
Juan melangkah maju dengan cepat, berusaha sebisanya memberi sinyal kepada Dave dengan tatapan, supaya Dave segera pergi, lalu menghadang Indrawan.
“Tuan Indrawan, orang ini adalah pelayan hotel kita, mungkin dia salah jalan, masuk sampai kesini”
Yuki berhasil mengejar Dave, menarik tangannya dan pergi, mulutnya berkata. “Bagaimana kamu..."
“Tunggu sebentar!”
Indrawan memanggil Yuki!
Yuki berhenti, lalu melepaskan tangan Dave.
“Tuan Indrawan, ini semua salah saya, pelayan sembarang masuk, nanti kepada Anda.”
Keringat dingin Juan mengalir tak henti, takut Indrawan marah.
Indrawan terpana.
“Kamu bilang Tuan Collin adalah bawahanmu?”
Saya akan menjelaskan
“Iya!” Juan mengangguk, tapi dengan segera merasa kaget. “Tuan… Tuan Collin?”
Juan tidak mengerti, mengapa Indrawan mengetahui Dave bermarga Collin? Mengapa memanggilnya Tuan Collin?
“Iya, pestaku kali ini, tujuannya adalah mengundang Tuan Collin, kalian hanyalah pendamping…”
Indrawan mengangguk.
Kali ini, Juan dan Yuki agak bingung, tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
“Tuan Indrawan, semoga saya tidak datang terlambat?”
Dave maju dua langkah, berkata sambil tersenyum.
“Tuan Collin datang tepat waktu, tidak tahu orang ini adalah…”
Indrawan berkata sambil menunjuk kearah Yuki yang berada dibelakang Dave.
“Tuan Indrawan, orang ini adalah putriku, dia dan Dave berteman”
Juan memang seorang pebisnis yang berpengalaman, reaksinya sangat cepat.
Mendengar perkataannya, Indrawan terbahak–bahak.
“Pahlawan bersanding dengan wanita cantik, pasangan serasi sedunia”
Mendengar perkataan Indrawan, semua orang beramai–ramai memuji Dave dan Yuki.
Membuat Yuki merona, tertunduk malu.
“Tuan Collin, silahkan duduk, sudah lama menunggumu”
Yansen maju, dan melakukan gerakan mempersilahkan untuk Dave.
Dave juga tidak segan–segan, langsung berjalan menuju kursi utama, sekumpulan orang mengerumuninya, meskipun mereka tidak mengenal Dave, tapi mereka tahu, dikemudian hari Dave pasti akan menjadi tokoh berpengaruh di kota Surau.
Juan dan Yuki bertatapan, lalu mengikutinya.
Setelah Dave duduk, Indrawan duduk disisinya, dah disisi lain kosong, tidak ada yang berani duduk.
“Nona Tanaka, tempat ini untukmu, kalian berdua harus duduk berdampingan”
Indrawan melambaikan tangannya kepada Yuki dan tersenyum ceria.
Wajah Yuki merona merah, duduk disamping Dave dengan malu, Juan duduk disisi lain Yuki, seharusnya yang duduk ditempat ini adalah Yansen, hanya saja jika Dave dan Yuki adalah pasangan kekasih, maka Juan adalah mertuanya, Yansen tidak berani berebut tempat dengannya.
Semua orang duduk di tempat masing–masing, Indrawan memegang segelas anggur, berkata kepada Dave.
“Tuan Collin, anggur ini, mewakili rasa hormat saya padamu…”
Indrawan tahu, setelah dia bersulang gelas pertama, hal selanjutnya tidak perlu lagi diurusnya, orang–orang yang duduk disini bukanlah orang bodoh, tahu harus bagaimana bersikap.
“Tuan Indrawan terlalu sungkan”
Dave mengangkat gelas anggurnya dan meminum habis dengan sekali tenggak.
Ketika Dave meletakkan gelas anggurnya, mendadak Indrawan terpana, karena dia melihat jas baru yang dikenakan Dave, ada bercak ludah yang di ludahkan seseorang.
“Tuan Collin, pakaianmu ini…”
Indrawan menunjuk ke bercak ludah di pakaian Dave.
“Ketika saya berada diluar, diludahi oleh seseorang yang tidak berpendidikan”
Dave berkata datar.
“Siapa yang bernyali besar, berani meludahi Tuan Collin?”
Air muka Robert memancarkan kemarahan, tatapannya menyapu ke kerumunan orang banyak.
Perlu diketahui orang–orang yang berada diluar adalah anggota keluarga dari mereka yang duduk disini, karena itu tatapan Indrawan meneliti orang–orang yang sedang duduk di tempat.
Saat ini, setiap orang langsung waswas, dalam hati berdoa, semoga pelakunya bukan anggota keluarga mereka.
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih...