
"Dave, Nona Yuki lumayan juga,
dari nada nya dia terdengar seperti
Nona Muda dari keluarga kaya, tapi
dia sama sekali tidak sombong dan
arogan, kamu harus berusaha keras"
Setelah Yuki pulang,
Celine berkata pada Dave.
"Ibu, kami hanya teman biasa"
Dave berkata dengan pasrah.
"Dave, saya rasa Nona Yuki lumayan juga, kamu dengarkan saja ibumu, dan berusaha lebih keras, ayahmu ini tidak pernah salah menilai orang"
Saat itu, Edward juga ikut menimpali.
Perlu diketahui kalau Edward tidak pernah membahas masalah seperti ini dengan Dave, sepertinya kali ini dia benar-benar menyukai Yuki, dan merasa kalau Yuki tidaklah buruk dan membujuk Dave.
"Sudah, sudah, kalian tidak
perlu menghawatirkan ku"
Dave pasrah dan berjalan menuju kamar tidur.
Setelah masuk kamar Dave tidak langsung tidur, dia duduk bersila sambil memejamkan kedua matanya, memfokuskan konsentrasi nya, Seni Konsentrasi Hati mulai aktif, dan
energi spiritual di sekitarnya langsung mengalir menuju Dave.
Selama tiga tahun Dave terus berusaha keras dan berlatih, dia tidak pernah istirahat satu hari pun, ini juga merupakan permintaan Ryu,
meskipun sekarang dia sudah bebas dan Ryu tidak bisa mengaturnya lagi, tapi Dave tetap mempertahankan konsistensinya.
Segera, energi spiritual yang ada di puncak gunung memasuki tubuh Dave bersamaan dengan nafasnya, energi spiritual itu membentuk pusaran kecil di sekitar tubuh Dave dan kemudian dihirup oleh Dave.
Sekarang Dave hanya melatih kekuatan periode energi Qi, oleh karena itu energi
yang dia serap relatif kecil, bahkan jika dia menghirup energi spiritual dalam jumlah banyak, tubuhnya saat ini tidak dapat mengkonsumsi energi itu sekaligus, dia perlu meningkatkan kekuatannya secara bertahap.
Waktu berlalu dengan cepat, matahari
sudah menunjukkan dirinya, dan Dave
mulai membuka matanya perlahan.
Dia menghembuskan nafas panjang, lalu merasa tubuhnya jauh lebih nyaman dari pada sebelumnya, Energi spiritual di sini
jauh lebih kaya dan lebih murni daripada
di penjara, setelah berlatih dia bahkan tidak
merasa kelelahan.
"Dave, ayo sarapan"
Suara Celine terdengar dari luar kamar,
Dave merenggangkan otot dan tulangnya
lalu membuka pintu dan keluar dari kamar.
Sarapan disiapkan oleh Edward, sangat mewah, apalagi setelah kedatangan Yuki semalam, sifat Edward terhadap Dave jelas berubah menjadi lebih lembut, yang paling
Setelah sarapan, Celine mengajak Edward untuk menemaninya berkeliling.
Sedangkan Dave berencana turun gunung, dan mengunjungi beberapa pasar antik untuk mencari Kuas Spiritual dan Batu Sinabar.
Dia ingin segera menyembuhkan mata ibunya agar ibunya bisa melihat lagi.
Di vila tengah gunung milik Sana, Sana, Jacky dan Yuna masih di sana, mereka menginap.
Saat itu wajah Sana terlihat marah, dia mengingat Dave yang merusak resepsi pernikahannya, dan langsung kesal.
sekarang Dave malah tinggal di Vila diatas gunung, membuat Sana merasa lebih jengkel lagi.
"Jacky, kapan saudara-saudara mu itu akan tiba?"
Sana bertanya pada Jacky.
"Segera, saudaraku itu berlatih bela diri,
kalau hanya mengalahkan Dave, hanyalah
hal mudah bagi mereka yang berkelana di jalanan, dan penuh solidaritas"
Jacky tahu Sana tidak akan puas kalau
tidak melampiaskannya, jadi dia menelpon teman-temannya untuk datang melawan Dave, dia juga ingin membalaskan dendamnya pada Dave.
"Baguslah, saya tidak percaya kalau Dave tidak akan pernah turun dari sana, dan Keluarga Tanaka akan melindunginya
seumur hidup"
Sana menggertakkan giginya.
"Sampah itu bahkan mematahkan tangan Navaro, merusak resepsi pernikahanku, dia pantas mati!"
Setelah berkata dengan marah,
Sana menatap Jacky dan berkata.
"Saya mau ke rumah sakit untuk menjenguk Navaro, masalah Dave saya serahkan padamu, kalau sudah beres, bagian mu
tidak akan berkurang sedikitpun"
"Tidak masalah, kamu tunggu saja
kabar baik dariku"
Jacky mengangguk dengan senang.
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih...