Perjodohan Antar Pewaris

Perjodohan Antar Pewaris
Ae ri VS Paman Yota


Ae ri benar-benar tak menyukai yuna. Dia juga berpikir suaminya itu sudah gila. Bukan karena pernikahan mereka tersembunyi. Namun, Ae ri hanya takut.


Takut jika Paman Yota mengatakan sesuatu pada appanya. Takut jika ada seseorang yang ia kenal lalu mengatakan sesuatu pada appanya.


Ae ri hanya tak mau appanya tahu tentang kehidupan pernikahan dirinya. Ae ri tak mau semuanya terlihat buruk dan diketahui oleh banyak orang.


Ae ri perlahan menoleh. Dia menatap ke arah Yuna sejenak. Dirinya benar-benar tak mau berdekatan dengan wanita yang dia ketahui adalah kekasih suaminya.


Padahal menurut Aeri. Wajah Selina begitu cantik dan berwibawa tapi kenapa sifat dan sikapnya berbeda sekali dengan penampilannya.


Mungkin ini yang dimaksud orang bermuka dua. Dia akan bersikap baik untuk mengambil hati seseorang dan akan menunjukkan taringnya jika berhadapan dengan orang yang mengusik miliknya.


"Untuk apa kau melihatku?" Ketua Yuna yang membuat Ae ri menoleh.


"Aku hanya ingin melihat. Seberapa lancang wanita sepertimu yang tak memiliki rasa malu!"


Setelah mengatakan hal pedas itu. Ae ri perlahan pergi meninggalkan Yuna. Meninggalkan wanita yang wajahnya sudah merah padam.


Tangannya mengepal liat seakan dirinya menahan sesuatu yang hendak meledak. Akhh emosinya terpancing. Dia benar-benar rasanya ingin memukul dan mencakar Ae ri secara langsung.


"Kita lihat saja! Siapa yang akan ditendang oleh Ye Joon dari hidupnya!"


***


Setelah sesi makan malam bersama itu selesai. Beberapa orang mulai kembali membicarakan masalah perusahaan. Hal yang selalu membuat Ae ri merasa bosan.


Akhirnya tak mau memikirkan hal tak berguna. Tak mau membuat kepalanya sakit di sini. Akhirnya Ae ri berjalan keluar. Dia mengambil segelas minuman dan membawanya. Tanpa Ae ri ketahui jika di belakangnya ada sosok yang mengikutinya dalam diam.


Ae ri terus berjalan menuju taman samping yang ada di gedung itu. Udara dingin tentu menyegarkan otaknya yang kaku. Dia menghirup dengan mata terpejam dan menikmati malam indah dengan keheningan. Hingga suara seseorang dari belakang, membuat Ae ri terkejut.


"Apa kabar, Sayang," ucap Paman Yota menatap anak majikannya dengan penuh kerinduan.


"Paman." Ae ri berjalan mendekat.


Dia memeluk sosok Paman Yota dengan erat untuk menumpahkan kerinduannya. Jujur dia merindukan rumahnya. Dia merindukan suasana rumah yang hangat dan selalu memanjakannya.


"Aku rindu, Paman," kata Ae ri dengan jujur.


Paman Yota terkekeh. Dia tak terkejut dengan tingkah Ae ri yang manja. Sosok Ae ri ketika bertemu dengan orang terdekatnya akan seperti ini. Dia memiliki sisi lain yang hanya ditunjukan pada orang yang dekat dengan dirinya.


"Paman juga rindu. Kamu betah disini?"


Ae ri menggeleng, dia melepas pelukannya dan menghapus setetes air mata yang menetes tanpa pamit.


"Aku ingin pulang, Paman. Aku tak betah dengan keluarga seperti mereka."


"Paman mengerti, Sayang. Tapi, Appamu tak akan melakukan apapun tanpa memikirkan akibatnya, Nak. Percayalah pada appamu," ucap Paman Yota menenangkan.


"Aku tak mau menikah, Paman. Aku tak mau menikah. Aku ingin bermain," adu Ae ri dengan bibir memberengut.


"Paman tahu tapi…" Jeda Paman Yota sambil mengusap kepala Ae ri. "Percayalah pernikahan ini akan berakhir dengan bahagia jika kamu bisa melewatinya."


"Paman yakin kamu bisa. Paman yakin kamu bisa meluluhkannya! Ingat, appamu tak akan melakukan ini, jika dia tak percaya pada Ye Joon."


~Bersambung