
Sinyya diam tak bergeming di tempat melihat perdebatan di depannya.ia hanya terduduk santai dengan sesekali meminum teh di hadapannya.lagian memang apa yang harus ia lakukan saat ini. beradu argumen dengan para anggota kerajaan lainnya?.tentu saja tidak.itu hanya akan membuat nya terlihat konyol.ia masih mengingat ke duduknya tidak mungkin ia bisa melawan anggota dari kerajaan lain secara terang-terangan.biarlah para suaminya yang saat ini turun tangan
"penolakan anda hanya akan membuat citra kekaisaran kita menjadi buruk yang mulia pangeran!!"seru para tetua
"aku tak memperdulikan penilaian orang-orang tantang ku.saudara ku.atau juga tentang sinyya.kekaisaran jinsucha tidak akan hancur hanya karena seorang permaisuri memiliki empat suami" tekan lu xianyi mentap orang-orang yang berada di aula dengan dingin.auranya menguar ke segala penjuru membuat suasana semakin mencekam
"ekhem" raja redana menetralkan rasa takutnya."jangan bodoh pangeran keinginanmu itu hanya akan mendapat ejekan dari rakyat mu"
lu tinyu tersenyum miring menatap raja dari kerajaan resanta itu. "mereka tidak akan berani melakukan itu.walaupun berani hal itu tidak akan membuat kerajaan ini hancur.mereka juga terlalu sayang untuk keluar dari kehidupan nyaman di kekaisaran ini,jika hanya di sebabkan kekecewaan pada anggota kerajaan semata,lagian kekecewaan itu hanya akan terasa sebentar pada benak mereka"
"aku yakin rasa kecewa mereka tidak lebih penting dari kehidupan makmur mereka selama ini.para rakyat tidak akan memikirkan status permaisuri nya seperti apa selagi mereka mendapatkan kehidupan yang makmur" sambung lu tinyu
"perkataan bodoh macam apa itu pangeran.siapa yang tak akan mencaci maki status seorang permaisuri yang memiliki empat suami?.para rakyat tidak akan segila itu" sembur para tetua dengan wajah menahan emosi
"ya jika ada yang menentangnya.kalian bisa meninggalkan kerjaan ini.jika hanya di tinggalkan oleh sebagian orang tak tau diri.tidak akan membuat kerjaan kami menjadi jatuh.ada dan tidak adanya kalian tidak akan berdampak besar pada kehidupan kami" ucap lu chenyu pedas dengan raut wajah tenang.jangan salahkan lu chenyu ia memang terlihat pendiam dan paling kalem di antara ke tiga pangeran lainnya.namun ketika ketenangan nya di usik ia tidak akan segan mengeluarkan perkataan yang menusuk
sinyya menyeringai menatap orang-orang yang ada di istana yang terlihat membungkam.apalagi para tetua dan raja dari kerjaan resanta itu terdiam dengan raut wajah emosi namun tak bisa menyalurkan emosinya.sudah ia katakan ia hanya akan berdiam diri.ke empat suaminya sudah lebih dari cukup untuk membalas perkataan dari mulut kotor dari pera tua bangka.sinyya menjatuhkan tatapannya ke arah putri Orleans yang terlihat menatapnya tajam namun sekian detik kemudian tatapan itu berubah menjadi sunggingan senyuman remeh.membuat sinyya menaikan sebelah alisnya.
raja lu retara memijat pelipisnya pelan.ia menatap ke arah depan
"sudah cukup.aku tak akan mengambil keputusan apapun.karena semua keputusan berada di tangan para pangeran" seru raja retara melerai
DUARR!!
sebuah suara ledakan tiba-tiba menjadi akhir dari perkataan raja retera.membuat mereka yang berada di aula istana terkejut seketika
BRAKK!!
