
"apakah benar kau tidak ada yang terluka?" tanya lu chenyu cemas menatap ke arah sinyya.ketika ia sudah sampai mengantar sinyya hingga masuk ke dalam kamarnya
sinyya mentap lu chenyu seraya tersenyum
"iya aku tak apa-apa pangeran" jawab nya seraya menangkup pipi lu chenyu dengan tangannya
lu chenyu memegang tangan sinyya yang berada di pipinya,lalu di kecupannya kedua tangan itu
"benar kah?" tanya nya lagi,dengan tatapan menelisik ke sekitar bagian tubuh sinyya
sinyya hanya mengangguk menanggapi
"shhh" ringis sinyya ketika merasakan genggaman lu chenyu menjadi sedikit erat
"kenapa?" lu chenyu menatap sinyya dengan pandangan khawatir
"apakah ada yang terasa sakit?" tanya nya seraya membalik telapak tangan sinyya
sinyya menatap telapak tangannya yang tengah di genggam lu chenyu,di sana terdapat beberapa goresan luka yang mengeluarkan sedikit darah.sepertinya ia terluka ketika menahan berat tubuhnya saat terjatuh tadi.dan luka itu baru terasa sekarang
Lu chenyu memandang cemas ke arah sinyya,ketika mendapati beberapa goresan di telapak tangan cantik nya
tanpa berlama-lama lu chenyu segera menyuruh pelayan sinyya liu su,untuk menyiapkan kain, air hangat dan juga salep untuk mengobati luka sinyya
ia menuntun sinyya untuk duduk di sisi ranjang gadis itu,seraya menunggu liu su mengambil obat.lu chenyu memberikan tiupan ringan agar luka sinyya tidak terasa terlalu sakit
"apakah ini sakit?" tanya nya memandang ke arah sinyya
sinyya tersenyum lalu menggeleng pelan
"tidak,ini tidak terlalu sakit"
"benarkah.apakah kau yakin?,atau, sepertinya aku perlu memanggil tabib"
"tidak perlu.ini hanya luka kecil saja,besok juga pasti sudah sembuh.percayalah" ujar sinyya meyakinkan.hatinya menghangat mendapatkan tatapan cemas dari lu chenyu,ah suaminya yang satu ini selalu saja berhasil membuat dirinya merasa nyaman
Lu chenyu menghembuskan nafas nya pelan
"hmm, baiklah" pasrah nya
_______
Cup
Cup
lu chenyu mengecup ke dua telapak tangan sinyya yang di lapisi perban bergantian.ia baru saja selesai mengobati lengan sinyya
"kau istirahat lah"ujar nya mengusap lembut kepala sinyya
"aku akan pulang dulu ke paviliun ku,nanti aku akan kemari lagi"lanjut lu chenyu yang di balas anggukan pelan oleh sinyya
ia mengecup pelan kening sinyya,lalu beralih ke kedua telapak sinyya
"cepat sembuh"
cup
sinyya mengecup pipi lu chenyu
lu chenyu terkekeh,ketika tersadar mendapatkan kecupan dari sinyya
"sama-sama"ucap nya lalu beralih mengusap pelan pipi sinyya "aku pergi dulu"
sinyya mengangguk menanggapi.lalu ia tersenyum seraya menggigit gemas bantalnya ketika melihat lu chenyu telah keluar dari kamarnya
"Ekhem"
dehem liu su menyadarkan sinyya
"sepertinya putri begitu menikmati waktu bersama pangeran lu chenyu"goda liu su ketika masuk ke dalam kamar dan mendapati majikannya itu tengah menggigiti bantal dengan muka senyum-senyum sendiri
sinyya menggaruk kepalanya canggung
ia terkekeh mendapati liu su tengah memergokinya salah tingkah
liu su ikut terkekeh geli melihat sinyya yang tengah tersenyum
"bagaimana menurutmu?" tanya sinyya dengan mata menatap terus ke arah pintu
"apanya yang bagaimana putri?" balas liu su tak mengerti
sinyya mentap ke arah liu su yang tengah berdiri di samping ranjangnya
