PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
Tidak pernah mabuk


Billy tercengang lalu tertawa terbahak–bahak: “Maksudmu tadi, artinya kamu sangat toleran pada alkohol?”


“Sejauh ini tidak pernah mabuk”


Dave berkata dengan santai.


Saat itu, Billy seketika menjadi tertarik.


“Kalau begitu, mari kita bertanding, saya juga tidak ayo bersenang- pernah menemukan orang yang bisa menyaingi saya saat minum, hari ini senang”


Sambil berkata, Billy memanggil pelayan untuk mengantarkan satu dus arak lagi.


“Dave, sejak kapan kamu bisa minum arak? Jangan berbicara sembarangan, disini juga tidak ada orang luar, untuk apa kamu membual”


Celine mengernyitkan keningnya.


“Ibu, tenang saja, saya tahu batasan saya”


Dave menenangkan ibunya.


Edward juga ingin berbicara, tapi dihentikan oleh Denny.


“Kapten, tidak ada salahnya kalau anak muda lebih bersemangat, apa kamu lupa kita juga sering tanding minum saat di kemiliteran dulu, biarkan saja anak muda bersenang–senang”


Edward yang mendengarnya juga tidak bisa mengatakan apapun lagi, dia hanya menatap Dave dengan pasrah.


“Billy, tingkat toleranmu tinggi, mengalahlah sedikit pada Dave, jangan terlalu banyak minum, yang penting senang saja”


Denny tahu kalau Billy kuat minum, pernah sekali Billy menghabiskan hampir satu lusin arak dan masih bisa memanggil taksi sendiri.


“Paman tenang saja, saya akan minum dua gelas, biar dia minum satu gelas saja juga boleh”


Billy berkata sambil membuka botol arak, dan menuangkannya kedalam cangkir.


“Cangkir ini terlalu kecil, ambilkan mangkok saja”


Dave berkata kepada pelayan.


Billy tercengang dan menatap Dave dengan kaget.


“Kenapa? Apakah mangkok terlalu besar dan kamu tidak sanggup menghabiskannya?”


Dave bertanya dan tersenyum.


“Mana mungkin, minum langsung dari botolnya pun biasa saja bagi saya”


Billy mengendus.


Dia merasa kalau Dave sengaja berpura–pura menakuti dirinya, semakin Dave bersikap seperti ini, semakin membuktikan kalau dia tidak bisa minum.


Segera, mangkok besar diantarkan pada mereka, mangkok itu bisa diisi dengan satu botol penuh.


“Ayo katakan, mau minum seperti apa?”


Billy menatap Dave dengan tatapan menantang.


“Saya orangnya tidak suka repot, bersulang”


Setelah berkata, Dave langsung meneguk habis arak yang ada didalam mangkoknya.


Semua orang yang melihatnya langsung kaget, Edward mengernyitkan keningnya dan dia menatap Dave dengan tatapan kasihan.


“Dave, apa kamu sedang minum arak? Ini sama saja dengan bunuh diri. Jangan memaksakan diri”


“Ayah, saya tidak apa–apa”


“Giliranmu!”


Billy mengernyitkan keningnya, dia tidak menyangka kalau Dave akan langsung meneguk habis. arak itu, meskipun tingkat toleransinya tinggi tapi cara minumnya itu bisa merusak tubuh.


“Kalau tidak bisa minum, jangan minum, hal seperti ini untuk apa dipertandingkan”


Edward melihat Billy yang sedikit kesulitan membuka mulutnya dan memberi langkah kepada Billy.


“Tidak minum juga tidak apa–apa, itu membuktikan kalau kamu adalah seorang pengecut”


Dave menatap Billy dengan tatapan menantang.


“Pengecut?”


Billy yang mendengarnya seketika menjadi marah


“Saya tidak pernah takut untuk minum”


Setelah berkata, Billy memejamkan matanya dan meneguk semangkok arak itu.


Setelah minum, wajah Billy langsung menjadi merah.


Dave mengambil arak dan kembali menuangkannya dalam kedua mangkok.


“Dave, sudahlah”


Edward yang melihatnya langsung berdiri dan berteriak pada Dave.


Dave tidak mengatakan apapun, dia hanya menatap Billy dengan tatapan provokatif.


“Kamu tidak perlu ikut campur, ini urusan kami, ayo minum lagi”


Pada saat itu Billy hanya bisa merasakan api kemarahan dan berteriak keras pada Edward!


Dave menyipitkan matanya, dan mengangkat mangkok araknya lalu kembali meneguknya sampai habis.


Saat arak ini masuk ke perut Dave, itu menjadi tidak ada bedanya dengan air biasa, Kekuatan spiritualnya Dave menyerap seluruh arak itu.


Melihat Dave kembali meneguk habis satu mangkok arak, semua orang kaget bukan main.


Mona menarik Billy dan berkata.


“Kalau tidak bisa minum, jangan minum lagi, kamu jauh lebih hebat darinya, tidak usah membandingkan diri dengannya!”


...Bersambung........


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih...