
Lu tian berjalan dengan tergesa menuju kamar sang raja,di sepanjang lorong menuju kamar ayahanda nya di penuhi dengan mayat para pengawal dan kesatria dari istana serta beberapa orang berbaju hitam yang tak ia kenal,mungkin itu merupakan penyusup yang tumbang pada pertarungan melawan orang-orang dari istana nya.
Langkah lu tian semakin cepat ketika melihat pintu kamar sang ayah telah terbuka dengan lebar.matanya melirik ke sekitar, semuanya sepi hanya terlihat beberapa mayat yang berserakan,ia bernafas lega ketika melihat sang ayah masih berada di atas tempat tidur dengan ke adaan masih menutup mata.
Dengan enteng lu tian membopong tubuh sang ayah,membawanya keluar dari kamar yang sebelumnya ia tempati .lu tian berjalan melewati beberapa lorong,lalu masuk pada sebuah perpustakaan kecil yang terlihat rapih, walaupun jarang di pakai.menarik sebuah hiasan bertiang,hingga membuat salah satu rak buku terlihat berputar membuka jalan.
Tanpa kata lu tian berjalan masuk membawa sang ayah pada satu kasur dan menempatkan nya di sana.ini merupakan kamar peristirahatan dan persembunyian nya ketika kecil,seraya di sibukan dengan aktivitas nya dalam membaca,dan hanya dialah yang tau tetang tempat ini.karena perpustakaan ini memang di khususkan untuk dirinya sendiri yang merupakan hadiah ulang tahun dari sang ibunda.
Menarik selimut sebatas dada sang ayah, lu tian segera keluar dari tempat itu setelah memastikan semuanya aman.
Bila di lihat sekilas tempat ini hanyalah perpustakaan lama biasa yang sudah tak terpakai,tidak ada yang tau bahwa terdapat tempat rahasia di dalamnya.dan semoga saja tempat ini merupakan tempat yang paling aman untuk sang ayah.
Lu tian segera berjalan menuju bangunan istana utama,ia tengah di bingungkan tetang keberadaan beberapa bangsawan yang sudah ia tugaskan untuk menjaga ayah nya,kemana mereka pergi?,jika semua mayat yang ber ceceran di lantai sekitar kamar sang raja,hanya lah mayat-mayat sang pengawal dan juga para penyusup.lantas di mana para bangsawan itu berada?
Melihat ke adaan di bangunan istana utama terlihat tak jauh berbeda dengan keadaan lorong istana yang sempat ia lewati ketika menuju kamar sang ayah, terdapat banyak mayat tergeletak di mana-mana,lu tian segera pergi menuju kamar sinyya,entah mengapa hatinya tiba-tiba merasa risau memikirkan keadaan sang istri.ia tidak akan memaafkan dirinya bila terjadi sesuatu pada sinyya.
Melihat kesatria yang di tugaskan lu tian sudah tak bernyawa,membuat jantung lu tian berdetak lebih cepat.ia sangat menghawatirkan keadaan sinyya saat ini.
Dengan cepat lu tian mendobrak pintu kamar sinyya yang terlihat masih tertutup rapat dari luar.
"Sinyyaa!!"teriak lu tian dengan was was ketika tak mendapati keberadaan sinyya di mana pun di dalam kamar wanita itu.
Ia harap semua pemikiran buruknya ini bukanlah kenyataan, dirinya sangat cemas,ketika ekstensi sinyya tak terlihat oleh pandangan matanya."Sinyya jawab aku,bila kau masih berada di sekitar sini!!" Semuanya hening tidak ada sahutan dari arah manapun
"Sial"umpat lu tian,dengan cepat ia berlari menuju barak kesatria, untuk melihat para bangsawan yang lain,ia juga berharap semoga sinyya berada di antara mereka.
Namun naas yang lu tian lihat tetaplah sama,barak kesatria terlihat sangat kacau dengan beberapa mayat kesatria dan dayang dengan keadaan tubuh sudah membiru juga terdapat banyak luka-luka pedang yang terdapat di beberapa bagian tubuh mereka.
"Y-yang mulia"
Lu tian mengedarkan pandangannya ketika mendengar panggilan lirih,terdengar di pendengaran nya.dirinya langsung berlari ke arah salah satu kesatria yang terlihat masih membuka matanya di tengah luka serius yang banyak terdapat pada anggota tubuhnya.
"Apakah kau masih hidup?!,cepat aku akan membantu mu untuk mengobati luka-luka mu"
"Ti-tidak yang mulia, ha-hamba sudah tidak kuat"
Lu tian menggeleng"dengarkan aku,aku akan membantu mu agar kau selamat"
Kesatria itu menolak dengan keras,karena ia merasa sebuah pengobatan pun tak akan bisa mengembalikan nyawanya yang sudah berada di ujung tanduk.
