Perjodohan Antar Pewaris

Perjodohan Antar Pewaris
Pekerjaan Pertama Ae ri


Perlahan Ae ri mendorong pintu tersebut. Disana, tampak seorang perempuan cantik dengan pakaian begitu rapi sedang duduk di kursi kebesarannya. Dia adalah Departemen Sekretaris di perusahaan suaminya.


Perempuan itu menatap Ae ri dengan tajam. Matanya memindai penampilan Ae ri dari atas sampai bawah.


"Selamat Pagi, Nona. Saya Ae ri, ingin melakukan administrasi," sapa Ae ri begitu sopan dengan diiringi senyuman di bibirnya.


"Pegawai baru?" todong Perempuan itu dengan tatapan memicing.


Ae ri terdiam. Dia memperhatikan perempuan di depannya ini dengan lekat.


"Hey!"


"Iya, Nona. Saya pegawai baru," sahut Ae ri pada akhirnya.


Perempuan itu mengangguk. Tanpa meminta Ae di duduk, dia mengambil telepon di dekatnya dan melakukan panggilan. Matanya tak lepas memperhatikan penampilan Ae ri. Kepalanya mengangguk entah apa yang dibicarakan. Sampai panggilan itu terputus, terlihat senyuman sinis muncul di bibir berlipstik merah tersebut.


"Isi administrasi ini dan duduklah!"


Ae ri mengangguk. Dia segera mendudukkan dirinya di sana dengan tenang. Namun, sebelum itu, matanya tak sengaja melihat papan nama yang tertera di sana. Dia ingin tahu siapa nama perempuan di depannya ini.


Marissa, gumamnya dalam hati.


"Cepat tulis dan saya beri pekerjaan!" perintahnya yang membuat Ae di segera mengisi administrasi dirinya.


Dia mengerjakan dengan cepat. Bahkan dirinya tak berani bertanya karena malas berhadapan dengan sosok Marissa yang menurutnya angkuh.


Setelah semuanya terisi, Ae ri segera menyodorkan kertas itu pada Marissa. Rissa panggilan untuk Ketua Sekretaris di perusahaan segera meneliti data-data milik Ae ri dengan baik.


"Ae ri?"


"Ya."


"Saya tahu kamu adalah idola di luar sana. Kamu adalah artis, penyanyi dan modelling. Namun, disini, Anda sama seperti kami. Karyawan. Jadi jangan meminta hak istimewa apapun!"


"Siap, Bu Marissa. Saya sendiri disini tak meminta hak istimewa. Saya hanya ingin belajar dan bekerja disini," Balas Ae ri penuh penekanan.


"Ini adalah agensi dan kamu akan bekerja yang berkaitan dengan para artis dan model juga. Jadi persiapkan diri kamu sebaik mungkin!"


"Siap," Jawab Ae ri yang tak mau mencari masalah di awal pekerjaan dirinya.


Ae ri sadar, pekerjaan pertama di hari pertamanya tak akan mudah. Dia yakin akan ada sesuatu yang harus dia kerjakan dan membuat Ae ri mempersiapkan dirinya.


Ae ri ingin. Apa yang diberikan padanya semoga bisa dia lakukan dan Ae ri berharap. Pekerjaan di hari pertamanya segera berakhir.


"Saya memiliki pekerjaan penting buat kamu," ujar Marissa dengan pandangan tajamnya.


"Hari ini akan ada syuting iklan yang dibintangi oleh Aktor terkenal bernama Jekai Bi. Kamu saya tunjuk sebagai penanggung jawab iklan hari ini."


"Tapi saya hanya pegawai baru, Bu. Saya belum tahu apapun di perusahaan ini," ungkap Ae ri dengan gamblang.


"Siapa atasan kamu?"


"Anda," sahut Ae ri dengan cepat.


"Jadi kamu hanya bisa menurut. Sekarang keluar dan bergabung dengan tim iklan!" perintah Marissa dengan pandangan sinis.


Dia menunjuk pintu keluar yang membuat Ae ri tak bisa melakukan apapun. Akhirnya mau tak mau dia harus bisa melakukan ini. Ae ri segera keluar dari sana meninggalkan Marissa dengan senyum penuh kemenangan.


Tanpa kata dia segera meraih telepon itu dan berbicara dengan orang di seberang sana.


"Saya sudah melakukannya, Tuan. Ae ri mulai melakukan apa yang saya perintahkan!" Kata Marissa pada orang yang ada di seberang teleponnya.


~Bersambung