
Dave membawa Yvonne sampai ke rumahnya,lalu menyadari Melissa berada di rumahnya sedang bercengkrama dengan orang tuanya, semula Dave bermaksud agar Yvonne menenangkan diri dulu sebelum pulang, sekarang jadi ketahuan.
Melihat Dave yang pulang bersama Yvonne, Melissa dan juga Edward tertegun sejenak, hanya Celine yang tidak melihat mereka pulang,tidak menunjukkan perasaan apa apa, cuma berkata dengan pelan.
“Dave, apakah kamu sudah pulang? Mengapa pulang larut malam sekali?”
Edward yang berada disamping segera menarik lengan Celine.
“Dave dan Yvonne sudah jadian, mereka sama sama pulang”
Waktu menyampaikan kata kata tersebut, wajah Edward terlihat sangat senang.
Celine yang mendengarnya seketika juga merasa senang dia lalu berkata.
“Dave, kamu ini kalau ingin pergi mencari Yvonne terus terang saja jangan diam diam, apakah kamu ingin memberi kejutan kepada kami?”
Dave tidak bisa berkata apa apa,sebenarnya dia ingin menjelaskan tetapi tidak tahu bagaimana caranya.
Saat ini cuma Melissa yang menyadari raut wajah Yvonne tidak normal bahkan tampaknya habis menangis, sambil mengerutkan keningnya dia bertanya.
“Yvonne, bukankah kamu bilang mau lembur?Kamu juga barusan menangis bukan? Tubuhmu bahkan berbau arak!”
Pertanyaan bertubi tubi dari Melissa membuat Yvonne menjadi panik,tidak tahu bagaimana menjawabnya.
“Bibi Melissa, Yvonne tidak lembur, dia keluar bersama rekan kerjanya pergi minum arak, mereka tidak henti hentinya. menyulangi dia dengan arak, untung saya memergokinya sehingga membawanya pulang!”
Dave seketika mengarang sebuah cerita bohong.
Melissa yang mendengarnya segera bangkit dan memeriksa tubuh Yvonne,pandangan matanya penuh rasa khawatir.
”Rekan kerjamu itu sungguh keterlaluan, sudah tahu kamu tidak pandai minum arak,masih juga memaksamu, sungguh keterlaluan”
Melihat Ibunya yang begitu mengkhawatirkan dirinya, Yvonne tidak bisa menahan diri lagi, memeluk Ibunya dan menangis.
Melissa menghibur Yvonne.
“Yvonne, jika tidak gembira. dengan pekerjaan ini, jangan kerja lagi, mereka semua rekan kerja yang bobrok"
Melissa masih mengira Yvonne digertak oleh rekan kerjanya, sehingga hatinya merasa sedih.
Lagipula Yvonne juga baru bekerja belum begitu lama, masih terhitung orang baru,sekarang banyak perusahaan yang tidak ramah terhadap orang baru.
“Benar, jangan menangis lagi Yvonne, kalau tidak suka pekerjaan itu kita tidak usah kerja lagi, besok waktu pamanmu ke tempat teman untuk menitip carikan pekerjaan buat Dave bisa sekalian bantu kamu bertanya apakah ada lowongan, kamu adalah mahasiswa,tidak usah takut tidak mendapatkan pekerjaan"
Celine juga terburu buru membujuk Yvonne?
“Besok akan paman tanyakan sekalian, seharusnya tidak masalah, lagipula orang itu adalah teman seperjuangan saya"
Edward juga berkata seperti itu.
Beberapa orang itu semakin membujuk Yvonne malah semakin sedih, hanya Dave seorang yang tahu mengapa Yvonne menangis.
“Dave, kamu juga cepatlah tidur, besok bawa kamu ke rumah paman Sunandar, supaya dia membantumu mencari kerja, sekalian juga bertanya untuk Yvonne, anak itu sungguh menderita"
Celine menghela nafas.
”Kamu tidak boleh menggertak Yvonne ya,harus memperlakukan dia dengan baik”
Paman Sunandar yang disebut sebut oleh Celine,adalah teman seperjuangan Edward.
Setelah pensiun dari militer Edward bekerja sebagai pegawai negeri,sedangkan Denny Sunandar menggunakan uang pensiunan untuk berbisnis, sekarang kondisinya lumayan sukses, kehidupannya juga lumayan nyaman.
“Ibu, saya…..”
“Sudahlah, pergilah tidur”
Celine tidak mendengar Dave menyelesaikan perkataannya, langsung pergi.
Dave merasa tidak berdaya, selama ini dia hanya menganggap Yvonne sebagai adiknya, tidak ada perasaan apapun diantara mereka, sekarang dia tidak tahu mau bagaimana menjelaskan kepada orang tuanya.
Setelah menggeleng kepala dengan tidak berdaya, Dave kembali ke kamarnya untuk beristirahat, untuk sementara waktu tidak bisa pergi ke perumahan Bumi Indah,takut orang tuanya marah.
Hari kedua,pagi pagi Celine memanggil.
“Dave, cepatlah bangun, berpakaian yang rapi jangan berantakan, Paman Sunandar sengaja tidak masuk kerja sehari demi kita"
“Sudah tahu”
Dave membuka matanya dan menyahut.
Setelah sarapan secara sederhana, mereka bertiga tergesa gesa berangkat menggunakan mobil sewa menuju ke rumah Denny Sunandar.
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih...