Perjodohan Antar Pewaris

Perjodohan Antar Pewaris
Paman Yota


Ya, lagu yang dibawakan oleh Yuna dia bawakan kembali. Dia bawakan versi dirinya sendiri.


There ain't no gold in this river.


That I've been washin' my hands in forever.


Semua orang terpanah. Bahkan mendengar suara Ae ri saja membuat mereka semua seakan tenggelam dengan alunan yang dimainkan oleh anak dari Lee Jin tersebut. Bahkan banyak yang terhipnotis karena suara piano Ae ri sampai tanpa sadar ikut menyanyi bersamanya.


Untuk suara mungkin jangan ditanya lagi. Ae ri adalah penyanyi terkenal. Suaranya selalu menghipnotis. Namun, untuk bermain piano, baru kali ini dia mainkan di muka umum.


Selama ini Ae ri selalu diberikan band sendiri atau membawa solo stand dirinya. Menyanyi dengan irama. Tak pernah dia memakai alat musik sendiri kecuali malam ini.


Beberapa orang mulai berbisik-bisik. Bahkan lebih tepatnya mereka menilai. Menilai penampilan Yuna dibanding Ae ri.


"Permainan Ae ri sangat bagus. Bahkan lebih halus dari milik Nona Yuna," ungkap seorang tamu undangan yang merupakan rekan bisnis Ye Joon.


Posisi orang itu yang berdekatan dengan Ye Joondan keluarga. Tentu dapat didengar dengan jelas oleh mereka semua. Terutama Yuna, tangan wanita itu terkepal kuat. Dia tak percaya jika Ae ri pandai bermain piano dan sekarang, dirinya seakan yang dihina oleh orang-orang.


Kembali pada Ae ri , gadis itu semakin menikmati permainan pianonya sendiri. Dia berusaha menampilkan yang terbaik. Bukan untuk menarik perhatian Ye Joon, melainkan demi namanya sendiri dan keluarga suaminya.


Baby, let me in.


Go easy on me, baby.


Ye Joon terpanah. Bahkan pria itu merasa terhipnotis. Suara Ae ri yang merdu seakan merasuk pada pikirannya. Arti lagu ini pun sangat mengena di hatinya.


Sampai lagu itu selesai. Ae ri mendapatkan tepukan tangan yang meriah. Bahkan tak jarang, suara tamu yang mengatakan bagus, merdu dan sangat indah terdengar begitu luar biasa.


Hingga tak lama, mata Ae ri bertemu pandang dengan seseorang. Seseorang yang sangat ia kenali ada disana. Ada di pesta ini dan melihat dirinya.


"Bagaimana bisa Paman Yota ada disini?" Gumam Ae ri dalam hati. "Bukankah Appa sudah bilang bahwa semuanya tak akan dia ceritakan!"


Belum selesai rasa terkejut Ae ri. Jantung gadis itu semakin berdegup kencang saat dia melihat Paman Yota mendekati mertua dan suaminya.


Matilah aku. Ye Joon jangan sampai tahu tentangku, gumamnya dengan takut.


Ae ri mencoba menarik nafasnya begitu dalam dan menghembuskannya. Lalu dia segera turun dari panggung dan kembali ke keluarga Ye Joon. Gadis itu benar-benar hanya menunduk takut. Dia tak tahu bagaimana harus menghadapi Paman Yota.


Paman Yota adalah pengurus rumah besar sekaligus tangan kanan appanya. Pria tua itu sudah dianggap sebagai kakeknya sendiri . Ae ri sangat menyayanginya karena Paman Yota selalu baik kepadanya.


"Ae ri kenalkan, Dia adalah Tuan Yota, tangan kanan appamu kan?" Kata Jeon pada Ae ri.


Dia menatap Paman Yota dengan pelan. Memandang wajah pria yang sudah lama sekali tak dia lihat. Paman Yota memang diletakkan di tempat dimana dia selalu pulang kesana.


Sebuah rumah rahasia yang menjadi tempat untuk menenangkan diri oleh Appanya atau dirinya.


"Ae ri," panggil Kakek Haffi yang membuat Lora tersadar.


~Bersambung