Perjodohan Antar Pewaris

Perjodohan Antar Pewaris
Kai VS Ye Joon


Kepala Ae ri hanya bisa menggeleng. Bibirnya tersenyum kecil saat melihat tingkah dari sosok yang dulu pernah dia selamatkan itu. Ya, Jekai adalah seorang aktor yang dulu pernah datang ke tempat dimana Ae ri liburan.


Dia pernah diculik dan diselamatkan oleh Ae ri dengan berani. Dari sana lah, hubungan keduanya terus terjalin sampai beberapa bulan terakhir komunikasi keduanya hilang kontak.


Akhirnya setelah hampir tiga jam mereka melakukan syuting. Proses itu selesai dengan sukses. Wajah bahagia dan penuh syukur tercetak jelas di sana. Terutama Ae ri, perempuan itu tak hentinya mengatakan banyak terima kasih pada seluruh pegawai yang ikut serta dalam bagian ini.


Setelah semua sudah beres. Ae ri segera membawa berkas-berkas sisa syuting dan tak lupa flashdisk berisi video dan foto Jekai ada di tangannya.


"Ae ri, ayo makan siang!" ajak Jekai mendekati Ae ri yang hendak pergi.


Perempuan itu tak menjawab, melainkan dia mengangkat tangannya untuk melihat pukul berapa siang.


"Maaf, Kai. Ini masih jam kerja," tolak Ae di dengan tak enak hati. "Lebih baik pulanglah dan aku akan kembali bekerja."


Semua orang yang disana merasa takut. Bahkan jantungnya berdebar kencang untuk melihat reaksi Kai yang marah. Mereka tentu tahu bagaimana kepribadian aktor terkenal itu. Dia tak suka ditolak ataupun menunggu. Namun, ternyata hal gila terjadi lagi disana.


"Aku akan menunggu sampai kamu selesai bekerja," ujar Kai memutuskan.


Pria itu segera mengikuti langkah kaki Ae ri yang kembali ke ruangan kerja barunya. Pria itu benar-benar berubah 180 derajat. Tak ada wajah kesal ataupun marah di benaknya. Dia seakan berubah seperti anak kecil saat berhadapan dengan Iora.


****


Waktu terus bergulir dengan cepat. Tak terasa jam kerja telah tiba. Ae ri segera membereskan meja kerjanya sebelum pulang. Dia melakukan semua itu dengan cepat karena tak enak hati pada Jekai.


Pria itu benar-benar menunggu dirinya di ruangannya. Sejak tadi dia bermain sesuatu di ponselnya dan tak mengganggu Ae ri sedikitpun.


Jekai mengangguk. Namun, saat keduanya hendak keluar dari ruangan, pintu itu tiba-tiba terbuka dan muncullah sosok Ye Joon di sana.


"Ada apa, Ye...maaf Tuan Ye Joon?" tanya Ae ri dengan sopan.


Dirinya hampir saja melupakan jika saat ini masih ada di kantor. Benar-benar wanita itu malu saat menyadari jika di sana bukan hanya ada mereka berdua. Melainkan ada Jekai dan pria yang berdiri di belakang Ye Joon seperti asisten pribadinya.


"Halo, Tuan Kai. Selamat atas kerja sama kita. Semoga syuting hari ini sukses," sapa Ye Joon dengan wajah datarnya.


Pria itu mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Jekai.


"Ya, Tuan Ye. Saya yakin hasil syuting kali ini memuaskan karena penanggung jawab Anda, sangat berprofesional."


Ye Joon berdecak dalam hati. Namun, dia berusaha menetralkan ekspresi wajahnya agar Kai tak curiga. Tak lama dia baru ingat akan tujuannya untuk datang ke ruangan Ae ri.


"Appa memesankan restoran untuk kita. Ayo kita makan bersama!" perintah Ae ri to the point.


Spontan ucapan itu membuat Ae ri menatap Jekai yang sedang menatapnya. Dirinya merasa tak enak hati saat menyadari bahwa Kai bersedia menunggu dirinya sejak tadi. Akhirnya sebelum Ye Joon menghilang dari pandangannya, Ae ri cepat-cepat memanggil pria itu


"Bolehkah aku mengajak Tuan Kai?"


~Bersambung