
Sinyya menoleh pada para sandera setelah melihat kepergian pangeran redena dan para calon tahanan lainnya.membuat mereka terdiam dengan perasaan was-was takut-takut sinyya akan melakukan hal yang lebih gila kembali,kepada mereka.Tapi hal selanjutnya yang wanita itu lakukan justru membuat mereka menjadi lega.
"Buka ikatan nya dan lepaskan mereka" ujar sinyya di angguki para kesatria yang mulai bergerak membuka ikatan para sandera
Pangeran mahkota cendana dan shen tiansu mendengus melihat betapa bahagianya para bangsawan ketika ikatan mereka mulai terlepas satu persatu.
Sinyya melirik pangeran mahkota yang ikut menatapnya.lalu beralih pada ke empat suaminya "tadinya aku akan membalaskan dendam ini setelah aku mempunyai anak dari kalian,dan mengikut sertakan dirinya seperti kalian.tapi aku tersadar jika begitu maka aku akan menjadi seburuk ayahku yang sudah menelantarkan anaknya dan sebajingan kalian karena telah menodai hati dan psikis anak yang tak bersalah" ucap sinyya datar lalu bergerak pergi menuju pintu aula di ikuti pangeran mahkota cendana
Ke empat pangeran terdiam dengan raut rumit,mereka tersadar ketika melihat sinyya hampir menyentuh batas pintu.sebelum berhasil menyusul mereka di hadang oleh shen tiansu
"Enyahlah!"tekan lu xianyi
Shen tiansu menatap mereka datar,tanpa ada raut takut sedikit pun pada wajahnya, menghadapi ke empat pangeran yang terlihat kesal.
"Sebenarnya terlukanya kalian tidak ada dalam rencana kami, ini murni akibat bawahan putri Orleans dan pangeran redena, mungkin? sepertinya pria itu terlalu jengkel melihat muka tebal kalian,jika saja tidak ada perintah dari sinyya untuk tidak membuat kalian terluka lebih parah,aku pastikan kalian semua yang terikat akan kehilangan nyawa, kali itu juga"
Mendengar perkataan shen tiansu membuat mereka jengkel sekaligus lega.jika sinyya masih mengkhawatirkan mereka,apakah wanita itu juga bisa memaafkan mereka?
"percaya atau tidak ini semua adalah rencana putri Orleans dan sinyya hanya mengikuti rencananya saja untuk dapat menangkap organisasi naga bulan yang berada di bawah pimpinan raja redana.selain menjadi pembunuh bayaran banyak kejahatan yang mereka lakukan dan sukses tertutupi dengan sempurna,menangkap mereka tidaklah mudah maka dengan mengikuti tindak tanduk wanita itu adalah hal yang tepat dalam meringkus mereka,dan untuk rumah bordir bukan sinyya yang membakar bahkan istri kalian itu tak tau apapun,mungkin kalian telah melakukan sesuatu pada putri Orleans yang berhubungan dengan rumah bordir"
Melihat raut wajah lu xianyi yang sedikit terkejut ia yakin pria itu mengetahui sesuatu di baliknya.
"Lalu bagaimana dengan keracunan ayahanda?"tanya lu tinyu
Shen tiansu menghela nafas "itu ulah putri Orleans dan raja redana,kami sedikit terkecoh saat itu,hingga menyebabkan keteledoran itu, wanita itu memberikan racun baru yang hanya ada satu karena merupakan formula yang baru di temui"
"Kalian mungkin sudah tau apa Yang mereka inginkan di balik ini semua,Pembantaian ini mereka lakukan, untuk merebut kepemimpinan kerajaan jinsucha dari dalam tanpa menggunakan peperangan,dengan menggulingkan secara paksa.setelah acara perjodohan putri Orleans dan lu xianyi tak berjalan.maka jalan satu-satunya hanya mengakusisi"
Shen Tiansu menyerahkan sebuah botol kecil dan sebuah berkas ke tangan lu xianyi"sinyya menyuruhku memberikan itu padamu,itu adalah obat penawar racun itu, berterimakasih lah padanya karena dia mau membantu kalian meskipun dia begitu membenci kalian"
Mereka berempat termenung.
