan?.ah tenang saja aku akan menghukum kalian dan membuat kalian merasakan penderitaan secara bersamaan,tidak akan ada perbedaan!"
semuanya tersentak mendengar penuturan sinyya, sedikit tak percaya namun itulah yang mereka dengar dan lihat saat ini.tidak ada ekspresi main-main pada wajah wanita itu.
"Apa maksud mu?,kami tak merasa pernah menyinggung mu,apa kau berniat memberontak pada kerajaan mu sendiri hah?" Teriak salah satu bangsawan di antara para sandera
"Ah atau kau telah tergoda dengan pangeran tetangga, dan ingin memberikan takhta kerjaan jinsucha pada pria mu itu.cih dasar murahan!" timpal salah satu bangsawan di dekat pilar
Blesss!!
Sinyya menyeringai ketika melihat raut pucat dari wajah bangsawan itu,ketika belati yang ia lempar menggores sedikit wajahnya.
"Harusnya kalian berterimakasih padaku, karena kalian bisa merasakan rasa sakit dari hukuman ini secara bersama-sama,bukannya sendiri.bukankah aku sangat baik hati?,memberikan kalian teman senasib yang akan menanggung rasa sakit ini secara bersama?!"
Pangeran redena menatap ngeri sinyya yang memperlihatkan senyum lebar setelah mengucapkan hal yang membuat orang berdecak kesal ketika mendengar nya.
"Aku kecewa padamu sinyya" lirih lu tinyu dengan senyum kecut pada bibirnya.ia tak menyangka bahwa wanita yang biasanya ceria dengan sikap lembutnya kini telah hilang berganti dengan sifat yang tak mereka kenali.
Pangeran redena berdecak medengar perkataan lu tinyu "dasar tak tau malu" cibirnya,matanya melirik ke empat pangeran itu yang memperlihatkan sorot mata kecewa,tak percaya,sedih juga marah secara bersamaan.
Sinyya menatap lu tinyu dan tiga pangeran itu dengan dingin."aku paling benci orang yang tak tau diri"
Ia memandang orang-orang yang berada di aula istana itu,tanpa ada sorot emosi di dalamnya, wanita itu terlalu lihai dalam mengatur setiap ekspresi pada wajah nya.
"Apakah kalian bodoh karena masih mempertanyakan alasan aku berbuat seperti ini?" Tanya sinyya menatap para bangsawan juga anggota kerajaan dengan raut jijik
"Atau,apakah itu memang sifat nya orang-orang menjijikan,melupakan semua keburukan yang mereka lakukan,dan bersikap seperti orang paling suci di dunia ini?"
Bukan jawaban yang sinyya terima, tapi tatapan mencemoh dari para bangsawan yang justru ia lihat
"drama apalagi yang wanita itu mainkan"decih lu ximing menatap sinyya dengan raut wajah muak
"Apa yang sebenarnya terjadi, tolong maafkan kami sinyya bila itu membuat mu merasa sakit hati,bahkan kami bisa bersujud di kakimu jika itu yang kau mau" ujar lu chenyu menatap sinyya dengan pandangan sendu,menarik komentar tak sudih dari para sandera lainnya bila harus melakukan hal yang lu chenyu katakan
Sinyya menggeleng, tangannya terkepal menatap kosong ke arah depan,membuat perasaan ke empat pangeran itu terasa seperti di remas oleh tangan tak kasat mata.
"Harusnya kalian tidak menempatkan ku dalam situasi yang buruk dulu,ketika aku tidak memiliki kesalahan sedikit pun.jika saja,jika saja kalian tidak menjadikanku sasaran kebencian,kalian tidak akan pernah berada di situasi ini"
Semuanya terdiam dengan keadaan hening mendengar perkataan sinyya, mencernanya dalam otak mereka.
"Apa menurut kalian dengan permintaan maaf,bisa mengobati penderitaan di tiga kehidupan ku?,tidak!,kalian adalah orang paling berdosa karena telah menempatkan wanita lemah delam penghakiman kalian"
"Apa maksud mu,kami memang pernah mencelamu dengan kata-kata tajam dan sedikit perundungan dulu,tapi apa yang kau bilang dengan tiga kehidupan?,apakah kau sudah gila karena tertekan dengan segala tindakan kami?"timpal salah satu bangsawan, yang mulai teringat hal apa saja yang pernah mereka lakukan pada sinyya dulu
"Ya mungkin dia sudah gila"
"Tiga kehidupan apa yang dia maksud?"
