
Pangeran redena terkekeh melihat ke tiga pangeran itu tersungkur di antara para sandera lainnya.
Matanya memandang santai para pangeran yang memperlihatkan tatapan kebencian padanya.pria itu menggeleng kecil dengan senyum tipis pada bibirnya "lihatlah sangat menyenangkan bukan saat kalian berada di situasi tak berdaya,ingin memberontak pun tak mampu.perasaan itulah yang orang itu rasakan selama ini,dan semuanya akibat perbuatan kalian."
Para pangeran,para bangsawan mau pun orang-orang yang terikat di ruangan itu hanya terdiam tak mengerti dengan perkataan pangeran redena."apa maksud mu?"tanya lu xianyi datar
"Entahlah aku pun tak tau,tapi seperti yang kau inginkan.aku akan membawa seseorang ke hadapan mu sebagai kejutan"
Putri orleans mengernyit menatap pangeran redena "siapa yang kau maksud?" Tanyanya mewakili pemikiran orang-orang yang berada di sana
Pangeran redena hanya tersenyum lalu,menatap ke arah pintu,di ikuti putri orleans,ke empat pangeran serta orang-orang di sana.
Tubuh lu xianyi menegang ketika melihat seorang pria di seret masuk dengan ke adaan babak belur."di mana sinyya?"tanya lu xianyi ketika pria itu di dorong ke hadapannya dengan ke adaan terikat.
"Aku tanya dimana sinyya derion!" Teriak lu xianyi mulai frustasi ketika melihat orang yang ia kirim untuk menjaga sinyya kini ikut tertangkap,dan belum mengeluarkan suara sedikit pun untuk membalas pertanyaan nya.
"Aku tak tau di mana putri,aku di serang ketika mengamati, hingga kehilangan jejak sang putri"
"Sial!"
Perhatian lu xianyi kembali teralih ketika pintu aula kembali di buka, memperlihatkan seorang wanita yang di bawa secara kasar dengan keadaan kacau.pandangnya menajam dengan kuku tangan memutih karena terkepal dengan erat.
"Sudah ku bilang, untuk jangan melukai sinyya, brengsek!"teriak lu tian menyadarkan keterkejutan semua orang, yang terlihat syok melihat keadaan sinyya
Brughh!
Sinyya di dorong secara kasar ke hadapan empat pangeran,ia meringis kecil merasakan dengkulnya ter pentuk dengan keras pada lantai aula 'ingatkan sinyya untuk memotong tangan orang yang sudah mendorongnya,dengan lancang nanti'
"apa kau tak apa-apa?"
Kepala sinyya mendongak menatap ke arah empat pangeran yang terlihat mengeluarkan aura gelap,dengan raut wajah cemas.sinyya menggeleng kecil sebagai jawaban "aku tak apa, khawatir kan lah keadaan kalian sendiri,luka kalian terlihat sangan parah saat ini" ujar sinyya mengamati keadaan empat pangeran itu, tangannya terangkat mengusap rahang lu xianyi yang terlihat sedikit membiru
Lu xianyi tersenyum tipis "kami tak apa"
Tatapan sinyya beralih ke arah lu tian ketika mendengar suara pria itu "maafkan aku karena sudah tak becus dalam menjagamu" sinyya hanya terdiam tanpa ekspresi
"Apa itu,mengapa wanita itu bisa ada di sini?!"cetus putri orleans emosi mengalihkan tatapannya ke arah pangeran redena dengan jari menunjuk ke arah sinyya dan para pangeran.
"Kau diam saja,lihat apa yang akan terjadi selanjutnya"
Putri Orleans mengepalkan tangannya erat mencoba menahan emosi.ia akan mencoba mengikuti pria di sebelahnya selama,pria itu tak menghancurkan segala rencananya.
"Akhh hiks"
Pangeran redena menyeringai ketika melihat pengawal nya kembali menyeret seorang wanita masuk.bersama seorang pria yang mereka kenal, terlihat mengikuti dengan berjalan di belakangnya
Brukkk!
"Apa yang kalian lakukan sialan!" Teriak lu tinyu emosi melihat perlakuan kasar yang wanita itu terima
"Hanya tambahan permainan agar lebih menarik!" balas pangeran redena menyeringai
Lu tinyu menggertakan giginya menahan emosi yang tak bisa ia salurkan,matanya melirik seorang pria yang berdiri di sebelah pengawal yang tengah mencengkram tubuh sang wanita.
"Mengapa kau berdiri di antara mereka shen tiansu,kemari,dan cepat bantu kami!"
Shen tiansu melirik tak minat ke arah lu tinyu dan tiga pangeran lainnya, tatapannya mentap sinyya yang terduduk dengan keadaan kacau, bibirnya terangkat sebelah.tak lama matanya bersitatap dengan pandangan datar dari lu xianyi.