"Se-selamat kan mereka, yang mu-mulia"
Lu tian menatap kesatria itu dengan serius
"Pem-pemberontakan uhuk,kesatria mereka menyekap para bangsawan di aula istana,uhuk"
"Apa magsudmu?,apa yang sebenarnya telah terjadi?, siapa yang memimpin pemberontakan mereka?!"seru lu tian cepat menatap kesatria itu menekan maminta penjelasan
"Pa-pangeran,uhukk"kesatria itu langsung terkulai tak sadarkan diri setelah menyemburkan darah yang lumayan banyak dari mulutnya . lu tian mengecek pernafasan kesatria itu dari hembusan nafas nya pada hidung
"Sial dia telah meninggal"
Tanpa berlama-lama lu tian langsung berlari ke arah aula istana yang berada tepat di bangunan istana utama.dirinya menjadi lebih resah dengan pandangan menatap tajam lurus ke depan ketika melihat keadaan istana yang begitu kacau,dengan pelayan dan para pengawal mati tergeletak di mana-mana, istana saat ini terlihat seperti kastil mewah tak berpenghuni, yang habis dalam pembantaian.
Dari arah aula istana dapat lu tian dengar suara-suara nyaring bersahutan.sebenarnya apa yang telah terjadi di sini.semuanya terasa begitu cepat hingga sulit untuk lu tian cerna
Lu tian menggenggam pedang yang sedari tadi ia bawa dengan erat,entah mengapa ia seperti merasakan akan menghadapi bahaya ketika memasuki aula istana.
Sringgg~
Lu tian merasakan beberapa pedang tengah teracung di beberapa bagian tubuhnya .lu tian terdiam,matanya melirik sekitar Terdapat delapan kesatria yang tengah menodongkan pedang ke arahnya.
Dengan cepat lu tian langsung menangkis dan menyerang mereka secara acak,hanya butuh lima menit ke delapan orang kesatria itu sudah tumbang dengan ke adaan tak bernyawa.
Lu tian bergeming di tempat kesatria-kesatria itu adalah kesatria yang di latih oleh pihak istana secara khusus,lalu mengapa mereka kini menyerangnya dan para bangsawan?,apa yang menyebabkan mereka berbalik melawan pihak kerajaan.
Prok!
Prok!
Prok!
Lu tian menatap tajam dua orang di hadapannya,"sial sudah ku duga ini adalah ulah kalian"
"Memang,tapi sayang ternyata kalian masih kurang teliti dalam menghadapi kami" pria itu menyeringai menatap remeh ke arah lu tian
"Pangeran"
Sang pria melirik sekilas ketika mendengar suara panggilan mengarah ke arahnya,tak lama pria itu mengangguk.
"Serang dia,dan bawa masuk ke dalam untuk berkumpul dengan para hamanya yang lain"
Melihat beberapa kesatria mulai kembali bermunculan menyerangnya dengan sigap lu tian segera melawan mereka, semuanya terasa mudah baginya,bahkan ia bisa menumbangkan lima puluh kesatria terlatih hanya dalam beberapa menit.
Pria itu memandang datar lu tian yang tengah melawan beberapa pasukan kesatria,tak lama ujung sebelah bibir nya terangkat menatap salah satu kesatria yang bersembunyi di antara pilar istana.melumpuhkan lu tian bukanlah hal yang mudah,maka dengan itu ia telah mempunyai rencana lain yang bisa membuat lu tian bertekuk lutut di hadapannya.
Sett~
"Akhh"konsentrasi lu tian terpecah ketika merasakan sesuatu menusuk belakang lehernya, tangannya terulur mencabut sebuah jarum yang menancap pada dinding kulit nya "sial pria itu menembakan racun pelumpuh padaku" tak berselang lama tubuh lu tian terasa lemas tak bertenaga,dirinya langsung jatuh berlutut di hadapan para kesatria dan dalang di balik semua ini.
Salah seorang wanita menyeringai menatap lu tian yang sudah teringkus oleh beberapa bawahannya."Bukankah sudah ku bilang lu tian,beberapa hari lalu?!.aku akan membalaskan dendamku pada kalian,maka sekarang nikmatilah semua pertunjukan yang akan aku berikan"
Pria itu ikut tersenyum melihat sang wanita terlihat puas menatap ke arah lu tian,"sudahlah Orleans lebih baik kita kembali ke dalam,dan melakukan pertunjukan selanjutnya"pria itu menggenggam telapak tangan sang putri setelah melirik sebentar ke arah lu tian yang terlihat menatap nya dengan tajam.
Mereka berdua masuk ke dalam aula di ikuti lu tian, yang ikut di seret masuk oleh beberapa kesatria.ingin memberontak pun lu tian tak bisa,semua anggota tubuhnya sulit untuk ia gerakan saat ini,efek racun pelumpuh itu sudah menyebar ke seluruh tubuhnya dengan cepat.