"Benar-benar wanita sinting"
Ke empat pangeran pun sama tak mengerti nya dengan para bangsawan.mereka merasa aneh mendengar perkataan sinyya,apakah wanita itu tengah bermimpi.namun matanya langsung membola ketika melihat sinyya menyobek sisi gaunnya dengan belati sampai pada paha nya
Mereka semua tercengang ketika melihat sebuah tanda pola bulat dengan bulan sabit di tengahnya muncul secara tiba-tiba pada paha sinyya,dengan cahaya yang keluar dari tanda itu.dan lenyap seketika.mereka mengetahui tanda apa itu,itu adalah tanda yang di ceritakan pada buku kuno, yang mereka anggap sebagai legenda di masa lalu,tetang anugerah sang dewi bulan untuk manusia terpilih agar dirinya bisa berengkarnasi,ataupun mengulang waktu kehidupan.
"Lihat!,aku yakin kalian mengetahui tanda apa ini ,selama tiga kehidupan aku mengalami cemoohan bahkan siksaaan dari kalian,semua itu masih membekas pada diriku,pandangan kalian,suara tertawa kalian bahkan perasaan mati di tangan kalian.masih begitu terasa dan terbayang di ingatan ku!"
Semuanya terdiam tak bisa berkomentar ketika melihat fakta yang mencengangkan bagi mereka . Ke empat pangeran terdiam dengan pandangan kosong,semua ini begitu mengguncang mereka, hatinya terasa sakit,dengan rasa penyesalan yang terasa menusuk menembus pada tulang.ternyata mereka telah menyakiti sinyya sedalam itu,sangat tak termaafkan,se hancur apa sinyya selama ini, wanita itu masih bisa menyembunyikan luka hatinya di balik senyuman nya sebelum ini.perlakuan mereka ternyata berakhir menjadi Boomerang fatal.mereka berfikir hal parah apa lagi yang mereka lakukan di kehidupan sebelumnya hingga bisa merubah wanita itu menjadi seperti ini.
Lu tinyu mengepalkan tangan nya erat,benar kata maafpun tak bisa menebus setitik kesalahan mereka,dan sekarang lu tinyu menambah luka itu dengan mengabaikan sinyya secara tak langsung dengan memilih xin luo,dan penyesalan akan itu ternyata baru hadir saat ini.
"Apakah aku pernah berbuat salah?"sinyya menundukan pandangannya, tangannya mengepal erat.ia mendongak menatap tajam pada semua orang yang berada di dalam aula"aku tanya apa aku pernah berbuat kesalahan fatal pada kalian?,hingga menyebabkan kalian menghukum ku dalam kehidupan seperti di neraka ini?!"
"Aku tanya pada mu ayah,apakah anak mu ini bersalah atas kematian istri mu?!"suara sinyya melirih menatap berkaca pada sang perdana menteri, yang terlihat menatap nya dengan sorot mata tak terbaca, 'ternyata dirinya sendiri lah yang menjadi awal penyebab dari anaknya itu berubah dan menderita' setidaknya itulah yang saat ini pria tua itu fikirkan.
"tidak bukan?!,lantas mengapa kau menghukum ku dengan mengacuhkan ku,lalu tanpa belas kasih kau membuang ku pada empat bajingan itu!" Teriak sinyya menunjuk tanpa menoleh pada ke empat pangeran
"Jika alasannya karena kau terpukul di tinggal wanita yang berstatus istri mu itu,lantas bagaimana dengan diriku"tunjuk sinyya pada dirinya sendiri
Suara dan ucapan sinyya menggundang tatapan prihatin dari semua orang yang berada di aula,'ya tidak seharusnya mereka mengancurkan orang yang tak bersalah, walaupun hanya menggukanan sebuh kata'
"bahkan aku belum lama bersamanya di banding dirimu, harusnya aku yang lebih terpukul.aku kehilangan sosok seorang ibu,tapi kau malah menambahnya lagi dengan menghilangkan sosok seorang ayah pada hidup ku."
Pandangan perdana menteri menunduk,kehidupan sekeras apa yang telah ia berikan selama ini pada sang putri,egonya telah menghancurkan segalanya,dan berakibat sangat fatal pada anak kandungnya sendiri.
"Kau adalah ayah terburuk,dari yang terburuk untuk setiap anak.aku berharap tidak akan ada lagi anak yang memiliki seorang ayah seperti dirimu!"