Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab74


"ayah"


Lu xianyi berhenti di sela langkah kakinya ketika mendengar suara anak kecil mengintrupsi nya.


Lexar tersenyum kecil ketika melihat seorang gadis kecil melangkah dengan kaki mungil dan tangan mengepal lucu menggenggam sebuah bunga yang di bentuk melingkar, membuat dia gemas sendiri ketika melihat nya


Gwena,gadis mungil itu berjalan dengan setengah berlari ketika melihat sang ayah dan tangan kanannya berhenti berjalan.


Tangannya terlentang dengan senyum lucu yang mengembang . Sedikit terdapat perubahan pada wajah lu xianyi yang biasanya terlihat datar dan kaku,latas ia mengangkat Gwena ke dalam gendongannya.


Lu xianyi melirik lexar sekilas,membuat pria itu dengan cepat mengambil mangkota yang berada di kepala sang raja,dengan pelan.


"Lihat ayah cangatlah tampan"gwena berseru antusias dengan tangan yang saling bertepuk ketika melihat bunga yang ia bawa telah melingkar apik di kepala lu xianyi.


"Gwena?!"


Seorang wanita terlihat berjalan dengan dengan cepat di ikuti beberapa dayang di belakangnya.


"Ah,salam pada matahari kekaisaran ini,dan juga tuan muda lexar"


Lexar tersenyum ramah seraya mengangguk kepada seorang wanita cantik di hadapan mereka "salam untuk mu juga putri"


Diane berdiri dengan kaku ketika melihat sang anak berada di gendongan sang raja, hatinya terasa menghangat ketika melihat interaksi ke duanya.


"Sayang,bermain bersama ibu dahulu.biarkan ayah mu melanjutkan kesibukan nya dalam bekerja" terselip nada sindiran pada perkataan Diane


Lu xianyi mendengus mendengar itu,ia mengecup pipi gwena dengan gemas.ketika merasakan pelukan gadis itu semakin mengerat pada lehernya, satu tangannya tidak berhenti mengelus rambut Gwena.


"Kembalilah bersama ibu mu,nanti ayah akan menyusul dan menemanimu bermain"


Gwena mendongak mentap wajah lu xianyi dengan pandangan ragu "benalkah?"


"Hem"lu xianyi mengangguk meyakinkan


"Janji"


"Iya,Ayah janji" lu xianyi mengecup seluruh wajah Gwena membuat gadis kecil itu terkikik geli


Diane tersenyum lantas mulai meraih tubuh gwena untuk beralih ke dalam gendongannya.


Lu xianyi mengusap kepala Gwena lembut,lantas berbalik melanjutkan langkahnya.


Lexar menunduk seraya tersenyum "selamat tinggal tuan putri dan tuan putri kecil" pria itu tergelak setelah memberi satu cubitan pada pipi Gwena membuat gadis itu memukul tangannya dengan raut wajah tak bersahabat dan bibir yang bergetar hampir menangis.


Lexar selalu tak bisa diam bila di hadapkan dengan hal-hal yang lucu.seperti Gwena misalnya gadis kecil berumur empat tahun itu sangat menggemasakan dengan pipi chubby dan mata bulat juga bulu mata yang lentik, membuatnya tak tahan untuk mencubit ataupun menggigit pipi tembam nya.


_________


Srett!


Satu lagi lingkaran yang lu tinyu buat di antara banyaknya lingkaran kecil dalam papan, yang memutari angka-angka di hadapannya


Mengambil setangkai bunga lavender lalu menghirupnya dengan rakus,matanya terpejam menikmati aroma wangi khas bunga lavender yang menyeruak masuk pada indra penciumannya.


"Sampai kapan kau akan menghilang?"


Terdiam cukup lama,lu tinyu memutuskan untuk menyimpan kembali bunga itu kedalam vas bunga di dalam tendanya.


Mengambil pedangnya yang tergeletak di atas meja,lu tinyu berlalu berjalan menuju arah luar.