"Ekhem,Lalu apa isi berkas itu?"tunjuk lu tian pada berkas yang berada di tangan lu xianyi
Tanpa berlama lu xianyi segera membuka berkas di tangan nya,merek berempat terdiam kaku ketika membaca isi berkas itu.
Lu xianyi meremas berkas itu dengan kuat,menahan rasa sakit di hatinya.itu adalah berkas dari catatan sipil berisikan dokumen perceraian.terlihat tandatangan sinyya dan cap jari sinyya sudah tertera di sana . Lu xianyi menatap ke arah pintu lalu berjalan dengan cepat di ikuti lu chenyu dan lu tian.rasa sakit fisik yang mereka derita tak seberapa sakitnya dengan hati mereka yang terasa hancur melihat surat gugatan perceraian dari sinyya.wanita itu jelas dapat dengan mudah mendapatkan dokumen itu di bantu oleh shen tiansu yang merupakan anak dari penasihat agung,yang juga bekerja sebagai ketua di kantor sipil.
Shen tiansu tersenyum lebar melihat raut wajah mereka yang tampak gusar,ia pastikan sinyya tak akan kembali pada mereka walau di imingi dengan nyawa yang akan mereka berikan sebagai imbalan,karena siksaan yang paling berat sinyya berikan adalah siksaan rasa penyesalan bagi mereka,kehilangan nyawa terlalu sepele bagi mereka yang mempunyai dosa besar,biarkan mereka hidup dalam penderitaan dan kekecewaan pada dirinya sendiri.
Shen tiansu mendengus melihat lu tinyu yang masih terdiam di tempat dengan pandangan lurus ke depan.sepertinya pria itu paling syok di sini,dan menjadi orang yang paling besar dalam menanggung rasa bersalah.
Lihatlah bahkan xin luo yang sedari tadi bergumam memanggil dirinya tak juga menyadarkannya pada kenyataan,sebelum akhirnya pria itu tersentak ketika mendengar suara xin luo yang meninggi.
Lu tinyu menatap xin luo yang masih terduduk, dengan sekilas lalu kembali menatap ke arah depan"aku akan menyuruh pelayan untuk mengobati dan mengantarmu kembali kekediaman" ujar pria itu dengan masih linglung lalu kembali berjalan menyusul ke tiga saudaranya
Shen tiansu menatap xin luo dengan datar, wanita itu terlihat tak rela ketika dibantu berdiri oleh beberapa pelayan.semuanya sudah keluar dari dalam aula hanya beberapa pelayan yang terlihat mondar mandir membersihkan kekacauan.
Menatap perdana menteri sebentar,lalu berbalik melenggang menuju pintu luar aula.perdana mentri terdiam di tempat tak tau harus melakukan apa, ternyata dia belum begitu mengenal anaknya.mendengar perkataan Shen tiansu tadi ia yakin sinyya tak akan setega itu membantai sesisi istana dan juga rakyat tak bersalah.semua Pemikiran nya itu kembali di dukung ketika melihat keadaan luar istana.dayang dan juga prajurit yang tadi sempat terlihat mati tergelatak di mana-mana kini mereka malah tengah berjalan mondar mandir membereskan setiap kekacauan.sepertinya bukan dirinya sajalah yang terlihat bingung menatap semua pelayan dan prajurit itu.rupanya ke empat pangeran pun kini tengah mematung menatap ke adaan luar.
Selintas mereka berfikir sinyya telah berubah menjadi orang yang tak punya hati.dan wanita haus akan darah karena dendam.tapi kini rasa bersalah mereka kian bertambah melihat betapa bugarnya para pelayan dan prajurit yang mereka kira telah habis terbantai.ternyata sinyya tetaplah sama wanita lembut dan baik hati.hanya saja kini dia terlihat lebih keras melihat berapa sulitnya hidup yang wanita itu jalani.hati mereka kambali berdenyut nyeri mengingat itu.
Terbakarnya Rumah bordir yang mereka kira ulah sinyya ternyata tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan istri mereka itu.pembantaian seisi kerajaan pun ternyata tak pernah terjadi dan hanya suatu rencana mereka dalam mendapatkan kepercayaan dari raja redana.bahkan wanita yang mereka tuduh telah meracuni raja pun ternyata tak bersalah bahkan sinyya dengan berbaik hati memberikan mereka obat penawar racun itu.yang mereka sendiri pun belum bisa menemukan nya sampai saat ini.mereka kira sinyya lah yang telah berubah namun setelah semua ini,mereka baru sadar.bukan istri mereka yang berubah tapi merekalah yang tak bisa memahami sinyya.
