
Ae ri masih diam. Dia melihat penampilan wanita di depannya ini sangat glamour. Apalagi make upnya yang tebal serta perhiasan yang banyak, semakin membuat Ae ri yakin jika wanita ini bukan dari kalangan biasa.
"Ya. Aku Ae ri. Anda siapa?"
"Kenalkan aku Yuna, sahabat Ye Joon," sahutnya tanpa mengulurkan tangan.
Ae ri hanya mengangguk. "Ya. Kenapa Anda menghadang jalanku?"
Anak dari Ji eun akhirnya tak mau berbasa-basi juga. Dia merasa tak mengenal wanita di depannya ini dan Yuna juga seakan tak memiliki attitude baik.
Wanita yang mengaku sahabat Ye Joon itu, Yuna itu hanya diam. Namun, tangannya bergerak membuka dompet dan mengeluarkan sesuatu disana.
"Ambillah, Ae ri," kata Yuna sambil menyerahkan sebuah kartu bank. "Di dalamnya terdapat uang 100 milyar untukmu."
Kening Ae ri berkerut. Dia tak paham maksud wanita di depannya ini.
"Untuk apa Anda memberiku uang?"
"Katakan pada Ye Joon dan appamu, jika pernikahanmu dengan Ye Joon gagal malam ini, lalu pergilah dari kehidupannya."
Ae ri menatap datar sosok Yuna di depannya. Bahkan kartu bank itu tak diterima oleh Ae ri.
"Maaf, Yuna. Seberapa banyak uang yang Anda punya. Aku tak akan pergi dari hubungan pernikahan ini."
Setelah mengatakan itu, Ae ri langsung beranjak pergi. Dia mengabaikan tatapan mata Yuna yang berkaca-kaca karena merasa sakit hati dengan perlakuan wanita itu.
"Dasar wanita murahan, sok jual mahal. Aku akan mengambil apa yang selama ini menjadi milikku! Kau tak akan bisa mengambil Ye Joon dariku!
***
Yuna berusaha menenangkan hatinya. Dia tak mau termakan emosi dan menghancurkan rencananya. Di dalam otaknya ini, mulai berputar segala rencana licik yang sudah dia siapkan untuk perempuan yang menikah dengan kekasihnya itu.
Yuna mengajak teman-temannya mendekat. Wajahnya dia lihatkan sebahagia mungkin dengan senyuman terus menghias di bibirnya.
"Hai, Ye," sapa Selina pada sosok kekasihnya itu.
Ye Joon menoleh. Dia terpaku dan menatap wanita di depannya ini dengan terkejut. Ah tentu saja Ye Joon kaget, dia tak pernah tahu kekasihnya jika datang ke acara kantornya.
Selama ini Ye Joon sering menyuruh kekasihnya untuk datang tapi bukannya dituruti. Yuna selalu menolak. Wanita itu selalu bilang jika dia tak pantas disini.
"Yuna!" Pekik Ye Joon dengan pandangan tak percaya.
"Iya ini aku," Sahut Yuna dengan tersenyum begitu manis.
Ah wajah perempuan itu memang cantik dan manis. Bahkan semua orang kantor juga tahu tentang Yuna dan hubungan apa dengan Ye Joon.
Pria itu memang terbuka dengan hubungannya. Dia sering mengajak Yuna ke kantor untuk menemaninya.
"Kapan datang?"
"Barusan!" Jawab Yuna yang entah kenapa membuat Ye Joon memiliki tanda tanya besar.
Tanpa diduga pria itu menarik tangan Yuna dengan lembut dan mengajak perempuan itu pergi dari sana tanpa peduli dengan sosok saudara Ye Joon yang ada disana.
Ya keluarga besar Ye Joon selalu datang. Keluarga dari appanya selalu hadir di acara perusahaan.
Tanpa Ye Joon sadari jika Ae ri sejak tadi melihat bagaimana Ye Joon memperlakukan Yuna di depan matanya.
"Ada hubungan apa mereka berdua?" Gumam Ae ri dengan pelan.
~Bersambung