PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
Mencari Dokter


Sampai di rumah keluarga Tanaka, Dave yang melihat Indrawan segera bertanya.


“Tuan Indrawan, apakah Pemimpin Bu Xu sudah pulang?”


Indrawan menganggukkan kepala.


“Benar, pemimpin sudah pulang”


“Kalau begitu Tuan Indrawan, tolong segera bawa saya kesana”


Dave sedikit tidak sabaran.


“Tuan Dave, pemimpin memang sudah pulang, hanya saja…."


Raut wajah Indrawan terlihat jelek.


“Tuan Indrawan, kalau ada masalah


katakan saja langsung, kalau mengenai


uang, saya bisa membayarnya”


Kata Dave.


“Tuan Indrawan, berapapun harganya katakan saja, Kuas Spiritual dan Batu Sinabar itu akan digunakan untuk menyembuhkan mata Bibi, kedua benda itu sangat dibutuhkan”


Yuki juga membuka suara.


Dia tahu tujuan Dave menginginkan kedua benda itu, saat Dave memberikan daftar bahan obat kepadanya.


Dia juga mencantumkan kedua benda itu, Yuki juga mencarinya dengan sepenuh hati, dia bahkan memberikan imbalan tinggi namun benda ini sangat jarang ditemui, benar–benar langka.


Indrawan menggelengkan kepalanya.


“Tuan Dave, Nona Yuki, pemimpin itu tidak memerlukan uang, bagi mereka yang sudah mendapatkan pencerahan, uang hanyalah hal duniawi, hanya saja, pemimpin memiliki seorang putri, dan sekarang sedang sakit parah, bahkan dokter–dokter terkenal pun tidak bisa menyembuhkannya, jadi dia berharap bisa meminta bantuan Tuan Dave menggunakan Kuas Spiritual dan Batu Sinabar untuk menyembuhkan putrinya”


Dave yang mendengarnya langsung mengerti kalau Indrawan pasti memberitahu pemimpin tentang keahlian pengobatan dirinya makanya pemimpin baru meminta bantuan atas hal ini. hanya saja, asalkan itu bukan kerusakan organ atau orang tua yang sudah sekarat, Dave pasti punya cara untuk menyembuhkannya.


“Tuan Indrawan, apa penyakit putrinya pemimpin itu?”


Tanya Dave.


“Saya juga tidak tahu secara jelasnya, hanya saja pemimpin pernah berkata kalau putrinya sudah lemah sejak kecil dan sering sakit, tubuhnya juga dingin seperti dibekukan dalam gua es, sebelum tidur mereka akan menyelimutinya dengan banyak selimut, namun itu juga tidak membantu dan ini sudah terjadi selama bertahun–tahun, mereka juga sudah mencari dokter kesana kemari, kali ini mereka juga sudah pergi menemui seorang dokter yang berada sangat jauh, namun hasilnya nihil”


“Pemimpin Bu Xu juga sudah mencari


dokter kemana–mana demi menyembuhkan putrinya, dia juga sering bersedekah untuk mengumpulkan pahala, agar putrinya bisa segera sembuh, namun sudah bertahun–tahun, sepertinya tidak membuahkan hasil apapun”


Indrawan menjelaskan.


“Tubuhnya seperti dibekukan dalam gua es?”


Dave menyeringai, seolah sudah mengerti lalu berkata kepada Indrawan.


“Tuan Indrawan, apakah kamu bisa membawa kami kesana, penyakit putri pemimpin saya bisa sembuhkan”


“Baik, kalau begitu kita berangkat sekarang”


Indrawan menganggukkan kepalanya.


Dua mobil berangkat dari Hotel Sawasdee menuju Yayasan Sahara.


Yayasan Sahara berada diatas puncak gunung Sahara, Gunung Sahara adalah gunung terbesar di Kota Canna, gunung Sahara dipenuhi dengan hehutanan yang lebat, dan sangat curam.


Namun ada rumor yang mengatakan kalau ada titisan dewa yang muncul di Gunugn Sahara, dan menyelamatkan banyak orang yang tersesat di gunung itu, jadi banyak orang yang menggalang dana untuk membangun Yayasan Sahara yang ada diatas Gunung Sahara.


Untuk menuju ke Yayasan Sahara hanya ada satu jalan yang berkelok–kelok, jalannya tidak terlalu mudah dilewati, namun karena Yayasan Sahara lumayan terkenal, setiap harinya ada banyak turis yang datang untuk berdoa.


“Tuan Dimas, kita hanya bisa berjalan menuju keatas”


Sesampainya di kaki gunung Sahara, Indrawan berkata.


“Ayo!” Dave menganggukkan kepalanya.


Sebenarnya Dave juga sudah tahu tentang Yayasan Sahara sejak awal, hanya saja dia tidak pernah datang kemari sekalipun.


Benito tetap dibawah untuk menjaga mobil, Dave, Indrawan, Yansen, lalu Juan dan Yuki berjalan menuju keatas gunung.


Karena ada Dave, Indrawan merasa kalau keselamatannya tidak akan terancam, maka dia tidak memerlukan Benito untuk melindunginya.


Yuki yang melihat banyak pepohonan hijau dan jalan pegunungan merasa sangat bersemangat, dia tidak berhenti berlari kesana kemari lalu berteriak beberapa kali.


“Yuki, kalau terus seperti ini, kamu tidak akan bisa mencapai puncak gunung, atau kamu akan kelelahan saat turun nanti”


Juan memperingatkan Yuki.


Mendaki gunung itu kalau penuh semangat di awal tidak akan merasa lelah, tapi nanti akan merasa lelah dan tidak sanggup mendaki lagi setelah beberapa saat, karena itu, energi harus di pertahankan sejak awal.


“Saya tidak masalah"


Yuki tidak mendengarkan ucapan Juan dan membuat Juan tidak punya cara lain.


...Bersambung........


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih...