
Sinyya terbangun dalam tidurnya dengan jantung yang berdetak kencang,keringat dingin membasahi pelipisnya.dia menangis ketika mengingat kejadian-kejadian yang terjadi dalam mimpinya tadi,semua itu terlihat nyata baginya,ia yakin itu adalah ingatan-ingatan sinyya di masa lalu tapi mengapa terdapat tiga jalan kehidupan yang ia lihat?, sinyya mengerjapkan matanya ketika teringat akan sesuatu.mengapa seperti ada yang aneh di sini,ketika ia melihat dua kehidupan 'sinyya' ia bukan hanya di perlihatkan tapi ia pun seperti di bawa untuk merasakan dengan masuk dan berada di tubuh 'sinyya' namun dengan dirinya yang seperti tengah di kontrol dalam drama dua kehidupan itu,ia merasakan rasa sesak,sakit hati,kecewa,marah dan sakit pada anggota Tubuh nya secara nyata,seperti dia tengah benar-benar mengalami hal itu.namun melihat putaran kehidupan sinyya yang ketiga mengapa dia hanya seperti orang yang tengah menonton tv?,dan bukannya merasakan kejadian itu secara langsung seperti di dua ingatan kehidupan sinyya lainnya?.
Kepala sinyya berdengung sakit ia seperti di hantam ribuan ton batu besar pada kepalanya.
"Arghhh" jerit sinyya memegang erat kedua sisi kepalanya.sebuah kejadian terlihat saling bermunculan mengisi ruang kepala nya, seperti memori rusak yang tengah di perbaiki. banyak ingatan-ingatan yang tak asing menyeruak masuk memenuhi isi kepalannya hingga membuat sinyya meraung kesakitan,di tengah rasa sakit itu sebuah cahaya muncul dari arah pahanya dan tak lama cahaya itu pecah dan menghilang dengan sendirinya.
"Arghhhh"sinyya melepaskan pegangan tangannya pada kepalanya,ketika merasakan rasa sakit itu sudah berkurang dan berangsur-angsur membaik, tangan nya langsung bergerak menyingkap selimut juga gaun tidur yang ia pakai hingga sebatas pahanya.
Dirinya tiba-tiba terisak dan menangis dengan hebat,hingga membuat dadanya terasa sesak,ketika melihat simbol itu tercetak jelas pada pahanya.
"Oh dewi mengapa semua ini terjadi padaku?.apa yang harus aku lakukan saat ini?,aku tak tau haruskah aku merasa bahagia dengan kesempatan hidup ini kembali, ataukah aku harus bersedih karena ternyata bukan hanya telah mendapatkan hidup yang buruk tapi aku pun telah ikut mengorbankan satu nyawa lain menggantikan hidup ku" isaknya dengan pelan,dada sinyya terasa sesak ketika mengingat memori-memori itu dalam otak nya.mengapa dewi selucu itu dengan mempermainkan kehidupannya dan juga orang lain.
"Maafkan aku talia"
"Maaf kan aku"
Lirihnya
"Karena aku,kau merasakan kehidupan yang bagai neraka itu"
"Maaf kan aku"
Gumam sinyya dengan memukul-mukul dada nya.
"Hiks!,hiks!"
"Karena aku,hidupmu turut di jadikan permainan oleh sang dewi"
Sinyya amat merasa bersalah saat ini, ternyata selama ini bukan dirinya lah yang menggantikan sinyya,melainkan talia yang menggantikan dirinya hidup di dunia ini.kini semua pertanyaannya telah terjawab,mengapa ia terlempar ke dunia ini dan kenapa ketika penglihatan rekaan ulang kehidupan ke tiga sinyya di perlihatkan pada mimpinya tadi,dia hanya terlihat seperti penonton yang tengah menonton tv dan bukannya masuk ke dalam tubuh itu dan merasakan nya secara langsung.karena kehidupan ketiga itu yang menjalaninya bukanlah dirinya.melainkan talia yang bertukar raga dengannya ketika bayi.itulah sebabnya mengapa dia di perlihatkan dua bayi di dua dimensi berbeda pada saat itu.karena dewi tengah memperlihatkan nya bagaimana dirinya dan talia bisa di tukar kehidupannya oleh sang dewi.
