
Tetapi tangan orang itu baru dijulurkan keluar, sudah ditangkap oleh Dave.
“Hutang dia saya yang akan membayarnya, kamu jangan turun tangan”
Dave berkata pelan kepada orang yang memakai kalung emas itu.
“Kamu membayar?”
Orang itu menilai Dave sejenak, melihat pakaiannya yang sederhana,sekujur tubuhnya dari atas ke bawah tidak sampai 200 ribu,dia tertawa dingin.
“Kamu tahu dia hutang berapa duit?”
“Satu miliar” Dave berkata.
“Hngg, 1 miliar tidak cukup”
orang yang memakai kalung emas itu mendengus.
“Kenapa bisa tidak cukup? Minggu lalu kamu yang bilang, asalkan saya membayar 1 miliar sudah cukup”
Yvonne yang mendengarnya dengan cemas bertanya.
“Minggu lalu adalah masalah minggu lalu, apakah uangku tidak perlu bunga? Sekarang 1,3 miliar, kurang sepersen pun tidak boleh!”
Orang yang memakai kalung emas itu meringis, dia berkata dengan penuh penghinaan.
Yvonne yang mendengarnya terpelongo, hanya dalam waktu seminggu, naik 300 juta, walaupun dirinya mempunyai mesin cetak juga tidak akan sanggup membayar hutang lintah darat ini.
“Baik, 1,3 miliar,saya akan membayarnya"
Dave berkata dengan ringan.
Melihat Dave mengiyakan dengan begitu cepat,orang itu juga terpelongo,bahkan Yvonne juga membelalakkan matanya, dengan tidak percaya menatap Dave.
“Kak Dave, kamu….kamu mana ada begitu banyak uang?”
Yvonne mengetahui Dave tidak mungkin mempunyai begitu banyak uang, baru keluar dari penjara beberapa hari bahkan pekerjaan juga tidak ada,bagaimana mungkin bisa mempunyai 1 miliar lebih.
Orang yang memakai kalung emas itu mendengar perkataan Yvonne,dengan bengis menatap Dave.
”Anak muda, kamu yakin kamu mempunyai uang? Jika berani mempermainkan saya, kamu akan tahu akibatnya?”
Sambil berkata,orang itu mengeluarkan sebilah belati, dengan pelan menggores ringan di bawah dagunya.
Melihat pihak lawan menghunuskan belati, Yvonne takut sampai wajahnya pucat pasi, dengan ketat bersembunyi di belakang tubuh Dave.
“Saya sudah bilang akan memberi, pasti akan kuberikan, kalian ikut saya ke bank untuk mengambil uang”
Wajah Dave terlihat tenang, sama sekali tidak ada perasaan panik.
Orang yang memakai kalung emas itu melihat Dave begitu tenang,dalam matanya terlintas kesan salut dan dia berkata.
“Baiklah, melihat kamu adalah seorang ksatria saya mempercayai dan akan ikut denganmu ke bank”
Setelah selesai berkata orang yang memakai kalung emas itu memberi jalan,dia memberi tanda dengan matanya,segera ada anak buahnya yang membuka pintu mobil.
“Ayo jalan, masuklah ke mobil“
Orang yang memakai kalung emas itu menggoyangkan kepalanya.
Dave memutar badan dan berkata dengan suara ringan kepada Yvonne.
“Kak Dave"
Yvonne menarik lengan Dave, dalam matanya penuh rasa khawatir.
“Tenanglah, tidak akan terjadi apa apa pada saya”
Dave tersenyum kemudian memutar badan menuju ke arah mobil.
Melihat mobil yang meninggalkan tempat itu, air mata Yvonne jatuh bercucuran, dia tidak tahu akibat yang akan dialami Dave setelah dibawa pergi oleh orang orang itu.
Dengan cepat,mobil yang membawa Dave telah sampai di sebuah bank.
“Ingat, jangan bertindak macam macam, kita akan menunggumu di luar”
Orang yang memakai kalung emas itu berkata sambil mengancam Dave.
Dave tidak menggubrisnya, tetapi langsung berjalan ke dalam bank.
Pada saat ini di dalam bank banyak orang yang sedang bertransaksi, Dave harus antri menunggu giliran.
“Tuan,jika Anda ingin mengambil uang,bisa langsung di mesin ATM, dengan demikian tidak perlu antri”
Seorang petugas bank menyampaikan dengan sopan kepada Dave.
“Saya mau menarik uang yang banyak, Mesin ATM tidak bisa digunakan”
Dave berkata dengan sopan sambil tersenyum.
“Tuan, boleh tanya Anda ingin menarik berapa?” pegawai itu bertanya.
“1 miliar lebih"
Baru selesai ucapan Dave, orang orang yang berbaris di depannya seketika berbalik melihatnya.
Satu miliar bukanlah angka yang kecil.
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih...