PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
Tidak pantas


“Saya mau pulang" Dave menjawab.


“Masuklah, saya kebetulan sejalan, saya akan mengantarmu”


Mona membukakan pintu dari dalam.


Dan Mona membukakan pintu kursi penumpang yang ada disampingnya, perlu diingat kalau dia tidak pernah membiarkan Dave naik ke mobilnya, kalaupun harus duduk, dia pasti akan menyuruh Dave duduk di kursi belakang.


Dave tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh Mona, dia tiba–tiba berubah menjadi orang yang berbeda.


“Ayo naik….” Mona mendesak Dave yang tidak bergerak.


Dave menganggukkan kepalanya dan duduk di kursi penumpang.


Mona menginjak pedal gas dan melajukan mobil menuju rumah Dave.


Dave duduk dan tidak mengatakan apapun, suasana di mobil terasa canggung.


“Dave, kamu benar–benar memiliki vila diatas gunung yang ada di Perumahan Bumi Indah?”


Setelah beberapa waktu, Mona memecah keheningan.


“Iya!” Dave mengangguk dan menjawab singkat.


“Kamu yang membelinya?” Mona menatap Dave dengan jeli.


“Orang lain menghadiahkannya padaku” Dave menjawab dengan singkat.


Mona merasa Dave seperti enggan berbicara dengannya, dan tidak mengatakan apapun lagi.


Setelah sesaat, Dave membuka suara.


“Sudah jam segini, kamu tidak pulang kerumah untuk makan, malah menyetir mau kemana?”


“Billy memesan sebuah restoran, saya mau kesana untuk makan bersama sambil membicarakan permasalah soal pernikahan”


Kata Mona.


“Kalian sudah mau menikah?” Dave tercengang.


“Iya, lagi pula kami sudah cukup lama berpacaran, orang tua juga sudah mendesak, jadi ya menikah saja


Kata Mona.


Dave terdiam sesaat, lalu berkata.


“Saya sarankan sebaiknya kamu memikirkannya kembali, Billy itu


tidak pantas untukmu”


Dave berkata seperti itu bukan karena Billy sering mempersulitnya, jadi membalas dendam, hanya saja Dave pernah meminta Yansen untuk memeriksa latar belakang Billy diam–diam, dan menemukan kalau Billy adalah seorang pria hidung belang, bahkan saat berpacaran dengan Mona pun dia tidak jarang berhubungan dengan wanita lain.


Mona yang mendengar ucapan Dave juga tidak terlalu kaget, dia hanya tersenyum datar.


“Sebenarnya Billy ini tidak seburuk yang kamu pikirkan, dia mungkin sering mempersulit mu, tapi saya akan berusaha untuk membujuknya”


Mona salah sangka terhadap Dave, dia mengira Dave mengatakan itu karena Billy sering beradu dengannya, Dave membenci Billy, jadi dia berkata seperti itu untuk membujuknya.


Dave yang mendengarnya hanya tersenyum dan tidak mengatakan apapun lagi.


Segera, mobil itu melewati jalanan yang sedikit lebih gelap, dan sebuah mobil tiba–tiba menghadang didepan mobil Mona.


Mona terkejut dan bergegas menginjak


pedal rem, untunglah dia sempat menghentikan mobilnya dan tidak


menabrak mobil didepannya.


“Bagaimana cara kalian mengemudi? Buta ya”


Mona menurunkan jendela mobilnya, dan mulai memaki!


Namun baru memaki satu kalimat, dia terkejut dan terdiam, karena dia melihat mobil yang berhenti didepannya adalah sebuah Porsche 911, yang bisa memiliki mobil seperti itu pasti bukan orang yang bisa dia singgung, kalau dia gegabah, bisa–bisa dialah yang dirugikan.


Pada saat itu, dua orang turun dari mobil, sepasang pria dan wanita, yang tidak lain tidak bukan adalah Navaro dan Sana, setelah turun dari mobil, mereka menatap Dave dengan sinis, dan tidak berniat untuk pergi.


Mona yang ditatap merasa ngeri, dia membuka pintu mobil dan turun lalu segera minta maaf.


“Kak, maaf saya tidak sengaja tadi, apakah kamu bisa memindahkan mobilmu? Atau kamu saja yang pergi dulu?”


Mona merendah dan berkata pada Navaro.


Navaro melihat Mona dan menyadari Mona yang mengenakan gaun merah muda dengan rambutnya yang di kuncir, terlihat seperti gadis cantik, jadi dia terus menatapnya dan membuat Sana yang ada disampingnya merasa terbakar api cemburu.


...Bersambung........


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih...