
"racun itu tak berhasil dia minum.tapi malah terkena penculikan.dan beruntung nya lagi wanita itu telah berhasil terselamatkan" Tandas putri Orleans kesal.seraya berbalik menatap seorang pria yang tengah duduk di sofa.
pria itu menyeruput kopi yang berada di meja hadapannya.dengan santai.ia menyenderkan badannya pada punggung sofa yang ia duduki.menatap intens wanita yang tengah berdiri di hadapannya Yang memperlihatkan raut wajah gusar.
"tenang saja,masih ada lain waktu untuk kita membunuh wanita itu.dan aku pastikan ia tidak akan seberuntung itu lain kali" sahut pria itu menyeringai
putri Orleans memijat pelan keningnya,walau begitu rasa gusar masih terlihat jelas di raut wajahnya "rencana apalagi yang akan kita lakukan.aku sudah tidak tinggal di kediaman pangeran lagi.para pangeran dengan terang-terangan telah mengusirku dari istana mereka dan memindahkan ku ke istana pusat ini"
pria itu memutar bola matanya malas
"kau terlalu bodoh.sudah hampir sebulan kau menetap di istana mereka.tapi melukai wanita itu sedikit pun kau tak mampu"ejek pria itu dengan senyum tersungging di sebelah bibirnya
putri Orleans mendengus kesal mendengar nya "hei kau tak tau saja.wanita itu terlalu beruntung hingga bisa terbebas dari semua rencana ku.kau pun selalu gagal mencelakai nya selama ini" timpal putri Orleans menatap remeh lawan bicaranya
pria itu melirik sekilas ke arah putri Orleans yang sudah duduk pada sofa singel yang tak jauh dari tempat nya duduk
"terlalu banyak orang yang menjaga dia.saat ini kita harus berhati-hati.dia tak boleh kita anggap remeh.kakak mu pun sudah hilang tanpa jejak usai penculikan itu gagal.mungkin saja dia saat ini sudah tertangkap oleh para pangeran itu"
putri Orleans mendelik tak suka mendengar perkataan pria itu "dia bukan kakak ku.dia hanyalah bidak dalam rencana ku"ucap putri Orleans menyeringai di akhir
pria itu berjalan ke arah putri Orleans
"hmm.terserah kau saja.ingat, putri itu memiliki kelebihan. ia menguasai bela diri sehingga kita tak boleh gegabah dalam mengambil keputusan " pria itu mengusap pipi putri Orleans sensasual.
"ya kau benar.wanita itu sedikit terlalu merepotkan untuk kita urus saat ini" balas putri Orleans seraya mengalungkan tangannya ke leher pria itu
Pria itu terlihat mengelus bibir putri Orleans dengan satu tangannya lagi yang bertengger di pinggang wanita itu "perlukah kita bermain sebentar.untuk menghilangkan penat"
dengan belasan tersenyum menggoda,putri Orleans berucap seraya mengelus dada bidang pria itu "ya mengapa tidak,pangeran"
_______
sinyya menatap jengkel ke arah pria yang terlihat tengah membetulkan lengan bajunya itu. ia berdiri tidak jauh dari ranjangnya berada
lu tian mendongak menatap sinyya yang tengah bersandar di punggung ranjang. ia tersenyum geli ketika melihat wajah masam sinyya.lalu mendekati wanita yang berstatus istri nya itu
"segeralah mandi.aku akan pergi sekarang karena memiliki sebuah urusan yang perlu aku tangani saat ini" lu tian mencium kening sinyya.sebelum wanita itu memalingkan muka ke arah lain enggan menatap dirinya.ia terkekeh di buatnya
sebelum keluar lu tian menyempatkan berbalik kembali menatap sinyya "oh ya sayang.yang semalam itu sangat nikmat" goda lu tian seraya mengedipkan satu matanya jail.yang di balas delikan tajam oleh sinyya sebelum akhirnya sebuah bantal melayang menghantam pintu yang lu tian tutup secara cepat.
"sana pergi kau.dasar mesum"maki sinyya frustasi.di susul gelak tawa dari arah luar
sinyya meraba bibirnya yang terasa sedikit kebas dan juga bengkak.menatap ke arah bawah bajunya sudah hilang entah kemana.sial jika seseorang melihatnya dalam ke adaan begini dengan lu tian bersamanya.pasti mereka akan berfikir dirinya sudah melakukan hal yang iya-iya bersama lu tian.padahal kan tidak sampai sana.ya bisa di bilang beru setengah karena lu tian tiba-tiba berhenti di tengah jalan.entah dia harus bersyukur atau kecewa.sial mengapa otaknya jadi terkontaminasi begini
ekhem.bila di ingat kejadian semalam membuatnya sedikit jengkel dan juga malu secara bersamaan.
_______
"kirimkan bahan makanan dan juga pakaian pada mereka,jangan lupa juga dengan obat-obatan di saat-saat seperti ini pasti akan banyak warga yang akan terjangkit virus hingga menjadi terjatuh sakit"papar lu chenyu menjelaskan pada salah satu mentri yang bertugas membantu evakuasi rakyat pada salah satu kota yang terjadi bencana banjir
"hmm, pastikan semuanya sampai ke tangan rakyat tanpa ada kurang satu pun,bila ada satu saja hal yang terjadi tanpa sepengetahuan ku, hingga membuat para rakyat kekurangan dan sengsara kau pasti tau apa akibatnya!"
dewan itu meneguk ludahnya Mentri.mendengar penuturan menekan dari lu chenyu,"hem,baik pangeran"
walaupun lu chenyu di kenal memiliki perangai yang baik di banding ke tiga pangeran lainnya.namun jika berhubungan soal kejahatan yang melibatkan kesejahteraan rakyat terganggu ia akan sama bengis nya dengan ke tiga pangeran lainnya.
"pangeran!!" teriak sinyya mengalihkan tatapan lu chenyu yang tengah memberi amanah pada salah satu mentri
lu chenyu tersenyum cerah ketika melihat siapa yang berteriak hingga menghentikan langkahnya
sinyya menatap pria yang berusia sekitar 30 tahunan ka atas yang terlihat menundukan badannya memberi hormat padanya.lalu mengalihkan tatapannya ke arah lu chenyu dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajahnya
"kau akan pergi kemana?" tanya sinyya
"ah,ini aku akan melakukan investigasi ke tempat yang terdampak banjir sekaligus melakukan pengecekan pengiriman bahan pangan ke sana
sinyya mengerutkan keningnya halus
"memang wilayah mana yang terjadi bencana banjir?"
lu chenyu tersenyum "di wilayah frondes,di bagian Utara kekaisaran,beritanya memang belum terlalu menyebar karena kejadian ini baru terjadi tadi pagi.jadi wajar bila kau belum tau" papar lu chenyu seraya mengusap kepala sinyya
sinyya manggut-manggut mengerti,lalu sejurus kemudian mengulas senyum cerah,bukan karena ia bahagia warganya mendapat musibah.namun sepertinya pergi ke luar istana sekalian mengecek ke adaan warga cukup bagus untuk ia lakukan kali ini.
"boleh aku ikut.aku janji tidak akan membuat mu repot" pinta sinyya dengan antusias
lu chenyu terdiam mendengar permintaan sinyya,ia melirik salah satu mentri di sebelahnya yang juga hanya terdiam dengan menunduk.
lu chenyu menghela nafasnya.lalu beralih menatap sinyya yang terlihat masih dengan ekspresi yang sama yaitu dengan senyum mengembangnya "kau yakin?.di sana akan banyak orang-orang yang kotor,bahkan tempat sekitar nya pun akan sangat buruk dan juga tercemar karena puing-puing reruntuhan akibat banjir. mungkin saja banjir saat ini belum juga surut.aku takut kau menjadi berakhir sakit setelah pulang dari sana" ucap lu chenyu cemas memberi pengertian
"tenang saja tidak akan terjadi apa-apa padaku ketika di sana maupun sehabis dari sana.aku hanya ingin ikut dengan mu dalam membantu warga yang tengah tertimpa musibah saat ini"
"ya,ya,ya,.ijin kan aku ikut. aku sangat ingin melihat keadaan mereka.aku juga bosan berada di istana terus menerus" lanjut sinyya kembali meyakinkan lu chenyu
di lihat nya lu chenyu yang terlihat terdiam . sinyya tebak suaminya ini tengah memikirkan permintaan nya untuk ikut.sampai ketika anggukan ringan terlihat dari kepala lu chenyu.membuat sinyya seketika memeluk lu chenyu bahagia.
"terimakasih.terimakasih" seru sinyya dengan riang
"hmm,tapi kau harus menggunakan sepatu baju yang tebal ketika pergi kesana"
"siap pangeran" hormat sinyya setelah melepaskan pelukannya dari pria itu "kalau begitu aku akan berganti pakaian dulu menggunakan celana agar lebih mudah ketika berjalan"ujar sinyya
"ayok liu su kau harus membantu ku bersiap-siap" ajaknya pada liu su yang sedari tadi hanya terdiam mengamati di belakangnya
lu chenyu menggelengkan kepalanya pelan seraya tersenyum kecil.menatap punggung sinyya yang terlihat semangat dengan berjalan terburu-buru menuju paviliun nya
__________