Ke empat pangeran itu lantas menatap ke arah depan pada kereta kuda yang berisikan sinyya dan juga putra mahkota dari kerajaan cenbreansa.melihat sinyya dengan senang hati naik ke atas kereta kuda yang sama dengan pria lain selain mereka,membuat mereka seketika di radang rasa cemburu.namun apa yang bisa mereka lakukan saat ini?.membawa dan memperingati sinyya agar tidak berdekatan dengan pria lain?.itu sangat mustahil kata 'suami' bagi mereka terdengar omong kosong saat ini.mengingat betapa bodohnya mereka bertindak selama ini.bahkan untuk mengejar dan meminta maaf pada sinyya pun mereka tak berani.rasanya terlalu malu dan tak tau diri jika melakukan itu.
Sinyya benar mereka tak pantas di sebut seorang suami,atas kelakuan bejat mereka selama ini.selanjutnya yang mereka lakukan hanya berdiri dengan sorot mata sendu menatap kereta kuda yang sinyya tumpangi telah berjalan menjauh melewati gerbang istana.kaki lu tinyu tiba-tiba berlari ketika melihat kereta kuda itu semakin menjauh dari gerbang istana. ia tak sanggup bila harus kehilangan sinyya, hatinya sakit dan tak rela.dia ingin membawa sinyya kembali,kembali pada kediamannya di istana pangeran dan ke dalam dekapannya. Lu tinyu terjatuh ketika merasakan kakinya sudah lemas dan tak bisa di bawa terus berlari, bayang-bayang wajah sinyya terus memenuhi otak nya,semua memori kebersamaan mereka yang pernah di lalui seakan terputar di saat waktu yang tepat.air mata mengalir di kedua pipinya melihat sinyya yang sudah tak tergapai oleh tangannya.kerta yang wanita itu tumpangi sudah menghilang tak terlihat.ia menunduk memukul-mukul dada nya yang terasa sesak.apa yang telah ia lakukan sebenarnya.mengapa di saat ia kehilangan wanita itu ia baru menyadari betapa ia mencintai wanita itu,yu sinyya.istri yang biasanya membuat dirinya jengkel,dia sangat menyayangi perempuan itu. Lu tinyu sangat merutuki kebodohannya,betapa banyaknya rasa sakit yang telah ia gores kepada istrinya.bahkan di detik perpisahan ini,ia masih ada waktu membela wanita lain dan membentak istrinya ketika di dalam aula. Lu tinyu terduduk dengan tangis yang terasa menyesakan di pekarangan istana.lihatlah bahkan langit pun ikut menurunkan deraian nya.seperti tengah mendukung mereka untuk menjadi terpuruk di antara dinginnya suasana dan gelapnya malam di bawah guyuran hujan.
Ke tiga Pangeran lainnya terdiam melihat betapa terpuruknya lu tinyu di bawah guyuran hujan.rasa sakit yang mereka rasakan terlihat sama,namun pria itu tengah menerima rasa sakit berkali-kali lipat dari kekecewaan nya pada dirinya sendiri.tak mau membantu lu tinyu tuk bangkit mereka memutuskan untuk pergi menuju kamarnya masing-masing dengan membiarkan tumbuh mereka di guyur hujan deras den meresapi rasa sakit hati mereka yang terasa begitu menyiksa.
"Maafkan aku!,maafkan aku!,maafkan aku!"gumaman-gumaman lirih terus terdengar dari bibir lu tinyu yang terlihat membiru akibat kedinginan
Shen tiansu menatap datar ke empat pria itu yang terlihat beraut wajah kacau di antara guyuran hujan.
"Lihatlah sinyya,pada dasarnya kau tetaplah menjadi wanita kejam"kekeh shen tiansu "kau menghukum mereka dengan hukuman yang begitu menyakitkan.yaitu kehilangan dirimu dengan rasa bersalah yang menggerogoti mereka seumur hidup"