
..._________...
Sringg~
anak panah itu terbelah menjadi dua.sebelum berhasil menyentuh kulit sinyya.
"kau tak apa-apa?" tanya lu chenyu cemas. menatap wanita yang berada dalam dekapan satu tangannya dengan tangan lainnya memegang erat pedang yang berhasil menghalau serangan anak panah yang akan mengenai sinyya
sinyya tersentak dari lamunannya
"a-ah ya aku baik-baik saja" balas sinyya menghalau kegugupan nya
"bawa sinyya ke tempat yang aman" perintah lu xianyi yang sudah berdiri di depan sana. dengan ke tiga pria lainnya bersiap menghadapi orang-orang yang bertujuan mencelakai sinyya
lu chenyu mengangguk.ia memasukan kembali pedangnya ke dalam sarung pedang pada pinggangnya.lalu menuntun sinyya untuk berjalan ke arah pohon.dan mendudukan wanita itu di sana
"apa pa kau baik-baik saja?.apa ada yang terluka?.maaf kan kami karena tidak bisa menjagamu" lu chenyu menangkup ke dua pipi sinyya dengan pandangan bersalah.perkataanny begitu lirih di pendengaran sinyya
sinyya menggenggam tangan lu chenyu yang bertengger di pipinya. "heii.sudah ku bilang aku tak apa-apa.percayalah.swkarang aku hanya sedikit lemas karena efek bius dan sedikit lapar" cicit sinyya di akhir kalimat seraya menyengir lucu
lu chenyu mengerjap. lalu terkekeh sesaat
"baiklah kau istirahat lah dulu.aku akan menjaga mu di sini.sampai bala bantuan dari istana datang"
sinyya mengangguk.ia menatap ke arah depan dengan pugung bersandar di batang Pepohonan.
di depan sana ke tiga pangeran beserta shen tiansu tengah melawan beberapa orang berbaju hitam tertutup.seperti seorang ninja.sejauh ini ke empat orang itu masih terlihat mampu melawan orang-orang itu.walaupun di waktu ke waktu jumlah mereka semakin bertambah banyak.sinyya memandang kagum ke arah lu xianyi dan juga lu tian yang terlihat santai menyerang lawan namun kelincahan dan keberingasan mereka dalam menebas musuh harus ia berikan empat jempol.dua jempol tangan dan dua lagi jempol kaki.saking hebatnya mereka bertarung.mamang jabatan jenderal dan juga panglima Perang sangat cocok untuk bersanding dengan mereka.tapi bukan berarti ketangkasan berpedang serta ilmu bela diri lu tinyu dan shen tiansu tidak bagus.mereka juga sama-sama hebat hanya saja untuk lu xianyi dan juga lu tian satu tingkat berada di atas mereka.
sampai sebuah suara mengalihkan perhatian sinyya.di depan sana semua orang-orang berbaju hitam yang sempat bertarung dengan para pangeran serta shen tiansu sudah kabur entah ke mana.ketika mendengar suara langkah kaki banyak orang di susul dengan teriakan-teriakan yang memanggil nama mereka
lu xianyi yang melihat orang-orang itu kabur.beserta ke datangan para pengawal dan para keluarga kerajaan pun menoleh menatap pada shen tiansu.
shen tiansu mengangguk.seakan mengerti arti tatapan lu xianyi.tanpa berkata ia langsung pergi dari sana
lu tian berjalan cepat ke arah sinyya ketika melihat wanita itu sudah berdiri dari duduknya.tanpa aba-aba,ia memeluk tubuh sinyya dengan erat.membenamkan wajahnya ke ceruk leher wanita itu.seraya bergumam lirih
"maaf"
"maaf.karena kami tidak becus menjagamu"ujar lu tian dengan suara lirih.sungguh ia menyesal dan merutuki kebodohan nya dalam menjaga permaisuri mereka.istri mereka satu-satunya.ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada mereka bila sinyya pergi meninggalkan mereka
"kau boleh menghukum ku.dan ke tiga saudara ku.karena kami lalai telah menjagamu" lanjut lu tian seraya terus mengeratkan pelukannya
sedangkan para pengawal.raja retara serta para utusan kerajaan yang memutuskan untuk ikut serta dalam aksi pertelongan.ketika mendengar pemberitahuan bahwasanya sinyya di culik dengan para pengeran yang mengejar berupaya untuk menyelamatkannya.hanya di buat cengo dan berdiam diri dengan mulut terkantup rapat.melihat dua sejoli tengah berpelukan.dengan pugung si pria yang terlihat bergetar.
