Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab33


sinyya terdiam memandang keluar jendela menatap langit malam yang terlihat gelap,ia masih memikirkan kejadian tadi sore,yang membuat dirinya hampir kehilangan nyawa


sinyya menghela nafasnya berat


"apakah aku harus melompat kembali ke dalam kolam,agar bisa kembali ke tempat asal ku"


"tapi kalau aku berakhir mati dan bukannya kembali bagaimana?" sinyya menempelkan pipinya di sisi jendela dengan pandangan masih menatap ke luar.ia sangat frustasi berada di dunia ini,mengapa ia tidak bisa merasakan ketenangan sama sekali, walaupun banyak cogan di sini tapi kalo buat bernafas saja susah untuk apa,fikirnya


sinyya tersentak ketika merasakan sebuah mantel terlampir di tubuhnya


"apa yang kau pikirkan di depan jendela terbuka begini" lu xianyi memeluk pelan tubuh sinyya dari belakang


sinyya menengok ke arah lu xianyi yang wajahnya tepat berada di samping wajahnya,ia terbengong memandang wajah pia itu lama,lalu mengecup pipinya sekilas, membuat lu xianyi terkejut di buatnya


sinyya terkekeh lalu berbalik badan berhadapan dengan lu xianyi,ia memegang ke dua pipi lu xianyi dengan tangannya "aku hanya sedang merindukan ayah ku" jawabnya lalu berlalu memeluk lu xianyi dengan erat,yang di balas tak kalah erat oleh pria itu


Lumayan modus sedikit.fikir sinyya terkekeh dalam hati


bibir lu xianyi tertarik membentuk senyuman tipis,ia sangat senang saat ini,sinyya sudah terlihat tidak canggung di hadapannya,dan kemajuan besarnya adalah sinyya telah berani memulai sentuhan verbal terlebih dahulu dengan nya.


lu xianyi mengecup kepala sinyya lama "kau bisa menemuinya kapan saja,aku ataupun pangeran lainnya akan menemanimu bila ada waktu"


sinyya mengangguk dalam dekapan lu xianyi


lu xianyi melepaskan pelukannya dari sinyya


"baiklah, sekarang tuan putri ini harus segera tidur untuk memulihkan kembali,tenaga yang tadi sempat terkuras habis" mencolek ujung hidung wanita itu pelan.mereka saling menatap satu sama lain seraya tersenyum


lu xianyi memandang wajah cantik itu cukup lama,ia mendekatkan wajahnya ke arah wajah sinyya.hingga membuat sinyya memejamkan matanya merasa akan mendapatkan sesuatu dari lu xianyi


"akh"pekik sinyya terkejut ketika merasakan badannya melayang di atas lantai,siapa lagi pelakunya bila bukan lu xianyi yang menggendong nya ala bridal tanpa aba-aba


lu xianyi berjalan mendekati kasur sinyya,dan membaringkan istrinya secara perlahan.lu xianyi masih berada di atas tubuh sinyya dengan ke dua tangannya sebagai tumpuan


Cup


"Tidurlah" ucap lu xianyi lembut setelah mengecup singkat bibir sinyya, lalu mengelus pucuk kepala istri nya itu pelan


lu xianyi menarik selimut sampai menutupi sebagian dada sinyya.sinyya menarik ujung baju lu xianyi pelan ketika melihat pria itu hendak berjalan meninggalkannya.hingga membuat pria itu berhenti dan menengok kembali menatapnya


"kau mau kemana?. tidak tidur bersamaku?"


lu xianyi menggeleng kepalanya pelan


"lain kali saja.masih ada pekerjaan yang belum aku selesaikan" jawab lu xianyi lembut.menatap teduh ke arah sinyya.yang di balas anggukan oleh wanita itu


ia mengecup kening istrinya pelan


"selamat tidur" setelah mengusap pipi sinyya pelan, ia berjalan mendekati pintu keluar kamar sinyya.sebelum benar-benar keluar lu xianyi menyempatkan berbalik menengok ke arah sinyya lalu menutup pintu kamar sinyya dengan pelan


____________


pagi hari tiba,kediaman ke empat pangeran di hebohkan oleh kedatangan seorang putri dari kerajaan tetangga


"Putri Glosbe memasuki ruangan"


ketika kehadirannya di umumkan pintu sebuah ruangan di hadapan sinyya terbuka, memperlihatkan ke empat pangeran,shen tiansu dan dua orang asing yang berada di dalamnya


sinyya menunduk memberi salam ke pada orang-orang yang berada di ruangan itu


"maaf kan aku karena telah terlambat"


"tidak apa-apa,ke marilah" ucap lu xianyi.


