
"bagaimana?"
"Masih sama seperti sebelumnya"
Raja retara memijat pangkal hidungnya,ketika lagi dan lagi menerima laporan dari bawahannya bahwa ke empat putra nya belum juga kunjung keluar dari kamar.
Tepat satu Minggu lalu ia terbangun dari tidur panjangnya akibat racun,melihat kekacauan yang terjadi di istana nya membuat dirinya keheranan tentang apa yang sudah terjadi pada istana nya.di saat itulah ia mengetahui dari bawahan nya tentang apa yang telah terjadi selama ia terlelap pada tidur panjangnya.dirinya tentu merasa terpukul mendengar hal itu,anaknya telah di tinggalkan oleh sang istri namun ia pun tak bisa berbuat apa-apa,itu adalah hak sinyya.dirinya pun merasa bersalah mendengar betapa menyedihkannya kehidupan yang sinyya jalani selama ini.sinyya sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri,tapi dia sedikit kecewa melihat sinyya memilih untuk mundur.namun walaupun begitu ia masih mendukung keputusan sinyya,walau bagaimanapun perlakuan para bangsawan dan anaknya sungguh mengecewakan,dan hukuman yang sinyya berikan memanglah pantas untuk mereka dapatkan.
Ke empat anaknya pun belum memperlihatkan batang hidungnya selama ini,saat dia terbangun dan menanyakan anak-anaknya sang tabib hanya berkata bahwa para pangeran hanya memberikannya obat penawar racun dan menyuruh pengawal untuk memberitahukan kabar ayahnya bila sudah membaik,dan setelah itu mereka pergi dengan muka yang terlihat kacau,kembali ke istana pangeran.
Lu ximing menjalani hari-hari nya seperti biasa,lu jiansu masih melakukan perawatan akibat luka-luka yang anak itu dapatkan ketika kejadian pembantaian yang merupakan sandiwara itu terjadi.sedangkan untuk ke empat Pangeran lainnya mereka hanya berdiam diri,di dalam kamar mereka masing-masing tanpa ada satupun yang keluar.
Satu hari yang lalu raja retara sudah memeriksa keadaan mereka,dan mereka masih sama seperti satu Minggu yang lalu ketika ia menjenguknya,hanya terdiam dengan pandangan kosong di dalam kamar, bahkan ia sempat melihat ke empat anaknya itu mengeluarkan air mata dalam keterdiaman nya, melihat ke empat anaknya dalam keadaan memperhatikan seperti itu membuat hatinya mencelos.
"Kalian terlambat menyadari perasaan kalian"
"Hingga tanpa kalian sadari semuanya telah menghilang menghasilkan penyesalan"
_______
Lu xianyi menatap kosong luar jendela yang memperlihatkan matahari dengan rona cerah,berbeda dengan suasana hatinya yang begitu buruk saat ini.bahkan dirinya tak menghiraukan keberadaan seorang pelayan yang mengantar kan makanan ke kamarnya.
Setiap hari dia selalu berdiam diri seperti ini di dalam kamar, matanya memancarkan aura kesedihan,tubuhnya terlihat mengering,kurus dengan bawah mata hitam dan sembab.sudah beberapa kali dia melewatkan jam makan nya, bahkan dalam seminggu ini terhitung hanya ada dua kali dia menyentuh makanan itupun hanya sedikit dan berakhir memuntahkannya kembali.bahkan makanan yang para pelayan bawakan sering kali berakhir basi tak tersentuh.
Ke tiga pangeran lainnya pun tak kalah jauh berbeda dengan ke adaan lu xianyi.selalu terbangun dengan mata hampa,dan berakhir tertidur dengan sisa air mata.terkadang mereka hanya terdiam dengan mata menatap kosong semalaman tanpa tertidur.
Air mata seperti sudah terbiasa mengalir dari mata mereka tanpa terasa dan bisa di cegah,meraka selalu seperti ini kadang terdiam,dengan pandangan kosong.kadang terisak tangis dalam diam,dengan mulut yang seringkali menggumamkan kata maaf,dengan memanggil nama sinyya.terkadang mata mereka menatap kearah pintu bila ada seseorang yang membuka nya,berharap yang akan hadir di balik pintu itu adalah sang istri yang tengah tersenyum pada mereka.wanita cantik yang sudah mereka goreskan seribu luka.
Nyatanya kepergian sinyya sungguh memberikan dampak besar pada mereka.
rasa penyesalan pada hati mereka terasa begitu mencekik dan menyesakan.keberadaan sinyya yang tak ada di samping mereka begitu memberikan ruang kosong pada hidup mereka.mereka sangat merindukan sinyya,istri mereka.bahkan terkadang mereka pergi ke kamar sinyya untuk sekedar menghirup aroma yang di tinggalkan sang istri,sering kali mereka menemukan satu sama lain di ruangan itu tengah terisak pilu tertidur di ranjang ataupun memeluk baju yang pernah sinyya pakai.
______
Lu tinyu tersenyum pedih mengingat tatapan kosong serta kecewa yang sinyya layangkan saat itu,saat dirinya dengan terang-terangan memilih nyawa wanita lain di banding istri nya.air mata kembali turun pada pelupuk matanya.
"Kembalilah padaku!"
"Hukum saja aku,tapi jangan tinggalkan aku seperti ini!,hiks"
"Maafkan aku!"
Gumaman-gumaman itu terus saja terdengar lirih, keluar dari mulut nya,di antara tangannya yang memeluk baju sang istri dalam tidur .lu tinyu dengan bahkan sengaja mengambil baju sinyya dari kamarnya hanya untuk menemani dirinya di kala sang pemilik tak hadir bahkan mungkin tak akan pernah hadir kembali,di kehidupannya.
Mereka terdiam dengan raut wajah kacau dan pandangan kosong, sudah banyak orang yang datang dan membujuk mereka untuk sekedar keluar dan menyegarkan fikiran mereka namun yang mereka lakukan hanya terdiam tanpa berniat menuruti ataupun membalas perkataan mereka sepatah katapun.
Satu hal yang mereka ingin kan saat ini.
Kehadiran sinyya!
Pelukan sinyya!
Senyuman sinyya!
Belahan jiwa mereka!
Hanya dia, dirinya, sinyya,istri mereka,dan kebahagiaan mereka.jika saja satu nama itu bisa kembali hadir pada hidup mereka.itu sudah lebih dari cukup, walaupun itu terdengar serakah karena mereka masih mengharapkan nya di antaran rasa kecewa yang telah mereka berikan, untuk rasa bahagia mereka sendiri di antara rasa sakit yang wanita itu rasakan.tetapi bila satu wanita itu bersedia hadir kembali dalam cerita hidup mereka.dengan segala hal rasa sulit di dunia ini mereka akan rela meninggalkan dan memberikan segalanya bagi wanita itu,agar wanita itu berada di sisi mereka, menebus kebahagiaan nya dan memperlakukannya seperti berlian yang paling berharga.
"Tolong berikan hidup dan bahagia ku kembali"
"sinyya."
"Kembalilah"
"maafkan aku!"
...________...
...Jangan lupa like,komen and vote nya di setiap bab oke(≧▽≦)...