Sinyya yang hidup di dalam raga talia
Dan talia yang hidup di raga sinyya,dan menerima segala rasa pedih yang pernah sinyya terima di dua kehidupannya.
Di kehidupan pertama sinyya bunuh diri karena sudah tak kuat menjalani hidup nya,di kehidupan kedua ia bertekad untuk bertahan namun ternyata lagi-lagi kematian mendatanginya,dan itu di sebabkan karena sifat pengecutnya sendiri, di kehidupan ke tiga ia di gantikan oleh jiwa orang lain dengan dirinya yang hidup di raga orang itu,dan ternyata kehidupan malangnya yang seperti kutukan itu beralih pada talia yang menempati raganya.
Entah apa yang tengah di rencanakan sang dewi padanya dan talia,Namun satu hal yang pasti sang dewi mengirimnya ke dunia talia adalah untuk membentuk karakternya menjadi lebih kuat di banding dirinya yang dulu,dan dia sedikit bersyukur akan hal itu.
"Maaf,maafkan aku talia"
"Maaf karena aku telah mengambil kehidupan mu yang sempurna"
"Aku akan membalas mereka,bukan karena rasa sakit yang pernah aku terima di dua kehidupan, tapi karena rasa sakit yang pernah kau rasakan selama hidup menjadi diriku"
Sinyya tertegun ketika melihat bayangan seorang wanita tengah berdiri di hadapannya dengan wajah nya yang dulu ketika berada di raga talia.
Talia tersenyum di antara temaramnya lampu di kamar sinyya di tengah malam.
"Jangan salahkan dirimu sendiri sinyya"
"Ini bukan salamu, seharusnya aku yang berterimakasih padamu"
"Terimakasih karena,kau sudah meminjamkan ragamu untuk aku menjalani hidup, seharusnya di saat aku lahir di saat itu pula aku tidak ada.namun karena mu dan sang dewi aku bisa merasakan rasa hidup di dunia ini, walaupun dengan jalan cerita yang menyakitkan,aku salut padamu yang dengan kuat melewati itu di dua kehidupan"
"Sebelum meninggal karena di dorong oleh ye sunly pun aku sudah berniat akan bunuh diri,karena itu aku berjalan menuju ke arah kolam itu untuk meng akhiri hidupku, walaupun hidup di dunia ini adalah keinginanku,namun ternyata semua itu tak semenyenangkan yang aku fikirkan"
"Jangan bunuh ye Sunly dan semua orang yang pernah berhadapan dengan ku,karena diriku sinyya.terkadang seseorang juga memiliki alasan di balik sikap kejam mereka.jadi hukumlah mereka dengan sewajarnya saja,sebagaimana mereka telah melakukan dosa itu di kehidupan mereka"
"Jangan hukum orang-orang yang tak pernah membunuhku dengan sebuah kematian.karena sejujurnya akulah yang telah membunuh diriku sendiri dan bukannya orang lain,bunuh saja orang yang memang pantas untuk di bunuh,lalu sisanya hukum mereka dengan hukuman semestinya sebagaimana perbuatan dosa apa yang telah mereka lakukan di tiga kehidupan mereka"
Talia tersenyum menatap ke arah sinyya yang hanya menatap dirinya dengan diam, wanita itu sepertinya syok melihat kedatangan nya secara tiba-tiba.
"Hiduplah dengan tenang sinyya,dan kejar semua kebahagiaan mu"
Setelah nya bayangan talia menghilang berlebur di antara gelapnya malam,membuat sinyya tersentak dan kembali tertarik kedalam kesadaran nya.
"Terimakasih,dan maaf kan aku talia"
"aku akan melakukan, seperti apa yang kau katakan"
"menghukum mereka sesuai porsi dosa yang mereka lakukan"
putar balik waktu selesai.