
"Terserah. Itu urusanmu," sahut Ye Joon dengan dingin.
"Ah terima kasih," kata Ae ri dengan bahagia.
Setelah mengatakan itu Ae ri segera kembali ke ruangannya dan mengajak Kai makan bersama Ye Joon. Kai tak masalah, yang terpenting dia bisa berbicara dengan malaikat penolongnya itu.
Akhirnya ketiganya berangkat ke restaurant dengan satu mobil. Ye Joon mengizinkan Kai untuk naik ke mobilnya karena tak mau menunggu mobil milik Kai datang menjemput.
Sepanjang perjalanan, Kai dan Ae ri berbincang begitu hangat. Bahkan terkadang diselingi tawa kecil di antara obrolan mereka. Keduanya memang memiliki karakter yang sama jika sedang berbincang berdua.
Apalagi kebaikan hati Ae ri. Mampu meruntuhkan sikap egois dan amarah dalam diri Kai. Ya pria yang tempramen tinggi itu berubah menjadi kucing kecil di hadapan Ae ri.
"Bagaimana kabar tempat tinggal kamu dulu?"
"Baik. Bahkan sudah banyak perubahan," sahut Ae ri dengan senang.
"Aku jadi ingin bermain di sungai lagi denganmu, Ae ri."
"Yakin? Nanti kamu tenggelam lagi, bagaimana?" Ledek Ae ri dengan terkekeh.
"Aku sudah bisa berenang. Sejak kejadian itu, aku les berenang agar tak tenggelam lagi."
Tanpa keduanya sadari, sejak tadi ada seseorang yang mendengar dan melihat kedekatan mereka. Senyum sinis terbit di ujung bibirnya saat menyadari tingkah wanita di dekatnya itu.
Ada hubungan apa Ae ri dan Kai di masa lalu? Bahkan mereka terlihat sangat dekat, gumam Ryuga dalam hati.
Sesampainya di restaurant. Ketiganya segera masuk ke dalam. Dengan penuh perhatian Kai menarikkan kursi untuk Ae ri dan hal itu mengundang tatapan tak suka dari Ye Joon.
Tak lama pelayan mulai menyajikan makanan yang ternyata sudah dipesan sekretaris Ye Joon sejak diperjalanan. Dengan cekatan, Kai mengambil lauk untuk Ae ri dan membuat wanita itu tak enak hati.
"Sudah, Kai. Aku bisa mengambilnya sendiri."
"Diamlah. Toh tak setiap hari."
"Ae ri."
"Ya?"
"Ada hubungan apa kamu dengan Tuan Ye?"
Spontan pertanyaan Kai membuat Ye dan Ae ri saling memandang. Namun, Ae ri yang sudah mengenal Kai akhirnya menceritakan semuanya. Dari perjodohan dirinya oleh sang Appa dan pernikahan serta perjanjian selama satu tahun antara dia dan Ye Joon.
"Jadi kamu ingin bercerai setelah pernikahan itu satu tahun?"
"Ya. Setelah itu semua akan selesai."
Kai menarik nafasnya lebih lega. Setidaknya Ae ri memiliki tenggat waktu hubungan dengan rekan kerja samanya ini. Setelah acara makan mereka selesai, ketiganya mulai keluar dari restaurant.
"Hati-hati di jalan, Kai," ucap Ae ri dengan mengelus kepala Kai pelan.
Kai menganggukkan kepalanya lalu segera pergi. Tanpa Ae ri sadari, jika sejak tadi mata Ye Joon memicing tak suka. Alisnya berkerut tajam melihat bagaimana perlakuan wanita itu pada aktor iklannya.
"Lain kali jaga sikapmu, Ae ri!"
"Kenapa! Aku tak melakukan apapun," sahut Ae ri dengan santai.
"Jangan lakukan itu lagi di depanku."
"Kamu cemburu?" tuding Ae ri dengan senyum miringnya.
"Jangan berkhayal," seru Ye Joon dengan wajah dinginnya.
"Kalau kamu tak cemburu syukurlah. Aku merasa senang, karena sepertinya aku sudah menemukan pria yang kucintai."
~Bersambung