
setelah selesai sarapan bersama lu tinyu di kediamannya sinyya kembali pulang ke paviliun.
sesampainya di kamar,sinyya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya, ya walaupun ke empat pangeran menikahinya untuk balas dendam tapi entah kenapa semua keperluannya tersedia di paviliun nya, jika di pikir pikir bukankah ini adalah tempat bak untuk seorang putri.jika mereka menikahi pemilik tubuh asli ini hanya untuk balas dendam harusnya mereka menempatkannya di tempat kumuh dan tak terawat dan mungkin segala kebutuhannya di batasi.
jika di pikir-pikir lu tinyu lumayan baik juga hanya saja dia begitu mesum kepadaku, tapi mengapa sikapnya bisa berubah ubah kadang baik kadang jahat;batin sinyya
"sudahlah aku masih belum mengerti akan semua ini nanti sore sebelum ke ulang tahun kaisar aku akan mencoba mencari bukti dulu di kediaman perdana menteri agar semuanya menjadi jelas, lagian rencana ki semalam untuk pergi ke kediaman perdana menteri harus gagal karena kedatangan pangeran lu xianyi" Gumam sinyya seraya mengubah posisi dari tidurnya menjadi duduk
"hmmm sambil nunggu sore lebih baik aku jalan jalan dulu saja ke taman" ide sinyya ia begegas berdiri laju berjalan keluar dari kamarnya
sinyya tengah duduk di pinggir kolam seraya memandangi pemandangan di sekitar taman, di lain sisi pangeran lu xianyi juga tengah berjalan melewati taman namun kakinya terhenti saat melihat sinyya tengah duduk di pinggir danau, dengan rambutnya terbang yang terbang sebagian di terpa angin, ia hanya memperhatikan nya dengan seksama
"cantik, jika saja kau bukan anak dari pembunuh ibuku mungkin aku ta akan segan untuk memberikan perhatian lebih padamu,saat ini kami masih mencari bukti lainnya,bukti yang saat ini kami miliki terlalu condong ke arah ayahmu" Gumam xianyi seraya terus memperhatikan sinyya dari balik pohon
_________
sinyya merasakan ada seseorang yang tengah mendekatinya dari arah belakang
tiba tiba seseorang menepuk pundak nya
"hai" ucap seorang wanita
sinyya berbalik menoleh ke arah asal suara itu
sinyya hanya menatapnya tanpa berkata
wanita itu tersenyum canggung melihat sinyya yang hanya terdiam menatap nya
"ekhem apakah kau putri sinyya yg menikahi ke empat pangeran" tanya wanita itu canggung
"ya" jawab sinyya singkat
sial perilakunya begitu sombong, dia hanya sekedar bahan pembalasan dendam lihat saja apa yg akan aku lakukan padamu,batin wanita itu menatap sinyya jengkel
"perkenalkan aku Xin luo aku adalah putri dari panglima perang tangan kiri di istana ini, sekaligus mantan kekasih pangeran lu tinyu" ucap wanita itu dengan nada bangga
"ohh" jawab sinyya acuh dan berbalik kembali menatap ke arah kolam yg ada di depannya
sialan dia masih bisa begitu angkuh mendengar mantan kekasih suaminya ada di istana ke empat pangeran,apakah dia pikir dia hebat, bisa-bisanya tak menanggapi ucapan ku,kesal Xu luo
tiba tiba Xu luo menarik tangan sinyya
"tolong! tolong jangan lakukan ini padaku, aku tau kau membenciku karena aku adalah mantan kekasih suamimu" ucap Xu luo dengan menarik-narik tangan sinyya
apa yang tengah ia lakukan,pikir sinyya heran
ia mencoba menarik tangannya kembali
"ampuni aku, ahhh"tiba tiba Xi luo melemparkan dirinya sendiri ke kolam
sinyya berbalik dia melihat pangeran lu tinyu menghampiri nya dengan emosi,ia menatap sinyya dengan tatapan tajam
lu tinyu langsung menceburkan dirinya ke kolam untuk membantu Xu luo
melihat itu sinyya mendengus
drama pikirnya
setelah membantu Xu luo naik ke tepian tiba-tiba,ia berdiri menghampiri sinyya
Plakkk~
satu tamparan keras dari lu tinyu mendarat di pipi sinyya
sinyya meringis ngilu merasakan tamparan dari lu tinyu, sedangkan Xu luo terlihat bahagia melihat sinyya mendapatkan tamparan dari lu tinyu
rasakan itu wanita ****** siapa suruh kau merebut lu tinyu dari ku
"mengapa kau menamparku" teriak sinyya dengan nada tinggi
"kau masih bertanya mengapa aku menamparmu? apa kau bodoh?,jelas-jelas aku melihatmu mendorong Xu luo ke dalam kolam, apa kau masih tidak mau mengaku? " cerca lu tinyu emosi dengan nada yg tak kalah tinggi juga
"siapa yg mendorongnya aku tidak mendorongnya sama sekali"
lu tinyu mengepalkan tangannya melihat sinyya yang tak mau juga mengaku
"lalu apa kau mau bilang Xu luo sendiri yg menceburkan dirinya ke dalam kolam?haa,aku tidak bodoh aku melihatnya sendiri kau yg mendorongnya jatuh"
"ya kau bodoh!!" sarkas sinyya di hadapan lu tinyu "kau tidak bisa menuduh ku sembarangan, apa kau buta? tanpa mencari tahu yg sebenarnya kau langsung menuduh ku mendorongnya,ingat pangeran lu tinyu kadang yg terlihat itu bukanlah seperti kenyataannya" ucap sinyya dengan nada rendah menahan emosi,lu tinyu terdiam mendengar perkataan sinyya
"sudah tinyu aku tidak apa apa, ini semua adalah salahku karena membuatnya cemburu akan kedatanganku kesini, aku bilang aku ingin menjenguk mu karena aku khawatir dan ingin melihat keadaan mu, tapi sepertinya putri tidak ingin wanita lain mendekati suaminya" ujar Xu luo seraya berpura-pura menangis
sinyya menatap malas ke arah xu luo
"benarkah?"tanyanya "tapi lu tinyu tak seberhaga itu untukku,hingga meributkan nya dengan mu" ucap sinyya pedas seraya tersenyum
lu tinyu tersentak mendengar perkataan sinyya
"jika kau mau.ambil saja.aku.yu.sinyya.tidak.memerlukan.dirinya."tekan nya
lu tinyu memandang tajam ke arah sinyya
"apa maksud mu"tanya lu tinyu menahan emosi,tangannya mengepal erat
"itu bukanlah kesalahan sinyya"
sontak semua orang menoleh ke asal suara itu