
"berhenti sudah cukup!apa kau tak bisa untuk diam saja lu tinyu?.biarkan mereka berbuat sesuka hati,kita bersalah dan diapun ikut andil.apa kau masih punya malu memohon pengampunan untuk wanita itu,hah?,ku kira kau hanya bodoh,tapi ternyata kau benar-benar gila"
Lu tinyu terdiam tertunduk mendengar perkataan lu tian,ya dia benar.dia terlalu di butakan oleh cinta hingga tak bisa melihat hal yang salah.semua yang di lakukan oleh sinyya adalah sebagai bentuk ungkapan rasa sakitnya.bahkan dengan kematian mereka tak bisa mengurangi rasa hancur wanita itu,mengapa ia tak bisa menahan diri?. melihat rasa sakit xin luo membuatnya melupakan segala hal, termasuk rasa sakit sinyya yang lebih besar.
Sinyya mendengus,menatap shen tiansu ia tersenyum tipis pria itu masih mengeluarkan muka datarnya bahkan setelah membuat leher seseorang terluka.
Menjatuhkan belati nya sinyya memandang ke arah depan tepat pada xin luo yang memegang lehernya, wanita itu tidak terikat seperti yang lainnya.
Sinyya tersenyum manis membuat rasa tertekan bagi semua orang,jelas mereka tau saat ini senyuman manis sinyya tidak akan membawa hal baik."tenang saja,mereka tak akan melukai kekasih mu lebih jauh tanpa seperintahku" terlihat tubuh lu tinyu tersentak sebelum akhirnya tersenyum tipis padanya.
"Apa maksud mu sinyya!"protes pangeran redena,tadinya kan dia juga ingin ikut berpartisipasi.
Sinyya menggeleng pelan,lalu kata-kata selanjutnya berhasil melunturkan senyuman lu tinyu dan rasa lega xin luo, wanita itu berganti menjadi menegang dengan raut wajah pucat pasi kala mendengar perkataan sinyya"karena aku. yang akan turun tangan sendiri!"
Gila, wanita itu sudah gila.begitulah pemikiran mereka,setelah menumbuhkan rasa lega dia kembali menggantikannya dengan rasa takut.
Tubuh xin luo beringsut mundur ketika melihat langkah sinyya mendekati nya "jangan!,jangan mendekatiku!" Sinyya tersenyum bahagia ketika melihat wanita itu beringsut ketakutan dengan tangan menutupi wajahnya.
Ia berjongkok menyetarakan tubuhnya dengan tubuh xin luo, semuanya menegang melihat itu termasuk lu tinyu,"tenang saja aku tak akan menyakitimu" ujar sinyya menggenggam kedua tangan xin luo dan menjauhkannya dari wajah wanita itu.
Namun xin luo masih memperlihatkan wajah tak percaya dengan perasaan takut menjalar di seluruh tubuhnya.tubuhnya bergetar ketika bersitatap dengan mata sinyya, keberanian nya yang tadi ada kini tiba-tiba telah menghilang.
Plak!
Plak!
Plak!
"Ah maaf tangan ku terpeleset" adu sinyya dengan raut wajah merasa bersalah,setelah membuat wajah wanita itu tertoleh karena tamparan nya
"Cukup sinyya!" Seru lu tinyu berusaha mengentikan tindakan sinyya ketika melihat tangan wanita itu kembali terangkat,namun sayang seruannya tidaklah di dengarkan,karena tangan sinyya berhasil kembali menampar sisi wajah xin luo yang lainnya.
Plak!
Plak!
Sinyya tersenyum culas "atas dasar apa kau bisa memerintah ku?"tanya sinyya dengan tangan beralih menjambak rambut xin luo membuat wanita itu mendongak kan wajahnya "lihatlah lu tinyu,bukankah kekasihmu itu terlihat lebih cantik dengan wajah memerah dan mata berkaca-kaca?"
Lu tinyu menggeleng,ia sangat kecewa melihat prilaku sinyya kali ini.keinginannya untuk berdiam diri akhirnya harus tergeser ketika melihat xin luo begitu kacau dengan cap tangan berada di kedua pipinya "aku masih suami mu sinyya,kau telah berdosa karena telah melanggar perintahku.apa salah xin luo padamu?"
Sinyya memandang jijik kepada lu tinyu,pria itu benar-benar tak tau diri."kau tanya apa salahnya?!,dia telah memfitnah ku,pipiku tertampar karena dirinya,dan triknya itu masihlah sama seperti di kehidupan dulu sangat bodoh.bahkan kau tak tau hal parah apa lagi yang di lakukan wanita itu padaku di kehidupan nya dulu,tamparan ini bukanlah apa-apa di bandingkan perbuatannya terhadap ku!"
Lu tinyu bergeming,selalu saja seperti ini.ia frustasi karena tak bisa mengingat hal-hal di masa lalu.itu membuatnya selalu bimbang dalam mengambil keputusan.namun lagi dan lagi dia telah menyakiti sinyya. "Maaf!,maaf!"
Pandangan lu tinyu mendongak ketika mendengar suara tertawa sumbang dari sinyya.wanita itu tak mengidahkan permintaan maafnya "kau menyebut dirimu sendiri suami?,apa kalian pantas di sebut seorang suami?!,haha bahkan aku sendiri geli menyebut nya karena kalian memang tak sepantas itu"
Ke empat pangeran menegang,mendengar itu.
"Sebenarnya apa kesalahan ku di sini?,karena telah dengan bisa-bisa nya mendapatkan perlakuan seperti itu dari kalian,objek balas dendam?"
"Bahkan aku tidak tau bahwa ayahku adalah seorang pembunuh, walaupun dia memang bukan pembunuh setelah bukti yang aku dapatkan.tapi walaupun begitu,biarpun dia memang pembunuhnya apakah semuanya adalah kesalahan ku?,hingga kalian menempatkan ku dalam sangkar neraka kalian?"
"Tidak aku tidak salah,aku tidak memiliki dosa sedikit pun atas kalian.apakah salah bila aku lahir dari orang tua yang seorang pembunuh?,tidak bukan.aku tak bisa memilih,dari manusia mana aku bisa terlahir dan kalian malah melimpahkan kesalahan dan hukuman itu padaku, apakah kalian waras?!"
"Wanita yang berhati lembut dan terlihat lemah telah kalian siksa dalam bentuk batin dan fisik, apakah dengan perbuatan manis kalian selama ini bisa mengobati rasa sakit ku?!,apakah bisa?!.tentu tidak,semua kepribadian ku ini telah berubah karena ulah kalian sendiri,kalian terlambat. jika berfikir akan berubah.aku yu sinyya telah tiada selama tiga kali karena ulah kalian"
Hati mereka mencelos ketika mendengar perkataan menyayat sinyya dengan suara pelan, wanita itu benar-benar telah hancur karena mereka . Lu xianyi memejamkan matanya mengahalau air mata yang akan turun, lu tian dan lu chenyu menunduk dengan air mata yang sudah terjun dengan bebasnya pada pipi mereka.apa yang harus mereka lakukan setelah ini?,dapatkah mereka mengubah segalanya dan mengembalikan hati sinyya seperti sedia kala?.
Sinyya memandang lu chenyu dengan pandangan lembut,lalu sedetik kemudian berganti dengan pandangan dingin
"Lu chenyu kau adalah suami paling baik untuk ku" ujar sinyya lirih "jika saja kau tak ikut berperan dalam kesakitan ku,mungkin aku bisa memaafkan mu,tapi ternyata kau juga telah menggoreskan luka yang sama untuk ku"
Lu chenyu mendongak kan wajahnya menatap sinyya dengan linang air mata, hatinya tercabik melihat tatapan teduh wanita itu,namun penuh kekecewaan.
"Haruskah aku memaafkan mu?!,tidak!.kau sama saja dengan mereka sama-sama telah menghancurkan perasaan ku"
Sinyya berdiri dari acara berjongkok nya, mengangkat wajahnya dengan tegak
"Maka jika kalian ingin menyalahkan seseorang karena telah menyebabkan kalian berada di situasi seperti ini.salahkan saja diri kalian sendiri,karena aku tidak akan menghukum seseorang,jika seseorang itu tak memiliki kesalahan sebelumnya"
Semua Sandera terdiam dengan pandangan kosong, memikirkan nasib mereka setelah ini, melihat sinyya yang begitu membenci mereka,sangat mustahil bagi mereka untuk terlepas dari cengkeraman wanita itu.
"Kau tetap saja berdosa sinyya"
"Kami tau kami telah bersalah padamu.bahkan kematian kami pun tak bisa menebus tiga kehidupan penuh derita mu itu"
"Tapi di sini,Kau membunuh orang-orang yang tak bersalah juga.nak"
"Para prajurit,pelayan dan juga rumah brodir yang di bakar oleh mu"
"Bukankah cukup kami saja yang kau sandera, yang menerima pembalasan ini?"
Sinyya menolehkan wajahnya, setelah sekian lama terdiam,kini sang ayah telah membuka mulutnya.sinyya terdiam,tak lama ia berbicara "mereka sama berdosanya dengan kalian,di masa lalu mereka memperlakukanku dengan tidak manusiawi,tidak ada sedikit pun perbuatan baik yang aku terima,selama menyandang predikat sebagai istri pangeran.lantas haruskah aku melepaskan mereka?"
Perdana menteri terdiam,tak tau apa yang harus ia katakan setelah ini.
Perhatian sinyya teralih ketika mendengar suara pintu kembali terbuka.