
Lu tinyu tengah berjalan hendak kembali ke paviliun nya,di pertengahan jalan ia melihat seseorang yang ia cari tadi namun tak ia temui di paviliun nya.hingga akhirnya memutuskan untuk dirinya pulang dan kembali lagi nanti
ia mencekal pergelangan tangan sinyya ketika wanita itu hendak berlalu melewati nya.sinyya terdiam memandang malas ke arah pergelangannya yang di tahan oleh lu tinyu
"dari mana saja kau?"
ia hanya terdiam tak berminat menjawab.dengan keras sinyya menyentak pergelangan tangan nya. agar terbebas dari cekalan lu tinyu.untuk melanjutkan perjalanannya kembali
lu tinyu menggerakkan giginya emosi
"aku bilang dari mana!!."bentak lu tinyu kelepasan dengan berbalik dan menarik kembali pergelangan tangan sinyya kasar.hingga membuat wanita itu sedikit meringis di buatnya
"mengapa kau tidak ada di paviliun mu?"lanjut lu tinyu dengan menatap sinyya tajam
sinyya mentap lu tinyu tak suka
"lepas!!"sentaknya melepaskan pergelangan tangannya dari lu tinyu
lu tinyu memandang tajam ke arah sinyya
"jawab aku.sinyya"desis nya
"untuk apa kau menanyakan itu?"
"tanpa ku beri tahupun kau pasti sudah tau aku sehabis dari mana"
lu tinyu mengalihkan tatapannya ketika melihat tatapan sinyya yang memandang ke tempat tepat di belakangnya.tempat di mana sinyya muncul tadi.ia mendengus ketika mengerti sinyya sehabis dari mana tadi. wanita itu telah menghabiskan harinya bersama lu chenyu di paviliun pria itu
"jika tak ada lagi yang ingin kau katakan,aku akan pulang ke paviliun ku"
"tidak.ada yang ingin aku bicarakan denganmu"ucap lu tinyu menghentikan pergerakan sinyya
"apa yang mau kau bicarakan padaku?" balas sinyya dengan pandangan malas
sungguh dia sangat malas berlama-lama berhadapan dengan lu tinyu apalagi mengingat hari itu ketika tengah piknik di Padang bunga lavender,lu tinyu malah membawa xin luo untuk ikut serta, sebenarnya ia tak masalah dengan kedekatan mereka.namun ia hanya tak suka bila kembali melihat wajah wanita itu, rasanya rasa kesal sinyya kembali meluap mengingat dirinya pernah di fitnah oleh wanita itu
lu tinyu terdiam seperti tengah memikirkan sesuatu "ti-tidak di sini.ikut ke kamarku" lu tinyu menarik tangan sinyya kembali hendak membawanya untuk pergi mengikuti nya
sinyya melepaskan tangan lu tinyu dari tangannya "di sini saja,atau tidak sama sekali"
"tidak.ikut ke kamar ku" ucap lu tinyu masih bersikeras
"jika tidak ada apa-apa.aku pergi" balas sinyya datar lalu berjalan pergi melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda
"sinyya!!" teriak lu tinyu namun tak di hiraukan oleh wanita itu "argh" lu tinyu menendang udara di hadapannya meluapkan kekesalannya.lantas berjalan melangkah lebar menuju ke arah paviliun nya.
____________
"bagaimana?"
"sudah siap tuan putri" balas liu su cerah seraya memperlihatkan sebuah kantong kecil menggantung di antara sela jarinya
"bagus" sinyya tersenyum misterius menatap liu su,dan di balas liu su dengan senyum senang
masih ingatkan dengan rencana sinyya dan liu su tadi pagi?.dan malam ini mereka akan melancarkan aksinya
__________
liu su yang mengerti kode sinyya segera berkata "aman tuan putri. semuanya sudah sempurna,di ruang mandi, dan juga di atas kasur"
"bagus!!. ayok" sinyya mengajak liu su untuk berjalan mengikutinya keluar menjauhi kamar yang di tempati putri Orleans,dengan cara mengendap-endap
setelah sedikit jauh dari tempat itu mereke mendengar suara jeritan putri Orleans yang nyaring memanggil ajudannya. di susul dengan suara gaduh seperti barang berjatuhan dari dalam kamar wanita itu
sinyya dan liu su saling memandang seraya tersenyum puas "yeahh berhasil!!" seru mereka serempak seraya bertos ria
sinyya tiba-tiba terdiam setelah tersadar dari tingkah mereka yang akan mengundang kecurigaan.membuat liu su dengan cepat menutup mulutnya dengan ke dua tangan,tanda mengerti
___________
pagi harinya.sinyya tengah berjalan-jalan di sekitar taman di temani oleh liu su yang senantiasa mengikutinya.hingga perhatian mereka teralih ketika mendengar keributan dari arah paviliun barat tempat para tamu itu menginap
memandang satu sama lain.lalu berjalan mendekati tempat keributan itu
liu su bertanya pada salah satu pelayan yang terlihat lewat dengan terburu-buru, menanyakan perihal apa yang terjadi di dalam sana
"hormat hamba tuan putri,di dalam putri Orleans tengah mengeluarkan semua barang-barang yang berada di dalam kamar yang ia tempati,lalu ia ingin berganti ruang kamar dengan kamar yang lain"
sinyya yang mengerti pun menganggukan kepalanya dan menyuruh pelayan itu melanjutkan aktivitasnya
sinyya dan liu su melanjutkan langkahnya mendekati gerbang paviliun barat yang di tempati putri Orleans,di sana ia melihat banyak barang yang berserakan di halaman luar kamar yang putri Orleans tempati.dan jangan lupakan penampilan putri Orleans yang terlihat jauh dari kata baik-baik saja.dengan kantung mata menghitam,dan penampilan sedikit acak-acakan, seperti sudah tak tidur selama satu malam penuh dalam ke adaan frustasi.