pintu aula tiba-tiba terbuka menampilkan beberpa prajurit yang masuk ke dalam aula secara tiba-tiba
"hormat kami yang mulia.maaf atas kelancangan hamba karena telah mengganggu berlangsung nya acara.terjadi sebuah ledakan di halaman istana.menyebabkan banyak pengawal yang berakhir mendapatkan luka-luka karenanya" lapor ketua prajurit pada kaisar lu retara
mendengar itu raja retara dan semua orang yang ada di aula istana menjadi berdiri dengan panik
"apa yang telah terjadi?" tanya raja retara cukup cemas
"hamba tidak tau yang mulia.ledakan tiba-tiba saja terjadi di arah pancuran istana.sehingga menyebabkan kerusakan dan beberapa kepingan marmer pancuran terpental mengenai beberpa prajurit yang bertugas berjaga" jawab ketua prajurit itu menjelaskan
raja retara mengangguk
"baik yang mulia"
sebelum para prajurit itu berbalik sebuah ledakan susulan terjadi.namun ledakan itu berada di dalam aula yang saat ini tengah di padati banyak orang di dalamnya.hingga membuat keadaan semakin ricuh dengan beberapa bangunan aula yang berjatuhan akibat goncangan ledakan itu,serta beberapa orang bangsawan yang tergelatak terluka akibat ledakan yang terjadi di salah satu ujung aula yang di padati orang-orang
semuanya menjadi panik,dan tak terkendali
"evakuasi semua para bangsawan ke tempat yang aman.bawa para bangsawan yang terluka ke tempat perawatan"titah raja berteriak memerintah
semua orang berhamburan keluar hingga menyebabkan ke adaan menjadi ricuh.dan terhimpit-himpit begitu pun para pangeran yang tengah dengan cemas mencari sinyya yang telah menghilang dari penglihatan mereka.di antara banyaknya orang yang berlalu lalang mencoba melarikan diri ke arah luar aula istana
___________
"dimana sinyya?apa kau menemukannya?"tanya lu xianyi dengan raut wajah cemas menatap ke arah dua pangeran
meraka terdiam.lalu menggelengkan kepalanya tanda tak tau.sudah sedari tadi mereka mencari keberadaan sinyya.namun istri mereka itu tak kunjung di temukan. di manapun.saat ini mereka tengah berada di ruang evaluasi.setelah mencari sosok sinyya yang mungkin saja ikut masuk ke ruang evaluasi.namun sayang mereka tak menemukan wanita yang tengah mereka cari itu di sana
lu xianyi mengusap rambut nya frustasi
"cari kembali"ujar lu xianyi di ikuti ke dua pangeran lainnya berjalan ke luar tempat yang di jadikan ruang evaluasi tersebut
lu chenyu berlari menghampiri ke tiga kakaknya dengan nafas yang ter engah-engah
"aku tidak menemukan sinyya dimana pun kak,bahkan di aula istana sudah tidak ada siapa-siapa apa lagi dengan keadaan aula yang cukup kacau.bahkan jejak menghilangnya sinyya pun aku tak menemukannya" jelas lu chenyu dengan raut wajah yang terlihat begitu cemas
entah kemana lagi mereka harus mencari keberadaan istrinya.mereka pun bingung sedari tadi sinyya selalu berada di dekat mereka ketika di aula.namun ketika kericuhan itu terjadi wanita itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.membuat mereka sangat cemas memikirkan nya
"kita sudah teledor dalam menjaga sinyya" Mereka semua terdiam mengakui perkataan lu xianyi.mereka sungguh merutuki kebodohan mereka yang kurang siaga dalam menjaga sinyya
"pangeran.saya belum menemukan keberadaan putri.hanya saja di dalam kericuhan tadi saya sempat melihat putri berdesakan dengan para bangsawan lainnya hingga sebelum saya sampai menghampiri nya.tiba-tiba putri sudah menghilang dari pandangan saya" ujar shen tiansu yang baru saja datang setelah membantu pencarian sinyya
shen tiansu di tugaskan oleh mereka untuk berjaga di tempat yang tidak jauh dari mereka seraya memperhatikan sekeliling.untuk mencari tahu orang yang terlihat mencurigakan.namun ternyata keputusan mereka tetap saja membuat sinyya tak aman.di buktikan dengan menghilangnya sinyya saat ini
"teruskan pencarian sinyya.aku akan meminta beberpa pengawal untuk ikut bergabung dalam mencari keberadaan sinyya" titah lu xianyi seraya berjalan pergi meninggalkan mereka
ke empat pria itu mengangguk lalu kembali bubar untuk berlanjut mencari keberadaan sinyya
_______