"pangeran lu chenyu"
"yang mulia,sangat baik, malah yang mulia pangeran lu chenyu adalah yang paling baik menurut liu su, di antara pangeran lainnya,ia yang paling ramah di sini,dan yang pasti memperlakukan anda juga dengan begitu perhatian" ujar liu su menanggapi "ah tapi putri,jangan memberitahukan ke pada ke tiga pangeran lainnya bahwa saya telah lancang menilai mereka dengan berbeda, maksudnya ke tiga pangeran lainnya juga merupakan orang yang baik,hanya saja di sini pangeran lu chenyu lah yang lebih terlihat hangat di banding yang lainnya" cicit liu su menjelaskan
"tenang saja aku tidak akan mengadukannya.dan kau benar,aku pun sependapat dengan mu,pangeran lu chenyu adalah pangeran yang paling hangat di antara pangeran yang lainnya"
"dan dia juga sangat tampan"lanjut sinyya dengan bibirnya yang terus mengukir senyum membayangkan perhatian lu chenyu yang di berikan padanya
ah sinyya berkata seperti itu.bukan berarti ke tiga suaminya yang lain tidak tampan,mereka semua tampan ko sangat tampan malah,hanya saja vibes Pangeran lu Chenyu yang hangat memberi nya point plus dalam pandangannya.berbeda dengan pangeran xianyi yang menurutnya sangat irit bicara, membuatnya ingin menyumbangkan sebagian pita suaranya.pangeran ke dua lu tian yang sering bersikap mesum akhir-akhir ini, seperti meminta untuk ia depak dan pangeran ke tiga lu tinyu yang Tsundere,dan sedikit childhis membuatnya gemas sendiri ingin menenggelamkannya di danau kediaman pangeran.ah tidak-tidak jika begitu akan mengurangi lelaki cogan nya
walaupun sikap mereka tergolong aneh-aneh namun ia menyayanginya ko,lagian siapa sih yang ga sayang sama cowok-cowok tampan, apalagi baginya ini merupakan real bukan suatu ke haluan,jadi sangat tidak patut untuk ia sia-siakan,kecuali jika di antara mereka ada yang mencoba berselingkuh darinya,maka tak akan segan-segan ia akan membuat suami dan selingkuhannya itu babak belur karena telah mengkhianatinya,berdoa saja semoga mereka tidak melakukan hal bodoh itu
liu su yang sedari tadi memperhatikan sinyya yang tengah terbengong dengan bibir tersenyum,dan sesekali terkekeh,hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan
________
"pulang lah,malam ini aku tak memerlukan mu" ujar lu xianyi ketika turun dari kudanya
shen tiansu yang merupakan sahabat yang merayap menjadi ajudan serta bawahan lu xianyi hanya memutar bola matanya malas
"mengapa tidak dari tadi,kenapa ketika sudah sampai di kediaman mu kau baru berbicara" ketus shen tiansu jengkel
"supaya kau memiliki sedikit kegiatan lain" ujar lu xianyi enteng
shen tiansu hanya mendengus jengkel mendengar jawaban xianyi
"sudah lah aku akan pergi" ujar shen tiansu lalu memutarkan kudanya untuk keluar dari kediaman pangeran
xianyi mentap kepergian shen tiansu dari kediamannya lalu memutar tubuhnya untuk masuk ke dalam.setelah menyerahkan kudanya ke pengawal.
ya lu xianyi baru saja pulang dari perbatasan,sesudah dua hari dari ulang tahun kaisar waktu itu,lu xianyi kembali ke perbatasan untuk mengecek ke adaan di sana setelah mendengar ada penyusup di perairan perbatasan kekaisaran jinsucha.selalu saja seperti ini,padahal perang baru saja usai,tapi beruntung kali ini ia tak memakan waktu terlalu banyak di sana