"a-aku ingin pindah kamar. berikan aku kamar yang lain" pinta putri Orleans ke arah lu tinyu yang berdiri tidak jauh dari tempatnya dan ajudannya Orian berada.
"tapi mohon maaf putri kamar di paviliun ini adalah kamar terbaik yang di siapkan khusus untuk anda" sela shen tiansu menjelaskan. ketika melihat tuannya, pangeran lu xianyi hanya terdiam berdiri menatap datar tak berminat ke arah lain tak mempedulikan jeritan penuh kasihan dari putri Orleans
"apa maksud mu?"tunjuk putri Orleans mentap tajam ke arah shen tiansu "di dalam kamar itu di penuhi dengan hewan-hewan yang menjijikan.itu yang kau maksud dengan kamar terbaik haa?" bentak Putri Orleans tak terima
lu xianyi menukikan alisnya tak mengerti, seperti mengetahui apa yang ada di pikiran lu xianyi shen tiansu pun bertanya mewakilkan"apa maksud anda dengan hewan-hewan menjijikan?.mana mungkin hewan seperti itu ada di dalam kediaman pangeran" balas shen tiansu datar
Orian yang sedari tadi hanya diam akhirnya angkat suara "maaf pangeran bila saya lancang"lu xianyi hanya menatap se kilas ke arah orian membuat ajudan putri Orleans itu kembali melanjutkan perkataannya."memang benar terdapat banyak serangga di dalam kamar tuan putri Orleans,semalam saya mendengar putri Orleans menjerit di dalam kamarnya,ketika saya cek, saya menemukan tiga ekor tikus yang tengah berlari di dalam ruang mandi,tidak hanya itu ada sekitar 5 ekor kecoa yang merayap di atas tempat tidur tuan putri,dan juga 10 kecoa yang bertebaran di bawah ranjang, juga di lantai kamar yang putri Orleans tempati,hingga membuat tuan putri tak tidur selama semalaman karena merasa takut"
lu xianyi hanya diam dengan raut wajah malas dan juga shen tiansu dengan raut wajah yang masih terlihat tak percaya. setelah mendengar penuturan orian
sinyya tersenyum puas mendengar penjelasan ajudan putri Orleans tentang ke jadian semalam,ya itu semua adalah ulahnya dan liu su untuk mengerjai wanita itu
ia berdecak lalu berkata "cih gitu aja takut.dasar mental tempe"cibir nya
putri Orleans yang melihat lu xianyi yang akan berlalu pergi. mengucapakan kembali kata-katanya "aku tidak mau tau.sebelum kau kembali ke paviliun mu kau harus terlebih dahulu memberiku kamar yang lain yang lebih layak,aku adalah tamu.seharusnya tamu di perlakukan seperti raja oleh tuan rumah"
lu xianyi berbalik menatap datar putri Orleans "kau sudah membuang semua barang yang ada di dalam dan menggantinya dengan yang baru,pelayan juga sudah membersihkan setiap sudut dari paviliun dan kamar ini,jadi kau bisa menempati nya kembali,tak perlu repot-repot untuk pindah kamar"
mendengar penolakan lu xianyi membuat putri Orleans semakin emosi "aku tetap ingin pindah,aku tak mau berada di kamar atau paviliun ini kembali.ingat.dengan pesan tetua kau harus memperlakukanku dengan baik" amuk putri Orleans menatap tak terima ke arah lu xianyi
lu xianyi tampak tak bergeming mendengar perkataan putri Orleans yang terdengar mengancam.hingga satu tepukan mengalihkan perhatiannya terlihat sinyya yang tengah berdiri seraya tersenyum ke arahnya
"biarkan putri menempati kamar lain,karena sebentar lagi dia akan keluar dari kediaman ini.jadi biarkan putri untuk menikmati suasana di kediaman ini sebelum kembali ke tempat asalnya"sinyya tersenyum manis setelah mengatakan itu,tenang otaknya tengah merencanakan rencana lain bila putri kerajaan luar itu kembali berulah
lu xianyi memandang sinyya dengan ekspresi rumit,lalu menghela nafasnya berat "baiklah"putusnya menuruti ucapan sinyya
sinyya tersenyum senang di hati nya.biarkan putri Orleans untuk merasakan bahagia terlebih di sini,bila nanti ada hal yang merugikan yang ia lakukan,maka sinyya tak akan segan untuk membuat nya pulang dalam keadaan tak biasa