
"silahkan tuan,nyonya sudah menunggu kalian di dalam"
"Terimakasih"Qian membalas dengan sopan mewakili sang tuan yang hanya diam, setelah itu dia bergerak menuntun sang majikan menuju tempat sang pemilik butik, setelah semula menerima arahan dari pegawai yang sempat beberapa kali ini mereka temui ketika berkunjung, Dapat Qian tebak sepertinya perempuan tadi memiliki posisi lebih tinggi dari pegawai biasa di sini melihat bagaimana dengan telaten dan cekatan nya dia memerintah pegawai di butik ini dalam bekerja,dan juga menghandle beberapa tamu yang terlihat penting.
Tok!tok!tok!
"Silahkan masuk!"
Mendengar seruan dari dalam membuat Qian memberanikan diri memutar handel pintu agar terbuka,bersiap menemui sang pemilik butik yang sudah beberapa minggu ini mereka hendak temui,namun baru hari ini pertemuan itu akan terwujud.membuat Qian menjadi penasaran seperti apa rupa sang nyonya pemilik butik terkenal ini, melihat betapa sulitnya untuk mereka temui.
"Mari pangeran"
Lu chenyu tersentak dari lamunannya dia berdehem menghilangkan segala fikirannya, akhir-akhir ini otaknya selalu di penuhi oleh sinyya hingga membuat pendengarannya seperti terganggu,baru saja dia seperti mendengar suara seseorang yang beberapa tahun ini sudah tak pernah ia dengar seperti berhembus melewati indra pendengaran nya.
Mencoba untuk berusaha terlihat seperti biasa, akhirnya lu chenyu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan itu di susul oleh Qian yang senantiasa membuntutinya dari belakang.
Lu chenyu terkekeh miris dalam hati. sepertinya kini matanya pun ikut bermasalah seperti telinga nya, setelah berkhayal mendengar suara sinyya kini matanya ikut berhalusinasi membayangkan orang lain yang saat ini tengah berkutat pada kertas di depannya sebagai sinyya.sepertinya efek pertemuannya dengan sinyya beberapa minggu lalu memberikan dampak besar padanya,rasa rindu yang ia pendam dan menumpuk setiap hari nya seperti membucah ketika dia kembali di pertemukan dengannya, hingga kini ikut memberikan dampak besar pada setiap anggota tubuhnya.
"Ekhem,Selamat siang nyonya"sapa Qian berusaha membuka pembicaraan, dirinya tidak bisa mengandalkan sang tuan untuk membuka awal pembicaraan, apalagi aura pria itu beberapa hari ini terlihat lebih menyeramkan dari biasanya,jika terus berdiam diri seperti ini maka semua pekerjaan mereka tidak akan cepat terselesaikan.
Sinyya sedikit tersentak ketika mendengar suara seseorang,dirinya terlalu fokus pada pekerjaan nya hingga melupakan tamu yang berada di hadapannya,bahkan sedari mereka masuk sinyya tidak menoleh sedikit pun untuk sekedar melihat orang yang memasuki ruangannya.
"Ah,maafkan aku karena telalu fokus"ucap sinyya dengan menegakan tubuhnya
"Tidak apa-apa nyonya, sebelum nya kami yang harus meminta ma--"
Prak!
Senyum sinyya yang tadi sempat ia sunggingkan seketika luntur begitu ia mendongak,bahkan pena yang tadi sempat ia simpan ke dalam wadah tinta kembali terjatuh dan mengotori meja saking terkejutnya.
"-af"Qian mengedipkan matanya menatap perubahan raut wajah sinyya, apalagi dengan tinta hitam yang menggenang di atas meja sampai mengotori baju dan tangan wanita di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan di ruangan ku?!" Suara sinyya terdengar datar dengan pandangan dingin menatap tajam orang di hadapannya
"Si-sinyya?!"
Lu chenyu terdiam kaku dengan pandangan terkejut, apakah ini merupakan hal nyata,atau dirinya masihlah berhalusinasi?.lu chenyu memejamkan matanya dengan tangan yang memijit keningnya,berusaha mengambil kembali kesadaran nya dan menghilangkan segala bentuk halusinasi nya.
"Maafkan aku nyonya, sepertinya aku kurang istirahat,hingga salah mengenali seseo-"
"Apa yang kau mau?!"
Lu chenyu mendongakkan wajahnya,ketika suara dingin seorang wanita yang begitu familiar kembali menginstruksi nya.
"Apa yang sebenarnya kalian mau!,dengan kembali menggangguku?!"
Lu chenyu terhenyak semua ini nyata,dia tak berhalusinasi, suara dingin serta tatapan menusuk itu sangat nyata begitu pun dengan seseorang di hadapannya.
"Sinyyaaa?"
"Berhenti!"
Intrupsi sinyya dengan tajam,ketika melihat lu chenyu hendak mendekat berjalan ke arahnya.
Lu chenyu terdiam dada nya terasa sesak melihat tatapan benci yang di layangkan wanita yang begitu dia rindukan,setetes air mata jatuh membasahi pipinya,katakan saja dia cengeng,namun rasa bahagia dan juga rasa sakit di hati nya kini membuat segala emosi nya runtuh, dirinya begitu merindukan wanita di hadapannya namun hatinya juga merasa teriris melihat tatapan asing dan benci itu.
"Sayangg?"panggilnya lirih dan berusaha kembali mendekat
"Aku bilang berhenti!,jangan coba-coba untuk mendekat!"ujar sinyya memundurkan langkahnya
"Maaf!"