sinyya menarik diri dari dekapan lu tian.ia memandang suami ke duanya itu dengan bibir tersenyum tipis. melihat bagaimana rupa suaminya saat ini dengan keringat yang membanjiri wajah serta tubuh.lalu mata yang terlihat sedikit sembab serta hidup yang sedikit memerah.ingin sekali ia tertawa ngakak menertawakan para lelaki yang berstatus suaminya itu tak kalah berantakannya dengan lu tian.sinyya mengusap rambut lu tian pelan
"jangan menyalahkan diri sendiri.kalian tidak salah.yang salah adalah aku.aku yang terlalu teledor di sini" ujar sinyya menatap lembut lu tian lalu beralih mentap para suaminya yang lain.sedangkan untuk lu chenyu sudah sedari tadi melingkarkan tangannya di pinggang ramping wanita dengan wajah yang terlihat santai tak berdosa.dengan banyak orang yang melihat interaksi mereka
lu tian menggeleng ribut
"tidak.tidak.kau harus menghukum kami.kami pantas mendapatkan itu karena telah lalai dalam menjagamu.hukum kami semau mu sebagai balasan atas kebodohan kami"
sinyya memandang lu tian se bentar."tidak.tidak ada hukuman untuk kalian.karena kalian sama sekali tak bersalah sedikitpun." balas sinyya seraya tersenyum memandang para suami nya
"lu tian benar.kami tetap harus di beri hukuman karena telah membuat mu berada dalam situasi membahayakan seperti tadi" seru lu xianyi menimpali dengan raut wajah serius menatap sinyya.dengan di angguki ke tiga pangeran lainnya tanda setuju
sinyya menghela nafasnya pelan melihat betapa keras kepalanya ke empat pangeran
"baiklah.hukuman kalian adalah dengan terus berada di sisiku.menjagaku dengan ke adaan kalian yang tidak boleh terluka nantinya"putir sinyya membuat ke empat pangeran terdiam di buatnya
"dasar bodoh.hukuman macam apa itu.tanpa kau minta pun kami akan selalu melindungi mu berada di sisimu" sahut lu tinyu memandang aneh ke arah sinyya dengan alis mengerut
sinyya mendengus mendengar jawaban lu tinyu dengan di awali umpatan ke arahnya.mengapa pria itu harus merusak suasana melow ini
"sudahlah.kalian harus menerima keputusan ku.karena itu merupakan hukuman yang pantas untuk kalian."
dan setelahnya sinyya merasakan bahwa sanya. tubuh nya telah di rempug oleh pelukan dari para suaminya secara bersamaan.membuat sinyya hampir kesulitan bernafas
"uhuk.uhuk.kalian ingin membunuhku hah"
kesal sinyya memukul tubuh mereka.namun sayang kekuatan tangannya kalah besar dengan kekuatan mereka.hingga pukulan itu tidak berdampak apa-apa pada tubuh mereka ke empat pangeran yang terkena pukulan sinyya
"ekhem" dehem pangeran mahkota dari kerajaan cenbreansa.berusaha menyadarkan para manusia yang tengah berpelukan di hadapan mereka.bak Teletubbies
sinyya berusaha mendorong para pangeran dari acara memluknya.ia memandang para pengawal.raja serta para utusan istana dengan kikuk,sedikit malu ketika aksi mereka di pertontonkan seperti ini.sedangkan ke empat pangeran hanya diam tak bergeming dengan muka santai tanpa ekspresi menatap orang-orang yang berkumpul di hadapan mereka
"ekhem" dehem raja retara berusaha menghilangkan kecanggungan yang tercipta "apa kalian baik-baik saja?. bagaimana dengan ke adaan mu.putri.apa mereka menyakitimu?"tanya raja retera menatap ke lima orang di hadapannya