"Mengapa dia harus membantu kalian. atas dasar apa?"pangeran redena tersenyum miring
"Sial,apa kau menghinati kami hah?,dasar brengsek"maki lu tinyu
"Sejak dulu aku tak pernah berada di pihak kalian"
Semua sandera terdiam melihat orang yang biasanya berada di sekitar lu xianyi dan menjadi tangan kanannya,itu kini malah terlihat berbalik melawan sang tuan,tatapan mereka melirik kearah lu xianyi yang terlihat tak peduli dan sibuk memperhatikan keadaan istrinya.
"Lepaskan aku sialan!"
Bugh!
"akhh"
"Xin luo!!"
"jangan kalian mencoba menyakiti nya lebih jauh!"
"Pangeran"xin luo menatap lu tinyu dengan pandangan berkaca, bibirnya meringis merasakan kakinya berdenyut akibat tendangan pengawal di belakang nya.
"Lepaskan dia aku mohon!"pinta lu tinyu dengan suara bergetar,ia tak tega melihat wanita yang telah mengisi harinya sejak kecil terlihat begitu memprihatinkan.padahal jika di pandang,luka sinyya lebih parah di banding xin luo,tapi rasa khawatirnya pada sang teman terasa jauh lebih besar dari pada kepada sang istri
Sinyya menatap lu tinyu sekilas, hatinya terasa berdenyut melihat lu tinyu memohon untuk kebebasan wanita lain,ia berusaha untuk tak peduli dan menepis perasaan itu.
"Tutup telingamu jika tak ingin mendengar perkataan mereka" sinyya menatap kerah lu chenyu yang tersenyum menatap dirinya,bibir sinyya ikut terangkat mengikuti senyuman manis pria itu.
"Aku akan memberimu pilihan yang menarik, pangeran"pangeran redena menyeringai lalu memberi kode ke arah shen tiansu yang segera di angguki oleh pria itu.
"Apa?,apa yang ingin kalian lakukan,lepaskan sinyya.shen tiansu aku bilang lepaskan shinyya sialan!"lu xianyi terus memberontak berharap ikatan yang mengikat tangannya bisa terlepas.berusaha untuk bisa menolong sinyya yang terlihat di seret secara paksa oleh shen tiansu dan di tempat kannya di sisi xin luo.
"Semua itu tergantung pada lu tinyu,siapa yang akan dia pilih di antara ke dua wanita itu istrinya kah atau____,kekasihnya?"pria itu menyeringai ketika melihat raut menegang yang keluar dari wajah lu tinyu.
Lu tinyu terdiam menatap dua orang wanita yang berarti di dalam hidupnya,mereka terlihat kacau dengan todongan pedang di antara lehernya, perasaan nya bertambah bimbang ketika mendengar teriakan dan rontaan sang kakak yang memanggil nama sinyya.
"Shen tiansu,turunkan pedangmu dari leher istriku sialan.aku akan membunuhmu bila kau melukainya sedikit saja!"
"Cepat lah,aku hanya membutuhkan salah satu di antara mereka.siapa yang kau pilih maka sisanya akan berada di tanganku"
"Omong kosong apa yang kau ucapkan hah?"teriak lu tian menatap berang pangeran redena,dirinya sangat cemas melihat todongan pedang di leher sinyya apalagi istrinya itu terlihat sangat kacau dengan pandangan kosong saat ini.
"aku hitung sampai tiga,bila kau tak bisa memilih di antara mereka,maka keduanya akan mati di tanganku"
Padangan mereka ikut menajam mendengar nada ancaman yang keluar dari bibir Pangeran redena.
"Aku akan mulai menghitung mundur,pikirkan baik-baik siapa yang akan kau pilih, tiga-"
"Apa yang kau pikirkan kak!.cepat pilih sinyya!. seru lu chenyu geram melihat keterdiaman sang kakak,lu tinyu.
"Cepat jawab sialan!"
"Apa kau tak bisa memilih di antara ke dua orang itu, sinyya adalah istri mu lu tinyu!"tandas lu xianyi ikut emosi melihat tatapan kebimbangan dari sang adik.bukankah pilihan itu sangan mudah mengapa pria itu terlihat sangat sulit dalam memilih.
memang jika di fikir dia telah berlaku tak adil mendorong xin luo sebagai tumbal untuk menggantikan sinyya,namun keselamatan sinyya lebih pening baginya saat ini,dia adalah istrinya.luka sinyya merupakan kekecewaan tersendiri bagi lu xianyi bila itu terjadi,bahkan dengan rasa bersalah yang saat ini pun masih menggerogoti hati nya dan mungkin saudaranya yang lain atas sikap mereka di masalalu.
"Dua"
Mata lu tinyu terpejam ketika hitungan mundur dari pangeran redena semakin terdengar,apalagi dengan seruan-seruan sang kakak.mata lu tinyu memanas memandang xin luo dan sinyya secara berganian.sungguh pilihan ini sangat sulit baginya.penampilan mereka begitu mengkhawatirkan,ia tak mungkin mengecewakan sinyya.namun melihat tatapan lemah xin luo membuat hatinya merasa pedih.