Sinyya membuang wajahnya tak mau menatap seseorang di hadapannya,dia tak ingin hatinya berakhir luluh melihat wajah menyedihkan lu chenyu dan juga tatapan bersalah yang pria itu layangkan
Tubuh sinyya menegang begitu merasakan sebuah pelukan pada dirinya, kejadiannya begitu cepat sampai sinyya pun tak tau sejak kapan pria itu bergerak dari tempatnya.
"Ma-maaff!!"
"Lepas!" sinyya memberontak dari dekapan lu chenyu, dirinya menolak di paksa bersentuhan dengan salah satu mantan suaminya,tapi tak bisa di pungkiri ada setitik rasa hangat yang terasa nyaman sedikit menyentuh hatinya,namun tetap saja perasaan egoisnya membuatnya menepis pikiran itu
Lu chenyu menggeleng keras pada ceruk leher sinyya berulang kali pria itu bergumam mengucapkan kata maaf, dapat sinyya rasakan leher nya menjadi basah, lelehan air mata itu terasa mengenai kulit nya.membuat sinyya seketika mengepalkan kedua telapak tangan nya yang masih menggantung. sepertinya pria itu kembali menangis di pelukannya.atau lebih tepatnya hanya lu chenyu sajalah yang memeluk nya tanpa ada balasan dari sinyya bahkan sedari tadi perempuan itu beberapa kali mencoba memberontak melepaskan dirinya dari dekapan lu chenyu.
"Lepas!aku bilang lepas!"
Lu chenyu menggeleng enggan melepaskan pelukannya,bahkan dekapan itu kian mengerat enggan terlepas.
Seakan bila sedikit saja ia mengendurkan dekapannya sinyya akan menghilang kembali dari hadapannya.
"Bajingan!"
"Maafkan aku! Tolong maaf kan aku!" Racau lu chenyu meluruh kebawah memeluk kaki sinyya dengan ke dua tangan nya yang kembali memeluk sinyya, dirinya tergugu bersandar pada kaki sinyya.
"Berdiri! menjauh dari ku!"
"Maaf hiks...maafkan aku,hiks..hiks.. tolong!"
"T-tolong kembali"
Sinyya mengepalkan tangannya menatap lu chenyu yang sudah terduduk di lantai memeluk ke dua kakinya dengan derai air mata dan juga kata maaf yang terus keluar dari mulutnya, terlihat sangat jelas bagaimana rasa penyesalan yang pria itu rasakan, sinyya tau itu,tapi egonya sangat tinggi untuk saat ini.
"Menyingkir!sebelum aku berbuat hal kasar padamu!"bentak sinyya
"A-aku akan mencium kaki mu jika,itu bisa membuatmu memaafkan ku,dan kembali" lu chenyu mendongak menatap sinyya dengan bahu yang masih bergetar dirinya bersiap mencium kaki sinyya seperti apa yang pria itu ucapkan
"Pangeran!"
Teriak Qian terkejut melihat aksinya,namun sedetik kemudian helaan nafas terdengar lega dari mulut nya ketika melihat wanita yang kakinya ingin sang tuan cium bergerak dengan cepat menjauh dari lu chenyu
sungguh Qian tak mengerti akan situasi di hadapannya namun melihat sang majikan yang terlihat menyedihkan dan merendahkan harga dirinya untuk seorang wanita yang terlihat tak memperdulikan nya, membuat dirinya tak terima.
Sinyya tersentak kaget namun sebisa mungkin dia kembali menormalkan ekspresi nya,ia tak mengerti mengapa pria itu bersusah payah memohon padanya untuk kembali, sampai-sampai rela bersimpuh dan mencium kakinya,sangat gila fikirannya.jika sinyya tak reflek memundurkan kakinya,mungkin rasa bersalah akan kian menambah kegoyahan pada hatinya.lu chenyu merupakan anggota kerajaan yang pastinya memiliki pangkat dan juga harga diri yang tinggi, bila pria itu sampai mencium kakinya maka derajatnya akan jatuh begitu rendah dan dia akan di anggap tidak lebih dari seorang budak.
Namun sinyya lupa tanpa mencium kakinya pun mereka sudah lama membuang harga dirinya dengan mengemis-ngemis perhatian dan juga belas kasih darinya.
"Jangan rendahkan diri pangeran.untuk wanita rendahan seperti diriku."
Lu chenyu menggeleng mendongak ke atas, kondisi nya tidak bisa di katakan baik-baik saja mata sembab dengan bekas air mata di pipi, rambut yang tak tertata rapih,hidung yang memerah,kantung mata yang menghitam seperti sudah lama tak ter tidur.sangat begitu menyedihkan!.
"Kau bukan wanita rendahan,kau istri ku, istri dan juga ratu kami"
"Tolong,tolong maaf kan kami, kehidupan kami sungguh kacau tanpa kehadiran mu"lirih lu chenyu dengan tangan yang kembali terangkat saling bertumpu memohon maaf pada sinyya dengan posisi masih bersimpuh di depan kaki sang wanita
"Kembalilah..sinyya...aku mohonn?!"
Sinyya mengalihkan pandangan nya enggan menatap lu chenyu yang memohon di hadapannya, tangannya mengepal rasa sesak dan juga perasaan tak tega kembali menjalar di hati nya.
"A-aku"perkataan sinyya terpotong oleh dobrakan pintu,dan juga kehadiran seorang yang membuat tubuh nya berhasil mematung.
Brak!
..._______...
...Bersambung......