"Jika saat ini kau masih jijik terhadapku yang kotor di masa lalu,maka akan ku pastikan di pertemuan kita berikutnya kau akan menemukanku dengan ke adaan yang berbeda,meninggalkan semua hal konyol dan juga tak berguna di masa lalu,aku bersumpah akan mendekapmu kembali dengan diriku yang lebih sempurna"


Lu tinyu dia telah mengambil keputusan dengan melangkah keluar dari istana lima tahun yang lalu, keterpurukannya selama setahun membuat dirinya terlihat begitu lemah.dia ingin kembali menghampiri sinyya,tapi dirinya terlalu memalukan bila memintanya kembali dengan keadaan yang masih sama,dia masihlah si bodoh yang telah menyakiti istrinya dengan sifat yang menjengkelkan tanpa ada prestasi yang begitu menonjol yang ia punya.lima tahun lalu ia memutuskan membuang semua kehidupan dan sifatnya di masa lalu,hanya untuk sinyya ia akan keluar melatih dirinya menempa dirinya yang baru. memenangkan peperangan melawan kerajaan-kerajaan yang bersifat merugikan bagi rakyatnya.lu tinyu sampai di juluki singa perang karena keganasan serta obsesi nya yang berkeinginan menaklukan kerajaan-kerajaan tetangga yang menentang dalam di ajak kerja sama.karena kebengisannya tersebut kekaisaran jinsucha semakin melebarkan wilayah nya,dengan kesatria-kesatria yang terkenal akan keganasan serata kekuatan nya yang lebih kuat mengalahkan kerajaan-kerajaan lainnya,dalam bidang militer--pertahanan, industri,maupun kehidupan sosial rakyat nya yang terlihat lebih maju,bahkan hampir tidak ada tidak kejahatan,penyimpangan ataupun masyarakat miskin di dalam kekaisaran jinsucha,di bawah kekuasaan ke empat pangeran yang bergerak seperti monster dalam mengangkat kekaisaran jinsucha pada puncak kejayaan dalam kurun waktu yang terbilang singkat.


Hal itu mereka lakukan untuk mengecoh fikiran dan juga menuangkan segala kefrustasian mereka selama ini kedalam pekerjaan yang padat,dengan melakukan permainan darah memberantas para pembelot dan juga meningkatkan efesiensi kerajaan.


Mereka harap dengan cara ini semua pencapaian mereka bisa terdengar ke dalam telinga sang pujaan,dan bisa membuatnya kembali pada mereka.


Pengaturan raja baru yang ketat dan bijak sana serta ke tiga Pangeran yang penekan menjadikan ke empat orang itu di takuti serta di hormati oleh seluruh rakyat bahkan kerajaan luar pun akan gentar bila di hadapkan dengan mereka.


Sungguh kepergian sinyya telah memporak-porandakan kehidupan mereka,membuat mereka berubah menjadi sosok yang berhati dingin dan mengerikan.


Semua sifat mereka menjadi tertutup dan tersentuh.


Lu xianyi yang sentiasa di sibukan oleh tugas kekaisaran sebagaimana dirinya telah dinobatkan menjadi seorang raja.


Lu tian yang selalu berdim diri di perbatasan kekaisaran menghalau setiap upaya pemberontakan yang sering kali terjadi.


Lu tinyu menjadi orang yang tak terkendali dan haus akan peperangan.bahkan ia dan lu tian sudah lama tak menampakan batang hidungnya di istana selama bertahun-tahun.


Lu chenyu yang selalu melakukan perjalanan ke luar kota dan di sibukan dalam mengatur stabilisasi serta kemanan dalam setiap usaha Yang mereka jalankan.


Mereka seolah sengaja menyibukan diri dalam lamanya penantian kembalinya sang istri,dan bertekad akan memberikannya segala yang terbaik dengan kemajuan yang mereka buat,bila wanita itu telah bersedia kembali dalam dekapan mereka.


tak akan ada janji kembali yang mereka ucapkan. karena tujuan mereka tetap bertahan hidup sampai saat ini adalah untuk membuat sinyya kembali dan membahagiakan nya.jika istrinya sudah kembali maka akan mereka pastikan tak akan ada perpisahan lagi di antara mereka,tak ada kesedihan yang akan menimpa wanita itu,kan mereka jadikan sinyya sebagai poros dalam kehidupan mereka,tangis nya akan hanya hadir sebagai tangis kebahagiaan.