Tubuh lu tian di dorong ke antara banyak nya orang yang terlihat ikut di Sandera di dalam aula istana itu,tangan dan kakinya terikat oleh tali yang di bawa beberapa kesatria.
Matanya memandang ke arah banyaknya sandera, yang bernasib sama seperti nya,semua bangsawan yang tadi sempat bersamanya kini juga sudah ikut terikat lebih dulu sebelum dirinya ,sebagian pelayan juga kesatria mengalami hal yang sama, sepertinya mereka adalah orang-orang yang masih berada di pihaknya.
"Yang mulia bagaimana sekarang?,semuanya akan habis bahkan para bangsawan yang tadi anda perintahkan untuk membantu mengamankan korban kebakaran di rumah bordir pun turut serta masuk ke dalam jebakan pria dan wanita brengsek itu"
Lu tian terdiam matanya mengamati wajah-wajah para bangsawan,keadaan mereka tak bisa di katakan baik,saat ini.dengan luka pukul dan pedang di sekitar tubuh mereka,ia yakin mereka sempat melakukan perlawanan hingga berakhir mendapatkan luka-luka itu. lu tian kini mengerti terbakarnya rumah bordir adalah salah satu pancingan agar para bangsawan dapat datang ke istana dan ikut terlibat dalam aksi penyanderaan ini.
"Hiks kakak"
Mata lu tian beralih ke asal suara,ia melihat lu ximing tengah terikat dengan keadaan yang kacau dan mata sembab, matanya langsung menjadi datar ketika melihat lu jiansu terikat tidak jauh dari tempat lu ximing berada,bahkan pria itu memiliki luka lebih parah dari para sandera lainnya.
Matanya kembali menatap lu ximing yang terus bergumam memanggil dirinya."kau baik-baik saja?"
"Hiks kakak aku tak mau berada di sini,mereka memperlakukanku dengan kasar" ingin berbicara pada lu jiansu pun ia tak bisa kakak kandungnya itu terlihat sesekali menutupkan mata,menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.hanya lu tian lah yang saat ini mungkin bisa ia andalkan,dalam fikirannya.
Lu tian memindai ke adaan lu ximing yang terlihat berantakan dengan cap tangan merah berada di pipi,sang adik berbeda ibu itu.
Ia menghela nafas pelan,di saat seperti ini lu tian tak bisa berbuat apa-apa,ia merasa kecewa pada dirinya sendiri karena telah gagal menjaga keluarga,dan rakyat nya.lu tian hanya berharap bala bantuan akan segera cepat datang,dan membantu mereka.
Matanya kembali menatap lu ximing setelah teringat tentang keberadaan sinyya, istrinya itu tidak ada di antara para Sandera di dalam aula,lantas di mana sinyya berada?.
"Apa kau melihat sinyya?,dimana dia?,apa dia baik-baik saja,mengapa tidak ada di antara kalian?"
Lu ximing mendongak ketika mendengar pertanyaan beruntun dari lu tian, matanya tiba-tiba memancarkan aura emosi "aku tak tau dia berada dimana,sejak aku di tarik paksa ke sini,aku tidak menemukan sinyya berada di antara mereka.wanita itu tidak ada di dalam aula"
Lu tian bertambah gusar ketika mendengar ucapan lu ximing,namun tiba-tiba ucapan lu ximing selanjutnya membuat lu tian menjadi sedikit emosi.
"aku yakin istri mu itu berkomplot dengan mereka untuk menjebak kita kak!"
Lu tian menatap tajam lu ximing,aura nya terasa lebih mencekam di banding saat ia melawan para bajingan tadi, "jaga mulut mu lu ximing"desis lu tian tajam
Lu ximing mengepalkan tangannya erat di antara tali yang mengikat.bahkan saat seperti ini pun pria itu masih menghawatirkan keadaan sinyya.ingin sekali dia melenyapkan wanita itu agar tidak lagi bisa mengusik ketenangan nya,entah mengapa saat pertama kali melihat sinyya lu ximing sudah tak menyukai wanita yang dulu selalu bertutur kata lembut itu.
Lu tian menatap datar ke arah depan menampilkan putri Orleans dengan seorang pangeran tetangga tengah menatap dirinya dan para sandera dengan pandangan meremehkan.sesekali kedua orang itu terlihat meminum sebuah wine seperti tengah menikmati raut wajah gusar dari para bangsawan dan anggota kerajaan, yang telah ia Sandera.
..._________...
...Note:pengawal/prajurit dan kesatria di sini berbeda,pengawal adah orang-orang yang khusus di tugaskan untuk menjaga istana dengan pelatihan di bawah kesatria.sedangkan kesatria adalah pasukan khusus yang di latih untuk bertempur pada medan perang,atau sebagai kesatria pribadi....