PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
BAB 19


"Ayah, kamu jangan berpikiran


yang tidak-tidak!"


Yuki memalingkan wajahnya dan tidak mau menghiraukan Juan.


Sebenarnya dalam hati Yuki, dia juga memiliki kesan yang sangat baik terhadap Dave, apalagi saat menghadapi Tuan Yansen tadi, Dave mendorong nya ke samping dan


berjalan menghadang didepannya membuat dia merasakan rasa aman yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


"Tuan Juan, Tuan Yansen sudah membawa orang-orangnya pergi, dan Tuan Dave juga sudah meninggalkan hotel"


Manajer hotel itu memasuki ruangan


kerja dan melaporkan pada Juan.


"Ya, saya sudah tahu"


Juan menganggukkan kepalanya dan berkata pada Yuki.


"Yuki, daftar bahan obat yang dibutuhkan oleh


Tuan Dave, cepat kamu siapkan, lalu kamu utus orang untuk melindungi Tuan Dave diam-diam, saya yakin Keluarga Kintan tidak akan membiarkannya begitu saja"


"Baik!"


Yuki mengangguk dan segera mengurusnya.


Dave meninggalkan Hotel Sawasdee dan menuju kerumah, sekarang hari sudah siang, ibunya pasti sedang menunggunya.


Dan saat dia sampai di rumah, dia melihat orang tuanya yang sudah duduk dimeja makan yang penuh hidangan dan menunggunya.


"Itu Dave kan?"


Mendengar suara pintu dibuka, Celine segera menanyakan.


"Iya Bu, ini saya"


Dave bergegas menghampiri


dan memapah Celine.


"Lihatlah anak ini, baru pulang saja sudah keluyuran entah kemana, ayahmu sudah sejak tadi menyiapkan sayur dan menunggumu untuk makan."


Celine menceramahi Dave namun hanya senyuman yang ada di wajahnya.


"Ibu, saya ada sedikit urusan tadi!"


Dave menjelaskan, lalu ayahnya, Edward, berjalan keluar dari dapur, rambut Edward sudah memutih, wajahnya keriputan, perubahan jelas terlihat padanya.


"Sudah pulang ya"


Saat melihat Dave, Edward merasa sangat tersentuh, tapi dia menahan perasaannya dan tidak menunjukkannya, dia hanya bertanya


dengan santai kepada Dave.


"lya"


Dave mengangguk, matanya sudah memerah.


Ayahnya dulu adalah seorang karyawan yang berpenghasilan tinggi, dia juga termasuk pegawai yang terpuji, dan mengenakan setelan jas setiap harinya, semangatnya seakan tidak pernah pudar, tapi sekarang, hanya dalam jangka waktu tiga tahun, dia seperti bertambah 10 tahun, sama sekali tidak memiliki semangat yang dia miliki dulu.


"Cepat makan, nanti sayurnya dingin!"


Edward berkata, sambil meletakkan semangkok nasi didepan Dave.


Apalagi mengurus urusan dapur, tapi sekarang semuanya sudah berubah, situasinya membuat dia mau tidak nilai


harus berubah.


Saat mereka sekeluarga makan, Edward tidak mengatakan apapun.


Dave juga tidak bersuara, dihadapan


ayahnya, Dave sedikit ketakutan, tapi


Celine malah tidak berhenti mengoceh.


"Dave, kamu sudah pulang sekarang,


carilah sebuah pekerjaan yang layak,


lalu cari seorang pacar, meskipun keluarga kita kekurangan, tapi kalau kalian berdua bekerja dengan baik, semuanya pasti akan jadi lebih baik."


"Ayahmu menyapu jalanan juga bisa mendapatkan sedikit uang, nanti saya


akan meminta pada Bibi keenam untuk mencarikan mu pasangan, janda juga tidak masalah, nanti kalau sudah menikah dan punya anak, semuanya akan jadi lebih baik!"


"Kamu juga jangan pergi mencari Sana lagi, dia sudah menjadi Nyonya Muda di Keluarga Kintan, kita tidak akan sanggup mengatasinya tapi kita bisa menghindarinya!"


"Kali ini kamu harus ingat, Jangan bertindak gegabah, kalau kamu masuk penjara lagi nyawa ibumu ini pun akan ikut lenyap"


Celine mengoceh panjang lebar, dan Dave hanya mengangguk.


Setelah makan, Dave berinisiatif membereskan peralatan makan,


dan Edward mengganti seragam petugas


kebersihan dan bersiap berangkat kerja.


"Ayah, kamu jangan pergi menyapu lagi, karena saya sudah pulang, urusan rumah biar saya saja yang urus!"


Dave berkata sambil mengeluarkan


sebuah kunci.


"Saya punya seorang teman yang memiliki rumah kosong yang tidak dipakai, dan meminjamkannya padaku, kita bereskan lalu tinggal disana"


Rumah ini sudah terlalu tua dan bobrok, lingkungannya juga tidak baik, Dave ingin ayah dan ibunya tinggal di Perumahan Bumi Indah, tapi dia tidak berani berkata sejujurnya, hanya berani mengatakan kalau temannya meminjamkan rumah itu kepadanya.


...Bersambung........


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih...