Perjodohan Antar Pewaris

Perjodohan Antar Pewaris
Kesepakatan Ae ri


Ya, pria itu ada disana. Duduk tenang di kursi belakang dengan tangan memegang laptop.


"Ngapain kamu disini?" tanya Ae di dengan mata memicing.


"Kerja."


"Apa!" sahut Ae ri terperangah. "Apa kita berangkat bersama?"


"Cepat masuk atau jalan kaki!" Bukannya menjawab, Ye Joon malah berkata dengan pedas. Dia melirik Ae di dengan tajam hingga membuat perempuan itu mau tak mau hanya bisa menurut.


Gadis yang memakai kemeja dengan rok span itu akhirnya duduk di sebelah Ae ri. Dia meletakkan tasnya di atas paha lalu membuang wajahnya ke samping. Sungguh berada dalam satu mobil dengan pria dingin itu dan mencium minyak wangi Ye Joon, selalu membuat dirinya merasa nyaman.


Saat mobil mulai pergi meninggalkan pelataran rumah besar Ye Joon. Ae ri teringat akan rencananya. Dia segera menoleh ke samping dan memiringkan tubuhnya hingga bisa menatap wajah pria menyebalkan di sampingnya ini.


"Ada apa?" kata Ye Joon tanpa menoleh.


"Aku ingin berbicara denganmu," kata Ae ri dengan serius.


"Katakan!"


"Bisakah letakkan laptopmu sebentar! Aku ingin berbicara serius," ujarnya dengan nada kesal.


Pria di depannya ini, pria yang menjadi suaminya ini benar-benar menguji kesabarannya. Sikap cuek dan dinginnya benar-benar membuat Ae ri selalu merasa kesal dan menilai pria itu jual mahal.


Terdengar decakan lidah dari pria itu, tapi dia menutup laptopnya lalu menatap Ae ri sekilas.


"Katakan!"


"Aku ingin mengajakmu bekerja sama, Ye. Aku tau kamu juga keberatan dengan pernikahan ini, 'bukan?"


"Lalu?" tanya Ye Joon meliriknya sekilas.


"Aku menerima pernikahan ini karena appaku. Demi kesehatannya! Dan kemarin kau bilang, dalam satu tahun waktu kita bersama. Benar bukan?"


"Ya!" Sahut Ye Joon dengan singkat.


"Jadi, maukah kau berbaik hati, ketika bersama appaku, kau bersikap seperti suami yang baik. Kemarin kau terlalu kaki dan yah, appaku lama-lama akan tahu tentang rencanamu kemarin. Setuju?" Tanya Ae ri dengan serius.


Dia tak main-main. Hanya satu tahun, demi appanya dia rela melakukan apapun. Dia tak mau appanya akan tahu rencana keduanya ini.


Yang ada dalam pikiran Ae ri hanya bagaimana appanya tahu dia bahagia dengan pernikahan ini.


Itu saja sudah cukup!


"Ya. Aku setuju."


"Deal."


Bertepatan dengan itu mobil Ye Joon terlihat terparkir di depan pintu. Semua pegawai langsung berbaris dengan rapi. Mereka semua tak sabar untuk menunggu kedatangan bos mereka yang tampan dan rupawan.


"Turun!"


"Turunlah dulu, Ye," kata Ae ri dengan gugup.


Dia bisa melihat beberapa pegawai berbaris menunggu kedatangan pria di sampingnya ini. Situasi ini benar-benar membuatnya tak nyaman.


"Tak ada yang tahu jika kau adalah istriku disini! Pernikahan kita tersembunyi dan appaku setuju untuk merasahaikan ini dari kantor!"


Ae ri merasa tenang. Dia mengangguk dengan pelan.


"Sekarang turun!"


"Tapi.. " Sela Ae ri dengan menatap orang yang ada di luar itu.


"Turun atau batal perjanjian kita!" Hingga ancaman Ye Joon yang tak main-main. Membuat Ae ri akhirnya mau ikut turun.


"Kalau bukan karena Appa. Aku pasti sudah menendang pantatnya," gerutu Ae ri dengan bibir cemberut.


~Bersambung