"Aku memilih xin luo"ucap lu tinyu mantap. dengan mata yang memejam, pandangannya menunduk tak berani melihat tatapan kecewa yang mungkin saja terpancar dari mata sang istri.
"Apa yang kau ucapkan sialan!"
"Kau ingin membunuh sinyya!"
"tarik ucapan mu lu tinyu!"
"Aku tidak akan memaafkan mu bila terjadi sesuatu pada istriku!"
Pangeran redena terdiam mendengar pilihan yang keluar dari lu tinyu,'ternyata sampai akhir pun kau tetap memilih wanita lain' padangannya melirik kearah para sandera lain yang di dominasi oleh para bangsawan mereka terlihat memperlihatkan raut wajah syok mendengar keputusan sang pangeran,namun melihat ayah sinyya yang hanya diam bergeming di tempat tanpa ada emosi apapun pada wajahnya membuat tangan nya mengepal.matanya beralih memandang sinyya yang memperlihatkan raut wajah datar berbeda dengan wanita yang berada di sebelahnya, wanita itu terlihat menyunggingkan senyum senang menatap ke arah lu tinyu.ia lalu menghela nafas kasar.ia yakin walaupun sinyya terlihat acuh saat ini tapi hatinya pastilah tengah merasa hancur, terbukti dari kedua matanya yang berkaca seperti tengah menahan air mata emosi yang kapan saja bisa keluar,membasahi pipi.
"Bebaskan wanita yang telah mereka pilih!"
Xin luo menyunggingkan senyum manis ketika dirinya merasakan telah terbebas dari kukungan pengawal tadi,dengan langkah gontai ia berlari menuju lu tinyu dan memeluk nya erat.dengan ucapan terimakasih yang keluar dari bibirnya.walaupun merasa bersalah tapi lu tinyu tak merasa menyesal saat melihat senyuman manis yang terukir dari bibir xin luo.
Putri Orleans cukup terkejut melihat drama yang di buat pangeran derena di hadapannya,tapi senyuman puas tercetak jelas di wajahnya,ia sangat bahagia melihat sinyya terlihat tak berdaya.apalagi dengan suaminya yang terang-terangan memilih menyelamatkan nyawa wanita lain di banding dirinya,dengan di saksikan banyak orang.
"Seperti yang aku ucapkan sebelumnya,orang yang tak terpilih akan mati di tanganku"
Ke empat pangeran menegang mendengar itu, memandang sinyya dengan raut cemas
"Shen tiansu!"pangeran redena melirik ka arah shen tiansu yang tepat berdiri di belakang sinyya dengan pedang di genggaman tangan nya
" penggal kepala wanita itu saat ini juga!"
lu xianyi menggeleng ribut,dengan memberontak dari ikatan yang mengikat tangan nya.
"Jangan coba-coba kau melakukannya tuan shen,aku akan memenggal kepalamu bila itu sampai terjadi" teriak lu chenyu di susul teriakan-teriakan tak terima, dari ke dua pangeran lainnya
Xin luo menatap ke arah sinyya yang terlihat masih mendapatkan todongan pedang dari shen tiansu, pandangannya melirik lu tinyu yang terlihat terdiam dengan pandangan kosong,berbeda dengan ke tiga pangeran lainnya yang terlihat ribut menyerukan nama sinyya,agar terbebas dari tindakan gila orang yang telah menculiknya.
"Lakukan perintahku sekarang juga!"
teriakan para pelayan wanita yang di Sandera seketika menggema, ketika melihat pedang shen tiansu hendak melayang dengan cepat menuju leher sinyya.
Ke empat Pangeran seketika menutup mata.mereka tak sanggup bila harus menyaksikan kematian sang istri,tepat di hadapan mata mereka.tanpa bisa melakukan apa-apa.
"Tidak!"
"Tidak!"
"Aku tak akan mengampunimu lu tinyu!"
"Aku pastikan akan membunuh mu shen tiansu!"
Gumaman-gumam lirih terdengar keluar dari mulut,lu chenyu,lu tian dan lu xianyi.air mata mereka mengalir di kala mata mereka menutup,menghalau pandangan menyakitkan yang sebentar lagi mungkin akan terjadi di dalam aula istana itu
Satu menit
Dua menit
Tiga menit
Semuanya hening tidak ada suara tebasan ataupun erangan yang keluar dari bibir sinyya ketika pedang itu mengenai lehernya.para pangeran sedikit heran dan ingin membuka mata untuk melihat keadaan di hadapan mereka, namun rasa takut terlalu mendominasi hati mereka,bila saja nanti yang mereka lihat ketika membuka mata adalah kepala sang istri yang sudah terpisah dari tubuhnya,sampai satu suara menyadarkan mereka dari segala pemikiran negatif yang akan membuat mereka gila dalam seketika ketika memikirkan nya.
"tetaplah seperti itu lu tinyu,tetaplah dalam kebimbangan mu.agar kau tak terlalu merasakan sakit hati, bagaimana rasanya di khianati"