
Bam..
BAM...
Suara gedebuk terdengar, lengan Navaro bengkok, dan jelas terlihat patah.
"Ah..."
Rasa sakit itu membuat Navaro berteriak kesakitan.
Semua orang yang melihatnya tercengang, mereka membelalak tidak percaya Dave berani menghajar Navaro, benar-benar cari mati.
"Habisi dia, habisi dia!"
Jacky yang ditampar oleh Dave memegangi wajahnya dan berdiri sambil berteriak.
Di atas panggung, Navaro mengangkat sudut bibirnya dan menunjukkan senyuman kejam.
Semua orang sedang menganggap
Dave sebagai lelucon, tidak ada yang
mengasihaninya apalagi membantunya.
Menghadapi belasan orang yang
mengepungnya, Dave mencibir dan
tiba-tiba maju selangkah.
Bam...
Satu langkah yang diambil oleh Dave seolah mengetarkan ruangan itu.
Dan belasan bawahan Bobby berteriak kesakitan, mereka terhempas dan menghantam meja-meja yang ada disekeliling hingga hancur, seperti baru di porak porandakan!
Seketika itu, para tamu tercengang!
Bobby yang melihat bawahannya tersungkur di lantai tiba-tiba diselimuti rasa dingin.
Saat itu, di sisi panggung Seorang pria paruh baya berpakaian rapi mengerutkan keningnya.
Orang itu adalah kepala Keluarga Kintan, Robert Kintan yang juga merupakan ayahnya Navaro, dia tentu harus muncul di pernikahan
anaknya!
Robert menyaksikan seluruh kejadian saat Dave menghabisi sekelompok bawahan itu.
Dia sendiri juga berlatih bela diri, dan dia bisa melihat kalau kemampuan Dave itu lumayan hebat.
Sedangkan Navaro yang menyaksikan itu mengernyitkan keningnya.
"Bajingan, dasar bajingan! sampah.."
Sambil berteriak marah, Navaro bergegas melangkah turun.
"Suamiku...."
Sana juga ikut berlari dibelakangnya.
"Navaro, jangan gegabah.."
Robert yang duduk di sisi panggung sejak tadi juga segera menghampiri Navaro, dia takut anaknya akan dipermalukan!
"Ada apa, ada apa.."
Belasan petugas keamanan dari hotel bergegas masuk dengan membawa tongkat.
Hotel Sawasdee sudah berdiri sejak lima enam tahun lalu, dan sejauh ini tidak ada orang yang berani membuat onar, karena mereka tahu kalau Hotel Sawasdee adalah bisnis milik Keluarga Kintan.
Apalagi hari ini bertepatan dengan resepsi pernikahan Tuan Muda Kintan, kekuasaan Keluarga Kintan dan Keluarga Tanaka hampir
seimbang, pada saat seperti ini siapa yang berani datang untuk membuat onar bisa dikatakan bosan hidup.
Di kamar VIP di lantai 8, Juan mendengar suara keributan dari bawah dan mengernyitkan keningnya.
Manajer hotel yang melihat ekspresi itu langsung berkeringat dingin.
"Ada apa dibawah?"
Juan bertanya dengan nada yang sedikit
tidak senang.
"Tuan Juan, ada yang membuat onar di resepsi pernikahan Tuan Muda Kintan, ada orang yang dipukuli dan barang-barang hancur"
Manajer itu sibuk menjelaskan.
"Siapa yang berani membuat onar disini?"
Wajah Juan terlihat marah.
"Kalian ini kerja apa sih? Hanya satu sampah
tinggal utus beberapa orang petugas keamanan untuk mengurusnya jangan sampai merusak reputasi hotel Kita!"
Sudah diutus! Manajer itu berkata.
"Lalu kenapa kamu masih disini? Tidak berencana pergi mengurusnya Mau menunggu orang emosi dulu?"
Juan berteriak dan membuat manajer
itu lari terbirit-birit.
"Ayah, kamu masih belum sehat, jangan marah-marah, saya akan kebawah dan melihat situasinya!"
Sebagian besar permasalahan Keluarga Tanaka diurus oleh Yuki sekarang, karena Juan hanya memiliki seorang putri, dan saat ini kesehatannya juga kurang baik, maka
semua beban itu ditanggung oleh Yuki.
Aula pernikahan di lantai dua
Belasan petugas keamanan mengepung Dave, manajer hotel juga bergegas berlari ke tempat kejadian, dan terus membungkuk penuh hormat pada Robert.
"Tuan Robert, saya sungguh minta maaf, saya tidak menyangka ada orang yang tidak takut mati berani datang kemari dan membuat onar di pernikahan putra Anda, saya akan segera mengusir pembuat onar ini!"
Setelah berkata, dia memerintahkan
belasan petugas keamanan.
"Untuk apa kalian termenung, cepat usir
bajingan ini keluar dari sini!"
"Tunggu!"
Disaat beberapa petugas keamanan
bersiap turun tangan, Robert buka suara.
"Berani membuat onar di pernikahan putraku, menganggu tamu-tamu penting ku, mana bisa dia pergi begitu saja, itu sama saja dengan
mencoreng wajah Keluarga Kintan!"
"Hari ini, kalau tidak mencabut nyawanya pun setidaknya harus tangan dan kakinya
baru boleh pergi!"
"Ini..."
Manajer hotel itu merasa serba salah, kalau mematahkan tangan dan kakinya dia bisa-bisa mendendam pada hotel mereka dan datang lagi untuk membuat keributan.
Robert memahami maksud manajer hotel dan tersenyum.
"Masalah ini biarkan Keluarga Kintan yang mengurusnya, kalian pergi saja"
"Baik, baik, baik, kami akan segera
pergi!"
Manajer hotel itu segera mengangguk
dengan senang karena dia tidak perlu
mengurus apapun.
"Ayah, saya tidak mau hanya mematahkan tangan kakinya, saya mau membunuhnya, berani sekali membuat onar di pernikahan ku, saya mau dia mati!"
Navaro berkata dan menatap dave
dengan marah.
"Dave, saya pasti akan membunuhmu hari ini, saya akan memberi tahumu apa akibatnya kalau membuat saya marah!"
"Saya sudah bilang kan tadi, kalau saya menghadiri pernikahanmu maka pernikahan mu akan batal, kamu tidak percaya,
Sekarang sudah percaya?"
Dave menatap Navaro dan tersenyum
mengejek.
"Percaya kepalamu!"
Navaro mengangkat tinjunya dan
melayangkannya kearah Dave!
Bam..
BAM.
Suara gedebuk terdengar, lengan Navaro bengkok, dan jelas terlihat patah.
"Ah..."
Rasa sakit itu membuat Navaro berteriak kesakitan.
Semua orang yang melihatnya tercengang, mereka membelalak tidak percaya Dave berani menghajar Navaro, benar-benar cari mati.
...Bersambung......
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih 🙏...