
Langit begitu cerah, seolah mewakili perasaan bahagia seorang gadis kecil yang menggemaskan. Bersama oma dan salah seorang pengasuhnya, gadis kecil itu sedang bermain boneka, sambil menunggu dengan sabar kedatangan kedua orang tuanya yang setahunya akan pulang hari itu dari luar negeri.
Michella mendekat pada wanita paruh baya yang sedang asyik dengan tayangan tv. Duduk di pangkuan oma-nya itu. "Oma, kenapa ayah sama bunda datangnya lama?" tanya Chella.
"Sebentar lagi, Sayang. Main saja dulu, ya," jawab wanita itu sambil membelai rambut cucu kesayangannya.
Rasanya kerinduan Michella pada kedua orang tuanya sudah menggunung. Ia beberapa kali melirik ke pintu berharap orang tuanya muncul di sana dengan membawakannya hadiah.
Berselang beberapa saat kemudian, terdengar suara mobi berhenti di depan pintu. Wajah Michella pun menjadi kegirangan. Ia segera berlari ke arah pintu, membuat jantung oma dan pengasuhnya seakan mau terjatuh dari tempatnya.
"Chella jangan lari-lari. Nanti ayahnya marah!" teriak Oma pelan.
Di depan sana, Marchel dan Sheila baru saja turun dari mobil diikuti dua orang pria yang sedang menurunkan barang-barang dari bagasi mobil. Rasanya Sheila sudah tidak sabar memeluk putri kecilnya yang ditinggal selama seminggu.
Pintu terbuka, ada wajah ceria Michella yang begitu bahagia ketika melihat kedua orang tuanya telah tiba.
"Bunda ... " panggil Chella sambil berlari menghambur. Sheila merentangkan tangannya, memeluk bocah kecil itu dengan eratnya. Begitu pun dengan Marchel, ia segera menggendong putri kesayangannya itu.
"Ayah, kenapa datangnya lama?" tanya Chella.
"Kan ayah cari hadiah dulu untuk Chella. Ayah bawa mainan yang banyak. Ayo masuk dulu!" Marchel menggendong Chella masuk ke dalam rumah, diikuti Sheila.
****
Duduk di ruang keluarga, Sheila dan Marchel melepas lelah. Di sudut sana Michella sedang membuka kotak besar berisi mainan yang mereka bawa untuk putri kecil itu. Jelas terlihat raut kebahagiaan di wajahnya, penasaran benda apakah yang berada di dalam kotak besar itu. Semoga sesuai harapannya.
Sheila juga membawa banyak buah tangan untuk mertua dan para asisten rumah tangga yang bekerja di rumah itu.
"Bagaimana perjalanan kalian?" tanya ibu.
"Menyenangkan, Bu! Di sana sangat indah. Kapan-kapan kita semua harus ke sana," jawab Sheila. "Michella tidak nakal dan merepotkan ibu selama kami pergi kan?"
"Tidak! Dia menunggu dengan sabar. Dia hanya sekali menangis, makanya ibu langsung menghubungi kalian. Em ... Marchel, kau berjanji apa pada Chella? Dia beberapa kali menanyakan janjimu pada ibu?"
Dan, beberapa detik kemudian, terdengarlah suara Chella memanggil.
"Ayah, kenapa isinya mainan semua?" tanya Chella seraya membongkar kotak mainan itu. Bahkan semua barang telah dikeluarkan dari kotak itu, akan tetapi Chella belum menemukan apa yang dicarinya.
"Kenapa, Nak?" tanya Marchel.
"Dede bayi nya mana? Kenapa di sini adanya mainan semua?" Sudah gusar mencari sosok adik bayi yang sejak tadi membuatnya sangat antusias.
Jeduaaarrrr!!!!
Marchel bagaikan terperangkap ucapannya sendiri. Si kecil Michella benar-benar berpikir akan dibawakan adik bayi. Laki-laki itu melirik Sheila, seolah meminta bantuan untuk menjawab. Namun Sheila hanya merespon dengan mengangkat bahu.
"Yang berjanji kan Kak Marchel, kenapa tanya aku?" ucap Sheila.
Marchel berdiri dari duduknya, mendekat pada Michella dan berjongkok di depannya. "Em ... Adik bayinya ketinggalan, Nak! Nanti saja ya!"
Seketika kedua mata Chella dipenuhi cairan bening, ia sudah sangat ingin bermain dengan adik baby boy pesanannya. Tangisan pun terdengar di ruangan itu.
"Huwaaa...! Chella mau Dede bayi. Kenapa tidak dibawa kemari Dede bayinya..."
Marchel garuk-garuk kepala tidak jelas, untuk membuat Chella berhenti menangis, ia sampai mengucapkan janji buta pada seorang gadis kecil. Tentu saja Chella akan menagih janji itu.
Ibu dan Sheila hanya saling melirik, melihat betapa repotnya Marchel membujuk anak gadisnya. Entah harus dengan cara apa Marchel menjelaskan pada Chella, tentang adik bayi yang butuh waktu sembilan bulan untuk tumbuh di dalam perut bundanya.
Bagaimana ini? Bagaimana caraku menjelaskannya coba? Masa harus tanya Willy lagi. batin Marchel.
******
Nanya donk, kalian bosan nggak??? Aku bosan loh. 🤧 Sheila - Marchel akan tamat beberapa episode lagi.