
Setelah melihat ada orang yang akan membayar, yang lainnya kembali bersemangat, dan mulai memesan buah–buahan, dan juga bir.
Rico terus berdoa agar Dave harus datang, kalau tidak maka hari ini dompetnya akan berdarah lagi, kartu kreditnya sudah hampir mencapai limit.
Billy bersandar di sofa dan meminta Mona untuk memijatinya, lalu meminum air, keadaannya sudah jelas terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya, hanya saja kepalanya masih terasa pusing.
“Saya beritahu ya, kalau nanti Dave sampai, kalian harus memaksanya minum dengan ganas, siapa yang bisa membuatnya mabuk akan saya gandakan bonus bulanannya”
Billy berkata kepada semua orang.
Setelah mendengar bonusnya akan digandakan, semua orang seketika menjadi bersemangat.
“Pak Billy tenang saja, saya jamin Dave akan keluar dengan terbaring”
“Kalau dia berani datang, saya akan membuatnya minum sampai tidak tahu arah”
Mereka semua bersiap–siap, begitu banyak orang yang menyuruh Dave minum, Dave pasti akan dipaksa sampai mabuk, bahkan Rico juga sempat tergerak saat mendengar bonus akan digandakan, tapi dia pasti tidak akan memaksa Dave untuk minum.
Saat mereka bernyanyi sambil minum, tiba–tiba pintu ruangan terbuka, Dave tiba bersama dengan Yvonne.
Melihat Dave sudah sampai, semua orang terlihat heran, terutama setelah melihat Yvonne yang ada disamping Dave, membuat mata banyak pria langsung bersinar, bahkan Billy yang masih sedikit mabuk juga menyipitkan matanya, dan saat melihat Yvonne, matanya langsung membelalak.
Meskipun Mona juga cantik, tapi Yvonne masih menyiratkan aura gadis muda, meskipun Yvonne pernah menjadi penari di bar, tapi hatinya masih polos.
“Dave, saya kira kamu takut menghamburkan uang dan tidak berani datang”
Billy melirik Dave dan mengembalikan tatapannya pada Yvonne sambil bertanya. “Siapa gadis ini?”
“Halo semuanya, apa kabar, nama saya Yvonne, saya adalah tetangganya Kak Dave, semoga saya tidak mengganggu acara kalian ya”
Yvonne memperkenalkan dirinya dengan sangat sopan.
“Tidak, tidak mengganggu kok”
“Duduk, ayo duduk”
“Ayo makan buahnya, disini ada buah”
Segerombolan pria mulai mencoba tampil sebaik mungkin, tidak ada yang memperhatikan Dave.
Billy juga mulai batuk dan berkata.
“Nama saya Billy, saya manajernya Dave”
Yvonne yang mendengar kalau Billy adalah manajer langsung mengulurkan tangannya dengan panik.
“Pak Billy, apa kabar”
“Baik, baik”
Kedua mata Billy semakin bersinar, dan menggenggam tangan Yvonne dengan erat.
“Nona Yvonne, dimanakah kamu bekerja sekarang?” Billy sama sekali tidak merasakan tatapan marah dari Mona, dan bertanya kepada Yvonne sambil tersenyum.
“Saya…Saya tidak bekerja….”
Yvonne menjawab dengan canggung.
Mendengar ini, Billy tersenyum lebih cerah lagi, dia mengeluarkan kartu nama dari kantongnya.
“Ini kartu nama saya, jika Nona Yvonne tertarik dengan perusahaan kami, Anda bisa datang untuk. bekerja di perusahaan kami!”
“Benarkah?”
Yvonne yang mendengarnya seketika terkejut dan membelalak.
“Tentu saja, saya manajer departemen, saya punya hak untuk hal itu”
Billy berkata dengan wajah bangga.
“Billy………" Mona sudah tidak tahan lagi dan langsung berteriak.
Billy baru teringat pada Mona, dan bergegas membuat jarak dengan Yvonne.
“Duduk…semuanya duduk”
Yvonne seolah menyadari sesuatu dan tersenyum sambil kembali ke sebelah Dave, sambil melingkarkan tangannya pada lengan Dave dengan santai.
“Kak Dave, coba kenalkan padaku. rekan–rekanmu ya?”
Dave tercengang karena gerakan santai Yvonne, dihadapan begitu banyak orang, gerakan ini terlalu mesra.
Hanya saja Yvonne sengaja melakukannya, agar pria–pria dihadapannya ini tidak menaruh harap padanya, dan agar Mona tidak cemburu padanya.
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih...