
“Tuan, pelakunya adalah kekasih dari Navaro, putra keluarga Kintan, wanita itu adalah mantan kekasih Tuan Collin, sekarang karena didukung oleh keluarga Kintan, merasa hebat, sehingga meludahi Tuan Collin beberapa kali”
Yuki membuka mulut menjelaskan.
“Keluarga Kintan, besar sekali nyali mereka, sekarang saya akan meminta penjelasan dari Robert Kintan!”
Ucap Indrawan sambil mengernyit alisnya, menggebrak meja dengan keras.
Akhirnya dia mengerti mengapa Dave mengirim pesan supaya mengusir Robert Kintan, ternyata mengalami bentrokan seperti ini dengan keluarga Kintan.
Dan para hadirin juga langsung mengerti, mereka tau kali ini keluarga Kintan akan mengalami kesialan, hubungan bisnis mereka dengan keluarga Kintan, harus segera dihentikan.
“Tuan Indrawan jangan marah, hal sepele seperti ini, saya sendiri bisa menyelesaikan nya"
Dave tersenyum ringan, sama sekali tidak diambil hati.
Saat ini baginya, Navaro dan Sana kerdil seperti seekor serangga.
Di luar hotel, matahari bersinar terik, membuat Navaro sedikit kesal.
“Kak Navaro, minum sedikit air”
Sana memberikan sebotol air minum kepada Navaro.
Navaro meminum air dengan tegukan besar, lalu mengelap keringat di dahi, lalu menggerutu pelan.
“Tidak diperkenankan masuk, jadi untuk apa menunggu disini? Gila!”
Meskipun mengeluh, tetapi Navaro tidak berani pergi, dia takut ayahnya benar–benar akan menghentikan setengah tahun uang sakunya.
Saat Navaro sedang meminum air, terlihat ayahnya berjalan keluar dari dalam hotel.
Dalam hati Navaro berteriak girang, segera berkata.
“Ayahku keluar, pasti karena kita diizinkan masuk”
Navaro segera membawa Sana maju untuk menyambutnya.
“Ayah, mengapa kamu keluar? Apakah karena kita diizinkan masuk?”
Navaro bertanya antusias.
“Masuk bokongmu, aku diusir keluar…”
Robert berkata kesal.
Navaro terpana, lalu berkata “Ayah, apa yang terjadi? Mengapa kamu diusir keluar?”
“Mana kutahu!” Robert melotot marah melihat Navaro.
“Jangan disini mempermalukan diri, ikut aku pulang!”
Datang dengan hati gembira, sekarang terpaksa pulang dengan kecewa, bahkan Navaro dan Sana tidak sempat melangkah masuk ke lokasi pesta.
Pesta telah dimulai, dan setelah dua jam kemudian, pesta hampir berakhir, wajah setiap orang memerah karena alkohol, berbincang dengan gembira!
“Dave, kapan kamu kenal Tuan Indrawan? Dan Tuan Indrawan sangat segan padamu, kamu adalah bintang utama di pesta ini, kamu tidak memberitahuku”
“Sewaktu itu kamu terburu–buru menarik ku pergi, tidak memberitahuku kita akan datang menghadiri pesta ini? Setelah mengetahuinya, saya ingin memberimu sebuah kejutan”
Dave tertawa berkata.
“Kejutan ini besar sekali, saat itu saya sangat ketakutan, kamu jahat sekali, lain kali tidak boleh menyembunyikan sesuatu dariku”
Yuki meninju ringan dada Dave, sedikit menggoda.
Dave segera menangkap tangan Yuki, pandangan mata mereka beradu.
Tidak ada komunikasi, juga tidak ada interaksi, hanya kontak mata.
Dave mendekat Yuki dengan perlahan, dia ingin menghindar, tetapi dia tidak bergerak, hatinya sangat kontradiksi.
Melihat Dave mendekat akan menciumnya, Yuki memejam kedua matanya, menunggu momen tersebut tiba.
“Wajahmu terdapat sesuatu”
Ketika Yuki menunggu momen itu dengan tegang, mendadak Dave mengucapkan perkataan seperti ini.
Yuki membuka matanya, melihat Dave sedang tersenyum nakal menatapnya.
“Jahat, tidak mau mempedulikan lagi…”
Yuki meninju Dave dengan keras, berlari pergi dengan wajah merona.
Saat ini Juan melihat putrinya berlari pergi dengan wajah memerah, tersenyum sedikit lalu berjalan mendekati Dave.
“Tuan Collin, apa rencanamu buat dirimu sendiri? Ingin membuka perusahaan sendiri?”
Juan bertanya pada Dave.
Dave menggeleng “Tidak ingin”
Sekarang Dave ingin berlatih, ingin segera meningkatkan kemampuannya, tentang membuka perusahaan melakukan bisnis, dia tidak begitu suka, juga tidak bisa.
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih...