
hari ini sinyya tengah menyempatkan diri dengan berjalan-jalan di sekitar pasar di temani oleh lu chenyu.ia sudah ada sekitar 4 bulan di jaman kerjaan ini,namun belum pernah keluar untuk jalan-jalan mengamati sekitar.ia terlalu sibuk dengan menjadi detektif dadakan untuk keberlangsungan kehidupan damainya.
ya yang kemarin-kemarin,ketika pergi ke kediaman perdana menteri serta mentri pajak, itu tidak bisa di hitung sebagai ia telah keluar. karena itu merupakan sebuah misi yang mengharuskannya untuk fokus dan tak menghiraukan sekitar ini
namun sekarang lihatlah dengan tangan yang saling bertaut antara tangannya dengan tangan lu chenyu,sinyya tengah menatap ke sekitar,mengamati setiap inci yang berada di penglihatan nya,ia akui kekaisaran ini terlihat makmur,dengan bangunan-bangunan yang terlihat kokoh,di sekitarnya.ia seperti tengah melihat arsitektur-arsitektur peninggalan jaman dulu,namun bedanya ini terlihat seperti baru.dan yang paling penting masih di gunakan oleh orang-orang di kekaisaran ini,mungkin setelah beribu tahun lagi bangunan ini semua akan di jadikan sebagai sebuah peninggalan,atau mungkin masuk ke dalam keajaiban dunia,jika saja sampai nanti semuanya masih terlihat sempurna dengan bentuk-bentuk yang se indah ini.
lu chenyu tersenyum menatap sinyya,yang tengah memandang ke sekitar dengan pandangan berbinar
dengan lembut lu chenyu menarik tangan sinyya untuk mengikuti langkahnya mendekati tempat aksesoris,matanya menatap ke arah hamparan aksesoris yang tersedia di hadapannya, tangannya terulur pada sebuah hiasan rambut yang terlihat cantik di matanya
sinyya memandang heran ke arah lu chenyu yang tengah tersenyum ke arah nya,ia tersentak ketika merasakan sesuatu tengah menyentuh rambutnya
"sangat cantik" ujar lu chenyu pelan mentap mata sinyya
tangan sinyya terulur ke atas kepalanya,memegang sebuah benda yang tengah menempel di rambutnya
"kau memberiku hiasan rambut?" tanya sinyya antusias,setelah mengetahui apa yang terdapat di atas rambutnya
lu chenyu tersenyum menanggapi.seraya mengangguk
"tuan sangat pandai memilih barang,itu adalah salah satu aksesoris rambut yang hanya terdapat dua di kekaisaran ini,karena pembuatan nya yang memakan waktu yang cukup lama serta menggunakan bahan yang langka yaitu mutiara asli yang sulit untuk di temukan" ujar si pedagang
sinyya memandang minat ke arah si pedagang
"oh benarkah?"tanyanya seraya menatap ke arah lu chenyu
lu chenyu tersenyum
"ya,dia benar,mutiara sangat sulit di temukan di kekaisaran ini,sudah sekitar 10 tahun keberadaan mutiara sangat lah langka.jika pun ada paling yang berhasil di budidayakan hanya lah terdapat satu atau dua buah saja dari banyaknya kerang penghasil mutiara" jelas lu chenyu
"berarti ini sangat mahal?"
"bisa di bilang seperti itu"
"memang tidak apa-apa jika kau membelikan aku ini?" ucap sinyya memandang lu chenyu polos
"mengapa tidak?.kediaman pangeran tidak akan bangkrut jika hanya membelikan mu sebuah aksesoris dari mutiara saja,bahkan bila kau mau,aku dan kakak-kakak ku bisa membeli kan mu sebuah kerajaan" gurau lu chenyu seraya mengusap kepala sinyya
sinyya mendengus mendengar perkataan lu chenyu,mau sekaya apapun ke empat suaminya tidak mungkin bisa membelikannya sebuah kerajaan,ini adalah jaman kekaisaran dimana dalam mendapatkan sebuah wilayah,bukan uang yang kita butuhkan melainkan kan menggunakan peperangan untuk memperebutkan nya.kecuali wilayah yang ia maksud bersekala kecil, seperti pertambangan,perkebunan dan perumahan,yang masih di dalam wilayah kekaisaran ini.dan merupakan milik warga atau bangsawan setempat.
"ya.ya kalian memang sangat kaya,aku yang bodoh karena masih mempertanyakannya" tungkas sinyya dengan wajah malas
lu chenyu terkekeh melihat itu, tangannya mencubit pipi sinyya gemas.membuat sinyya manjadi merengut kesal karena ulahnya
sesudah membayar aksesoris itu,lu chenyu beralih memeluk pundak sinyya
"apakah kau masih menginginkan sesuatu?"tanya nya mentap ke arah sinyya
sinyya mengedarkan pandangannya ke segala penjuru,matanya berbinar melihat sesuatu yang berada tidak jauh dari mereka berdiri
"aku ingin itu" tunjuk-nya ke arah sebuah permen kapas,lalu berlari ke arah pedagang itu,meninggalkan lu chenyu yang masih terkejut di tempatnya melihat sinyya yang sudah berlari menjauh
"tunggu sinyya---"
Brukkk!
Ucapan lu chenyu terputus ketika melihat sinyya sudah terjatuh duduk di atas tanah
"apakah kau tidak punya mata hah?" teriak seorang wanita ke arah sinyya
sinyya mengadahkan wajahnya ke atas melihat seseorang yang sudah membuat nya terjatuh
dirinya mendengus malas ketika tau siapa orang itu
"apakah kau baik-baik saja?" tanya lu chenyu khawatir seraya membantu sinyya untuk berdiri
"hormat hamba yang mulia pangeran dan putri glosbe"
"ya aku baik-baik saja pangeran" jawab sinyya,setelah tersenyum menanggapi salam hormat dari lima pengawal yang baru saja datang.sepertinya mereka tengah bertugas mengawal wanita yang telah membuat dirinya terjatuh
sinyya menepuk bajunya pelan. sedikit kotor karena terjatuh terkena tanah,lalu tatapannya memandang sinis ke arah wanita itu
"apakah kau tidak berniat untuk meminta maaf,putri ximing?."tekan lu chenyu menatap dingin ke arah wanita yang sudah dengan sengaja menjegal sinyya dengan kakinya hingga menyebabkan sinyya terjatuh
"apakah itu perlu?"jawab lu ximing memandang sinyya remeh
"kau sudah membuat putri sinyya terjatuh dengan sengaja.apakah pertanyaan ku masih memerlukan jawaban seperti itu dari mu?"
"kau terlalu naif pangeran dengan terlalu memperdulikan wanita bodoh ini.dia seorang pembunuh,maka sepantasnya dia mendapatkan perlakuan seperti itu dari ku,malah ini masih belum apa-apa untuk nya."ujar lu ximing sarkas.memandang tajam ke arah sinyya
"Lu ximing.jaga ucapan mu"tekan lu chenyu mengepalkan tangannya memandang tajam ke arah lu ximing
sinyya mengelus pelan tangan lu chenyu agar tak terbawa emosi
sinyya berjalan memutari lu ximing,ia berhenti tepat di sebelah lu ximing
"ah benarkah?,aku pembunuh?.pengapa aku tak mengingat nya---siapa pembunuh itu,aku atau---ibumu?."ujar sinyya pelan di telinga lu ximing
Lu ximing mengepalkan tangannya erat,melirik sinyya bengis
sinyya memundurkan langkahnya untuk kembali berdiri di samping lu chenyu.lalu tersenyum menatap lu ximing
"kau tau?.tindakan mu ini sangat tak mencerminkan seorang putri kerajaan"
"apa maksud mu?apakah kau membicarakan dirimu sendiri?"sarkas lu ximing dengan terkekeh menatap remeh ke arah sinyya
"apakah pantas seorang putri,menjegal rakyat nya,apalagi aku adalah istri pangeran yang tak lain adalah kakak iparmu.ah apakah otak mu terlalu bodoh untuk mempelajari pelajaran etika yang begitu dasar,tentang kesopanan?"
sinyya tersenyum melirik ke arah sekitar yang sudah memperhatikan mereka sedari awal pertikaian tadi,lalu ia berjalan pergi meninggalkan lu ximing dengan menarik lengan lu chenyu agar mengikutinya.
percayalah opini publik lebih mengerikan untuk menjatuhkan mental seseorang. di bandingkan tindakan kasar secara fisik dari satu orang. karena omongan yang keluar dari mulut seseorang lebih beracun untuk menyakiti batin serta fisik,dibanding tindakan kejam apapun itu.
"ah lihatlah putri lu ximing sangat tidak tau malu"
"biasalah buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya"
"hmm,kemarin ibu nya sekarang sepertinya ia yang akan kembali membunuh seseorang"
"ya sepertinya otaknya terlalu bodoh untuk memahami tentang etika, perlakuannya sungguh buruk"
Lu ximing menunduk mendengar cemoohan dari beberapa warga yang tertuju ke arah nya,ia sangat marah saat ini sungguh,hatinya sangat sakit ketika di tinggal pergi oleh ibundanya karena sebuah hukuman,sekarang ia mendapatkan tatapan jijik dari banyak orang,gigi nya menggertak menahan emosi yang keluar dari pancaran matanya yang mengeluarkan buliran bening.SEMUA INI SALAH SINYYA.YA SEMUA INI SALAH WANITA SIALAN ITU.karena telah merusak semua kebahagiaan nya