ia menatap orang-orang yang berada di ruangan itu,yang menampilkan ekspresi tak terbaca


sinyya menatap dua orang asing yang duduk bersebrangan dengan ke tiga pangeran


"selamat datang di kediaman pangeran putri Orleans, maafkan aku karena terlambat untuk menyambut mu" ucap sinyya tersenyum ramah menatap seorang wanita dengan seorang ajudan yang berdiri di sebelahnya


putri itu tersenyum tidak kalah ramah menanggapi sinyya "ah tidak apa-apa putri,aku mengerti kau pasti sangat sibuk menyiapkan banyak hal hingga lupa waktu,Terlebih memiliki empat suami itu tidak lah mudah bukan?" jawab putri Orleans dengan tertawa anggun


suasana tiba-tiba mencekam di sekitar ruangan itu


sinyya tersenyum manis menanggapi perkataan putri Orleans,namun dalam hatinya ia telah mengabsen banyak nama-nama penghuni kebun binatang,secara tidak langsung wanita itu sedang mengejeknya 'untuk apa memiliki banyak suami bila tidak bisa menghandle nya'


sinyya membelai rahang lu xianyi yang berada di sebelahnya dengan pelan membuat tubuh pria itu sedikit meremang di buatnya,lalu matanya beralih menatap putri kerajaan tetangga itu kembali


"kau benar putri,para suamiku terlalu sempurna untukku, oleh sebab itu aku hanya melakukan segala hal yang tertuju pada mereka dengan sempurna. untuk membuat mereka selalu puas,walau hanya dengan adanya diriku" sinyya mengedipkan sebelah matanya pada ke tiga suaminya yang lain


lu chenyu tersenyum kecil melihat perilaku sinyya. dalam kata lain perkataan sinyya memiliki arti 'aku tak mempedulikan penilaian orang lain,selagi ke empat pangeran berada di sisiku.dan kedatangan mu tidak begitu berarti bagiku hinga harus menyambut mu tepat waktu, karena segala hal tentang diriku hanya tertuju pada para pangeran'


putri Orleans memicingkan matanya dengan alis berkerut tidak suka mendengar balasan sinyya, sebelum ia menormalkan kembali ekspresi wajahnya dengan tersenyum lembut


"ah tentu saja putri, anda harus melakukan semuanya secara sempurna, apalagi saya sangat kagum pada anda karena anda merupakan wanita pertama yang mendapatkan gelar putri glosbe dari kaisar,setelah membuat permaisuri kekaisaran ini berhasil terbunuh" putri Orleans meminum tehnya dengan anggun setelah melontarkan perkataan yang menyindir


ke empat pangeran mengepalkan tangannya erat mendengar perkataan memuakan dari putri kerajaan tetangga itu


"aku harap anda sadar diri putri.sedang berada di mana anda sekarang" desis lu tian dingin


putri Orleans tersenyum mendengar penuturan lu tian


"tentu saja pangeran,mana berani saya berbuat macam-macam di dalam kediaman kalian,di sini saya hanya mengapresiasi saja penghargaan yang permaisuri para pangeran dapatkan" ucap putri Orleans tenang seraya terkekeh kecil


sinyya hanya tersenyum dengan sesekali meminum tehnya anggun.mendengar perdebatan di hadapannya,ia terlalu malas untuk membesarkan kepala anjing yang menggonggong karena iri padanya.


"tentu saja. putri glosbe.adalah penghargaan yang pantas untuk tuan putri sinyya. sebagaimana ia telah menjadi alasan terbongkarnya suatu kejahatan besar,itu memang merupakan kewajiban setiap anggota kerajaan. sebagaimana predikat seorang putri itu di terapkan.bukan semata-mata hanya sebuah nama gelar yang kosong saja"timpal shen tiansu berniat menyindir dengan halus,seraya tersenyum hormat ke arah putri Orleans


sinyya bersorak dalam hati mendengar perkataan shen tiansu, ingatkan dia untuk meminta lu xianyi menaikan gajih tangan kanan prianya itu


putri Orleans mengepalkan tangannya erat di balik hanfu yang ia kenakan, ia tersenyum menanggapi shen tiansu


"ekhem" lu xianyi berdehem untuk menetralkan suasana ,sebelum kembali berucap


"apa yang membuat anda datang kemari putri?" tanya lu xianyi datar memandang putri Orleans


putri Orleans tersenyum membalas menatap lu xianyi "saya pikir tanpa penjelasan saya pun anda sudah mengetahuinya pangeran" timpal putri Orleans tenang menatap lu xianyi yang memperlihatkan raut wajah tak terbaca


"saya tak ingin membuat anda tak nyaman dengan tinggal di kediaman sederhana saya,lebih baik anda tinggal di istana utama saja putri" jawab lu xianyi dengan masih mempertahankan ekspresi datar nya


putri Orleans mengembangkan sedikit senyumnya dengan tangan meraih gelas teh kembali,lalu meminumnya sedikit dan meneliti gelas teh itu sebelum di simpannya kembali di atas meja


"saya yakin anda tidak se impulsif itu pangeran,dalam memilih keputusan.apakah anda mampu melawan titah kaisar dan para tetua?"


lu xianyi terdiam dengan raut wajah mengeras,ia mengepalkan tangannya erat dengan emosi yang tertahan


"baik aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan kamar mu,selama anda tinggal di sini" ucap lu xianyi setelah menetralkan emosinya


"kak!!" teriak lu tinyu hendak membantah, namun terhenti ketika tangan lu xianyi terangkat untuk menyuruhnya agar tetap diam


sinyya menyimak situasi yang terjadi di depannya.Putri Orleans akan tinggal di kediaman pangeran sampai acara perjamuan istana selesai.namun ia yakin ini semua tak sesederhana itu melihat para pangeran berusaha menentangnya, walaupun harus kembali pasrah untuk menerima.


_________