Putri Empat Pangeran

Putri Empat Pangeran
Bab53


Brakk~


Semua orang memandang heran ke arah satu orang yang tengah berdiri di ambang pintu.


Niat ingin mengumpati karena telah membuat mereka terkejut.kini harus tertelan kembali melihat penampilan orang itu yang jauh dari kata baik-baik saja.


"Mmppftt..hahaha"lu tinyu tertawa keras melihat penampilan shen tiansu yang terlihat seperti gembel konglomerat.


Lu tian dan lu chenyu tersenyum tipis melihat keadaan Shen tiansu yang begitu memprihatinkan.entah kelakuan gila apa lagi yang telah pria itu lakukan,di luar sana.


"Dalaman ibu-ibu mana lagi yang kau curi,hingga menyebabkan mu compang-camping begini?" Tanya lu xianyi memicing kan matanya heran


Shen tiansu mendengus,dalaman ibu-ibu lambe mu, batinnya, menggerutu kesal.jika bukan para atasannya sudah ia panggang mereka hidup-hidup.memikirkan itu terjadi hatinya merasa bahagia.


sinyya menggeleng kecil melihat tingkah mereka.


"Ini semua karena ke bar-baran rakyat kalian semua!"tandas shen tiansu menatap tak santai ke arah empat Pangeran dan sinyya.


Ingatkan shen tiansu untuk mengganti tuan nanti.bila tubuh dan baju indahnya yang rusak tak dapat kompensasi dari mereka.harga dirinya sudah hilang akibat di tertawakan oleh orang-orang yang melewatinya.jangan sampai nanti hatinya juga ikut menghilang hingga berkeinginan untuk membantai ke lima orang di hadapannya.


Lu xianyi menggeleng pelan.memandang penampilan shen tiansu dari atas sampai bawah. "Bagaimana kau bisa berakhir sampai seperti ini?"


Shen tiansu menghela nafas berat.mengundang tatapan penasaran dari semua orang."Ini semua karena perintah mu! tak cukup kau menyuruh prajurit kepercayaan mu untuk mencari penawar racun itu.lalu kau utus pula untuk aku ikut mencarinya hingga diriku berakhir seperti ini"


Lu xianyi menatap datar shen tiansu


"Jadi?"


"Mengapa kau bisa sampai seperti ini?"


Shen tiansu terdiam memandang mereka.tak lama dia menarik sebuah kursi dan menyimpannya di hadapan mereka, untuk ia duduki.dengan raut wajah serius dia menatap ke lima orang berbeda jenis di hadapannya.


Dia menautkan ke dua jarinya memandang lurus ke arah depan, seperti tengah menerawang kejadian yang telah membuat nya hingga berakhir seperti ini.


Ke lima orang itu memandang jengan shen tiansu.yang banyak acara tanpa cepat berbicara.


"Jadi?"


Shen tiansu mengangkat pandangannya menatap mereka satu persatu,tak lama dia menunduk kembali, memainkan bibirnya.


"Terjadi pemberontakan pada wilayah yang sempat aku datangi"


Semuanya terdiam dengan raut wajah tak terbaca mendengar penuturan shen tiansu.mereka memandang shen tiansu dengan serius, untuk menunggu pria itu melanjutkan perkataannya.


"Ck,lama sekali mulutmu itu berbicara.apa perlu ku keluarkan pita suara mu dari kerongkongan,dan membuat nya berbicara sendiri tanpa bantuan mulut mu dalam menyebut kata" decak lu tinyu


Shen tiansu mendelik.tak terima atas perkataan lu tinyu.berusaha memendam kekesalannya ia kembali melanjutkan jalan cerita yang sempat ia tunda.


"dan setelah aku selidiki,ternyata bukan wilayah itu saja yang tengah terjadi pemberontakan,ada sekitar enam wilayah yang saat ini terjadi pemberontakan secara bersamaan"


Lu xianyi berdiri dari acara duduk nya.metap. Shen tiansu serius


"Kumpulkan semua keluarga bangsawan yang biasanya terjun dalam medan perang,dan memiliki kekuatan yang kuat dalam militer.pastika mereka adalah orang-orang yang kita percayai.aku akan membuat pertemuan mendadak.pemberontakan kali ini mungkin akan memicu terjadinya perang"


Shen tiansu mengangguk paham


"Baik pangeran"


Lu xianyi berbalik menatap sinyya yang tengah terdiam menyimak pembicaraan mereka.


"Kau istirahat lah di sini aku dan yang lainnya akan mengadakan rapat terlebih dahulu" ujar lu xianyi mengusap kepala sinyya,lalu mengecup kening nya singkat


Lu xianyi tersenyum tipis lalu mendatarkan wajah nya kembali,menatap ke arah 3 pangeran lainnya.seperti telah mengerti arti dari tatapan lu xianyi,mereka bertiga mengangguk.beralih mengikuti langkah lu xianyi yang berjalan ke luar dari kamar.


"Aku pergi dulu" lu tian menyempatkan mencium bibir sinyya sekilas.membuat wanita itu mendelik


Sedangkan lu chenyu hanya mengusap kepalanya lembut,membuat sinyya tersenyum ke arahnya.memang si bungsu adalah pria idaman sinyya.selalu bersikap lembut dan tak terlalu agresif,tidak seperti kakak-kakaknya yang lain.haruskah sinyya menceraikan yang lain dah hidup berdua saja dengan lu chenyu?.bukan ide yang buruk,tapi jiwa cogan nya menolak keras.


"Baik-baik lah di sini,selagi kami tak di samping mu" sinyya mengangguk dengan senyum cerah menghiasi wajahnya.


Melihat lu tian dan lu chenyu sudah pergi mengikuti lu xianyi.sinyya lantas mentap lu tinyu yang masih berdiri di tempatnya dengan pandangan tak terbaca menatap dirinya.tanpa berbicara apapun pria itu melenggang pergi mengikuti ketiga saudara nya.


Sinyya menggaruk tengkuknya bingung seraya memicingkan matanya menatap punggung tegap lu tinyu yang perlahan menghilang di antara pintu "ada apa lagi dengan pria satu itu?"


________


Di dalam ruangan tempat berlangsungnya rapat yang di adakan secara dadakan.


Lu xianyi membentang sebuah peta berisikan tata letak geografis yang mencakup semua wilayah dalam pemerintahan kekasih jinsucha.


"Seperti yang telah di infokan sebelum nya.bahwa telah terjadi pemberontakan pada enam wilayah di kekaisaran ini"


"Dan karena itu lah aku memutuskan untuk mengadakan rapat secara tiba-tiba seperti ini"


Semua orang menganguk mendengar penjelasan lu xianyi dengan seksama


"wilayah yang terdapat tanda silang pada peta adalah wilayah-wilayah yang saat ini tengah terjadi pemberontakan"


"Aku akan mengutus di antara kalian untuk ikut serta dalam menangani pemberontakan ini,aku akan membagi enam kelompok kesatria untuk nantinya kalian pimpin dalam tugas kali ini"


"Untuk yang tidak ikut serta dalam penanganan kali ini akan ku tugaskan menjaga kemanan di istana.seperti yang kalian tau akhir-akhir ini banyak yang tengah mengincar nyawa raja.karena itu aku mempercayai kalian untuk menangani keadaan istana agar tetap stabil.dan bila ada yang membocorkan ke adaan raja kepada orang luar,di antara kalian yang hadir saat ini.maka siap-siap kepala kalian akan ku jadikan ajang bola sepak untuk rakyat kekaisaran ini"


Tiba-tiba atmosfer di dalam ruangan itu terasa mencekam,di tambah dengan ancaman lu xianyi yang tak main-main.jika ancaman itu sampai terjadi pada mereka maka bukan hanya nyawa saja yang hilang tapi martabat sebagai bangsawan dan manusia ikut hilang ketika kepala mereka menggelinding di tanah dengan sesekali mencium kaki orang-orang yang mendepaknya dalam permainan,dan di saksikan banyak orang seperti tengah berbahagia menyaksikan kegilaan tersebut,namun berbeda dengan orang-orang ada satu orang yang terasa bahagia mendengar hal tersebut.


_________


"Apa kau sudah mendapatkan barang yang aku minta?"tanya lu xianyi ketika merasakan seseorang yang ia tunggu telah hadir


Dia adalah pria dengan balutan baju berwarna hitam serta kain berwarna senada yang menutupi sebagian wajahnya.dengah sikap sedikit berjongkok pria itu menatap punggung tegap lu xianyi yang terlihat membelakanginya sedari dia datang.


Pria itu mengangguk


"Sudah pangeran"


"Hmm,culik wanita itu lalu jebloskan dia ke rumah bordir dengan banyak gigolo di dalamnya,kau tau kan apa yang harus kau lakukan selanjutnya?" lu xianyi menyeringai memikirkan hadiah yang telah ia siapkan untuk wanita yang telah lancang ingin melecehkan tubuh nya


"Baik pangeran, seperti yang anda minta tujuh hari tanpa jeda"


Lu xianyi tersenyum memandang gelapnya langit malam di balik jendela kamarnya"bukankah dia sangat menginginkan malam yang begitu panas,waktu itu?.maka aku akan mengabulkannya dengan senang hati. sampai kenangan indah itu akan terus tertanam dalam otaknya" ujarnya dengan nada santai berbanding terbalik dengan perbuatannya yang bisa merusak mental seseorang


Lu xianyi melirik pria itu sekilas


"Kau harus melakukannya dengan bersih tanpa jejak,dan jangan biarkan wanita itu mati terlalu cepat,karena pembalasannya baru saja akan aku mulai"


Pria itu mengangguk mengerti.matanya memandang lurus manusia yang sudah begitu berjasa untuk nya.


"Ingat tugas utamamu.Jaga sinyya selama aku pergi"


Tanpa menjawab pria itu berlalu pergi dari hadapan lu xianyi.tanpa di beritahu lebih lanjut pun ia akan melakukan tugasnya dengan sempurna.


lu xianyi menghela nafasnya melihat bawahannya yang satu itu.mengapa samua bawahannya tak ada yang benar dan bersikap sopan padanya.