
“Benar, Billy, tidak usah minum lagi, nyawa lebih berharga, jangan bertaruh nyawa lagi dengannya”
Saat ini Anita juga berdiri dan membujuk Billy.
Mereka takut kalau Billy kembali menghabiskan satu mangkok arak itu akan membuatnya. keselamatannya terancam, hal itu bisa menjadi merepotkan.
Saat itu kedua mata Billy mulai memerah, dia menatap Dave dengan kepalanya yang mulai berputar, dan saat melihat tatapan mata Dave yang memprovokasinya, dia menggertakkan gigi dan mengangkat mangkok arak itu lalu meneguknya.
Setelah meminum dua mangkok arak, wajah Billy yang merah menjadi pucat, wajahnya terlihat mengerikan.
Setelah melihat Billy yang menjadi seperti itu, Dave merasa puas dan kembali duduk, kalau diteruskan lagi Billy pasti akan mati, dan kedua orang tuanya pun pasti tidak akan membiarkannya minum lagi.
“Kamu…..kenapa kamu duduk, kalau hebat ayo minum...minum lagi…”
Billy yang melihat Dave kembali duduk langsung berteriak padanya.
Tapi baru selesai berkata, tiba–tiba tekanan darahnya naik dan dia langsung memuntahkan dan menyemburkannya pada tubuh Anita.
“Ah……..”
Anita terkejut dan berteriak, dia melihat kotoran yang ada ditubuhnya, dan membuatnya hampir muntah juga.
Denny yang melihatnya pun mengernyitkan keningnya, raut wajahnya terlihat sangat jelek.
Edward menatap Dave lalu bergegas berdiri dan berkata.
“Denny, kalian cepat antar Billy pulang, kami juga akan segera pulang, kedua anak ini benar–benar, entah apa yang mereka tandingkan”
Denny hanya bisa menangguk, masalah sudah seperti ini, mereka juga tidak bisa duduk dan mengobrol lagi.
Tapi pada saat Edward hendak membawa Dave pulang, Billy malah menghalangi.
“Tidak boleh pergi” Tatapan mata Billy kabur.
“Tadi sudah bilang mau karaoke, kenapa malah pergi? Apa takut menghabiskan uang?”
“Billy, kamu sudah terlalu banyak minum, ganti hari saja”
Denny membujuk Billy.
“Tidak boleh, harus pergi hari ini, saya sudah membuat reservasi dan memberitahukan di grup chat, kalau tidak pergi saya akan kehilangan muka”
Billy menggeleng, dia harus membuat Dave membayar biaya karaoke.
Pada saat ini Denny menatap Edward dengan serba salah.
“Ayah, kalian pulang saja dulu, saya akan pergi mentraktir mereka karaoke”
Dave berkata pada Edward.
Edward juga tidak bisa mengatakan apa–apa, dia hanya berpesan kepada Dave.
“Jangan terlalu malam, dan jangan minum lagi”
Edward berkata sambil mengeluarkan setumpuk uang dari kantongnya, ada uang receh, ada juga uang besar, totalnya lebih dari 300 ribu.
Edward menaruh tumpukan uang itu ditangan Dave.
Dave awalnya ingin menolak, tapi dia tahu berdasarkan sifat ayahnya, dia tidak akan bisa menolaknya, maka dia hanya bisa menerima uang itu.
Pada saat itu Denny juga mengeluarkan dompet dan mengeluarkan satu juta dan memberikannya kepada Dave.
“Dave, ini ambillah untuk berjaga–jaga, mana tahu nanti tidak cukup”
“Ayah, biasanya kamu tidak pernah seroyal ini saat memberiku uang"
Mona berkata sambil menyambar uang dari tangan Denny.
“Anak ini, cepat berikan uangnya kepada Dave”
Denny berkata pada Mona.
“Tidak ada bedanya kan kalau saya yang pegang, nanti kalau uangnya kurang saya bisa menambahnya”
Mona langsung memasukkan uang itu kedalam kantongnya.
“Paman Denny, uang saya sudah cukup, kalau tidak cukup saya akan meminta Mona untuk membayar kekurangannya”
Dave berkata pada Denny sambil tersenyum.
Denny menghela nafas dengan tidak berdaya.
Mereka berjalan keluar dari ruangan VIP, dan saat Denny bersiap membayar, Billy mengikutinya. dengan terhuyung–huyung.
“Saya punya kartu identitas kantor, bisa mendapatkan diskon 20%”
Billy mengeluarkan kartu identitasnya dan melemparkannya ke meja kasir, tapi pelayan kasir bahkan tidak meliriknya sama sekali
“Tuan, tagihan kalian sudah digratiskan oleh pihak hotel, kalian tidak perlu membayar”
Pelayan kasir berkata kepada Denny dengan sopan.
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih...