PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
Kamu sudah lupa?


Dave berencana memutuskannya setelah dia kembali dari pulau tak bernama pada bulan tujuh hari ke lima belas, dia ingin melihat apakah akan ada peluang besar, dan mungkin dia juga bisa membawa Yuki berjalan menuju dunia kultivasi.


“Kenapa? Saya Nona Muda dari Keluarga Tanaka sudah terburu–buru ingin menikah denganmu, lantas kamu tidak bersedia?”


Melihat Dave yang terdiam, Yuki sedikit tidak senang.


“Bukan!” Dave menggelengkan kepalanya.


“Saya yang miskin ini kalau bisa memperistri wanita sepertimu, sudah boleh segera membakar dupa besar, hanya saja saya ini seorang pria, mana boleh membiarkan kamu yang menafkahi ku, saya harus berusaha sendiri, agar bisa menjadi orang yang kamu kagumi di masa depan”


Saat mendengar ucapan Dave, Yuki merasakan kehangatan didalam hatinya dan tersenyum bahagia.


“Tidak disangka kamu bisa berkata semanis itu, hanya saja kamu memang tidak perlu berusaha, saya akan mengatakan pada Ayah untuk mengalihkan seluruh kekayaan Keluarga Tanaka kepadamu, lagipula perusahaanku juga sudah diberikan padamu, dan kamu juga sudah menjabat sebagai Presiden Direktur, dia juga tidak akan peduli tentang perusahaan lain, lagipula dia hanya memiliki saya, satu–satunya putrinya”


“Huh……….” Dave kehilangan kata–kata, apa bedanya ini dengan menafkahinya?


“Sudahlah, mari bicarakan hal yang serius, bagaimana dengan bahan–bahan obat yang saya minta tolong kamu carikan, ini sudah beberapa hari.”


Dave tahu kalau dia tidak bisa memperdebatkan masalah pernikahan dengan Yuki lagi, bisa–bisa gadis ini akan langsung menariknya ke KUA untuk membuat surat nikah besok.


“Seharusnya sudah hampir rampung, besok saya akan mendesak mereka lalu memberikannya kepadamu”


Karena beberapa bahan obat yang diperlukan Dave sangat berharga dan membutuhkan waktu untuk mendapatkannya, dan Yuki tidak menemui Dave belakangan ini karena sibuk mencari bahan–bahan obat itu.


Tepat saat Yuki berbicara, hembusan angin tiba–tiba menyapu, dan bulan mulai tertutup oleh awan hitam.


Sepertinya hujan deras akan turun.


Ctarr……


Buam duar duar………


Setelah kilatan petir, terdengar bunyi guntur yang bergemuruh.


“Ah……..”


Yuki berteriak kaget, tangannya gemetaran dan langsung mengarahkan mobilnya menuju parit.


Dave sigap dan segera meraih kemudi mobil, dan Yuki langsung memeluk Dave.


“Saya takut, saya takut petir"


Tubuh Yuki gemetaran.


Dave tidak menyangka Yuki yang sudah dewasa masih takut pada petir, lalu menertawainya.


“Kalau kamu ingin memelukku, katakan saja, untuk apa membuat alasan seperti ini?”


“Cih, siapa yang ingin memelukmu!”


Yuki langsung melepaskan diri dan memelototi Dave, dia membuka sabuk pengamannya dan berkata.


Dave tidak berdaya dan mengambil alih menyetir, saat itu hujan deras mulai turun.


Dan saat Dave sampai di Perumahan Bumi Indah, dan sudah hampir mencapai puncak gunung, dia menemukan seorang wanita yang memegang payung, seperti sedang menunggu seseorang.


Dave menyetir mendekat dan saat membuka jendela, dia baru menyadari orang itu adalah Sana.


Saat itu, Sana memang memegang payung tapi seluruh tubuhnya sudah basah kuyup, dan saat melihat Dave pulang, dia langsung menghampiri.


“Dave, akhirnya kamu pulang juga, saya sudah menunggumu seharian”


Sana memegangi kaca mobil.


“Saya salah, saya sudah tahu saya salah, semua ini terjadi karena Navaro memaksaku, kalau saya tidak menikah dengannya, dia akan mencari orang untuk membunuh Paman dan Bibi, saya tidak punya cara lain”


“Dan saya bersikap seperti itu padamu juga karena Navaro yang menghasutku, saya salah, saya benar–benar menyesal”


“Didalam hatiku hanya ada kamu, saya hanya menyukaimu seorang, apa kamu sudah lupa saat kita kuliah, kita pergi melihat Teratai putih bersama, lalu melihat bintang?”


“Saat itu kamu memegang tanganku, dan berkata akan menjagaku seumur hidup, kita tidak akan berpisah seumur hidup, apa kamu sudah lupa?”


Sana menatap Dave dengan tatapan menyedihkan, tetesan air diwajahnya tidak jelas entah hujan atau air mata.


Dave melihat Sana yang seperti itu malah merasakan jijik, dia sudah kehilangan seluruh perasaannya terhadap Sana sejak awal, bahkan dia tidak merasa benci padanya, orang seperti ini tidak layak untuk mendapatkan sedikit perasaan pun darinya, meskipun perasaan itu adalah kebencian.


Bagi Dave, Sana seperti seekor semut, siapa yang akan membenci seekor semut?


“Sudah selesai bicara? Kalau sudah, saya mau pulang!”


Dave menatap Sana dengan dingin.


...Bersambung........


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih...