
Ini adalah nomor telepon yang diminta Mona dari Denny. Setelah Edward mengangkat telepon, Mona berkata dengan kasar.
“Sudah jam berapa sekarang, berapa lama aku harus menunggu? Sungguh tidak peka terhadap waktu, jangan lupa keluargamu yang memohon padaku, sekarang malah memintaku untuk menunggu?”
Mona langsung menutup telepon setelah selesai berbicara, tanpa menunggu Edward berbicara.
Di sisi lain, setelah Edward menjawab telepon, dia tertegun dan raut wajahnya sedikit tidak enak.
Di usia yang sekarang, perlakuan Mona terhadapnya membuatnya merasa tidak nyaman, namun karena harus bergantung pada orang lain agar Dave mendapatkan pekerjaan. Edward hanya bisa bersabar.
“Panggilan dari siapa, ayah?”
Tanya Dave.
“Dari Mona, dia sudah menunggu di bawah, cepat kamu turun, ingatlah untuk mengatakan sesuatu yang baik kepadanya”
Desak Edward agar Dave turun.
Dave turun dan melihat bahwa Mona sedang menunggu di depan gerbang, jadi dia berjalan mendekat dan berkata dengan nada segan.
“Maaf, telah membuatmu lama menunggu"
Melihat Dave, Mona segera berkata dengan wajah marah.
“Jika bukan karena perintah ayahku, aku pun malas untuk menjemputmu. Lihatlah pakaianmu? Jas yang kamu pakai terlalu kuno”
Kening Dave sedikit mengerut, tetapi dia menahan amarahnya dan berkata.
“Jas ini di beli tiga tahun yang lalu, tapi belum pernah di pakai, masih baru”
“Lantas kenapa? Walau masih baru, anak muda jaman sekarang tidak memakai setelan jas kuno seperti ini”
kata Mona cemberut.
“Apakah aku harus mengganti pakaianku?” tanya Dave.
“Sudahlah, sudah jam berapa, tidak ada waktu lagi, ayo naik ke mobil”
Mona membuka pintu mobil dengan wajah dingin dan langsung duduk.
Awalnya, Dave hendak duduk di samping kursi pengemudi, namun baru saja dia membuka pintu, Mona menghentikannya.
“Duduk di belakang, siapa kamu untuk bisa duduk di samping kursi pengemudi?”
Dave mengerutkan keningnya dan duduk di belakang, namun Mona tidak menunggu Dave sampai dia duduk dengan baik, dia langsung menginjak gas untuk pergi.
Untungnya, Dave punya keahlian untuk mengendalikan diri, jika tidak pasti sudah jatuh.
“Ingat, saat tiba di perusahaan nanti, jangan bilang bahwa kita saling kenal, dan juga bukan urusanku jika kamu lulus wawancara atau tidak, semua tergantung pada kemampuanmu. Jangan harap aku membantumu. Aku sudah cukup baik untuk memperkenalkan kamu ke perusahaan untuk wawancara”
“Baik” Dave baru saja menjawab dengan kata yang bagus.
Mobil segera tiba di perusahaan Mona, ini adalah sebuah perusahaan dengan kantor yang lebih dari sepuluh lantai.
“PT Damai Kimia?” Dave mengangkat kepalanya untuk melihat nama perusahaan besar itu, kening mengkerut.
“Bukankah ini perusahaan keluarga Tanaka?”
Jika Dave ingat dengan benar, PT Damai Kimia juga merupakan perusahaan keluarga Tanaka. Dia ingat bahwa Yuki pernah menyebutkan bahwa ini adalah perusahaan yang didirikan oleh Juan untuk Yuki sebagai hadiah ulang tahun.
Yuki adalah direktur serta subjek hukum di perusahaan ini, tetapi dia tidak berpartisipasi dalam manajemen dan jarang datang ke perusahaan ini.
“Ya benar, ini adalah perusahaan keluarga terkaya di Surau, keluarga Tanaka. Bisa bekerja di sini merupakan suatu kehormatan besar bisa bekerja di sini. Manfaat yang di dapat jauh lebih baik daripada perusahaan lain”
Ucap Mona dengan sangat bangga.
Dave hanya diam dan tersenyum, dan mengikuti Mona berjalan masuk perusahaan.
Sesampainya mereka di depan pintu masuk, terlihat seorang pemuda berbalut setelan jas yang tampan dan tinggi berdiri di depan pintu masuk, dia adalah pacar Mona, Billy.
“Mona, kenapa kamu baru datang?”
Billy menyambut Mona dengan senyuman setelah melihatnya.
“Jangan dibahas lagi, ayahku memintaku untuk menjemput anak teman seperjuangan nya, jadi aku lebih siang”
Ucap Mona cemberut, tidak senang.
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih...