
Mall Surau, ini adalah pusat pembelanjaan ternama di kota Surau, hampir setiap merek–merek ternama ada disini.
Melihat Yuki membawanya kemari. Dave sedikit terkejut.
“Kamu ingin saya menemanimu belanja?”
Dave bertanya dengan malu–malu.
Perlu diketahui hal yang paling mengerikan di dunia adalah menemani perempuan berbelanja.
Dave sudah pernah merasakannya.
Ketika dia menemani Sana berbelanja, mereka menghabiskan waktu 1 hari untuk berkeliling, dia sampai kewalahan.
“Kenapa, kamu tidak bersedia untuk menemaniku?”
Yuki memandang Dave dan berkata.
“Bukan begitu!”
Dave menggelengkan kepalanya. Sebenarnya, menemani Yuki berbelanja, Dave bahkan merasa sedikit bangga.
Bagaimanapun identitas dan penampilan Yuki adalah kelas atas. Bisa menemani wanita seperti dia untuk pergi berbelanja. Pastinya akan banyak orang yang iri padanya. Namun, Dave sudah ada janji siang nanti.
Dia telah berjanji kepada Indrawan, tidak mungkin dia mengingkari janjinya begitu saja.
“Saya ada hal lain yang harus dilakukan siang nanti. Saya takut hal itu akan tertunda.”
Dave berkata jujur.
“Saya tidak peduli apa yang harus kamu lakukan. Tugas kamu sekarang adalah untuk menemaniku berbelanja”
Ketika Yuki selesai berbicara, dia menarik Dave masuk ke dalam pusat pembelanjaan.
Melihat berbagai macam barang yang ada, Yuki menarik Dave untuk pergi ke area pakaian pria dan kemudian mengambil beberapa baju dan di bidikkan ke arah tubuh Dave satu per satu.
“Kamu ingin membelikan saya baju?“
Dave berkata sedikit terkejut.
“Jika saya tidak membelinya untukmu, siapa yang akan membelinya? Lemari yang ada di rumahku sudah tidak muat lagi.”
Yuki berkata, tetapi tangannya tidak berhenti, helai demi helai dia mencarinya, akhirnya dia memilih satu set jas dan memberikannya ke tangan Dave.
“Cobalah”
Dave mengambil jas tersebut. Seketika tidak bergerat, Yuki bertanya.
“Kenapa? Apakah harus saya memakaikannya untukmu?"
"Tidak perlu”
Dave dengan panik menggelengkan kepalanya dan bergegas masuk ke dalam ruang ganti.
Melihat ekspresi terkejut Dave, Yuki pun tertawa. Tatapan matanya yang lebih
semakin terpancar.
Ketika Dave selesai mengganti pakaiannya dan berjalan keluar. Pandangan Yuki tiba–tiba terlihat cerah, dia melihat Dave dari atas samapi bawah, dengan terkejut dia berkata.
“Tidak disangka kamu begitu kompeten.Setelah mengenakan baju ini,
Melihat Yuki memandangnya dengan gila, Dave juga tidak bisa menahan dirinya untuk bercermin. Melihat diri sendiri terlihat lebih tampan. Sejak dia di penjara dan berlatih dengan Ryu, kebutuhan materi bagi Dave semakin berkurang.
Sekarang dia telah keluar dari penjara. Meskipun dia punya banyak uang, tetapi dia selalu memakai pakaian lamanya. Dia tidak pernah berpikiran untuk mengganti pakaiannya. Jika dia punya waktu untuk berbelanja, lebih bagus dia menggunakan waktu itu untuk berlatih.
“Kamu ingin mengajak diriku kemana? Acara pernikahan?”
Dave bertanya kepada Yuki.
“Kamu tidak usah peduli. Ini bahkan lebih penting daripada acara perkawinan”
Yuki menarik Dave dan pergi untuk membeli sepatu dan jam tangan. Dia langsung merubah Dave menjadi pria kaya dan tampan.
Dave hanya bisa pasrah dan diseret oleh Yuki, dan lama kelamaan barang yang ada di tubuh Dave semakin banyak.
Yuki menghabiskan ratusan juta untuk membeli dasi, tali pinggang dan bahkan sebuah korek api untuk Dave.
Dengan barang yang Dave pakai dari kepala ke kaki setidaknya ada ratusan juta.
“Bukankah ini terlalu berlebihan?”
Memakai kostum itu, Dave merasa sendiri tidak berani untuk berjalan keluar.
Dia tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh orang kaya seperti Yuki. Menghabiskan puluhan juta untuk sebuah pakaian dan ratusan ribu untuk membeli sebuah korek api. Apa makna dari itu semua?
“Tidak ada yang berlebihan tentang hal ini. Kamu dulu memakai pakaian yang terlalu lusuh. Saya tidak akan membiarkanmu berpakaian seperti itu lagi, atau saya akan ditertawakan oleh orang lain.”
Yuki berkata ringan.
Tapi setelah dia mengatakan hal itu, Yuki segera merasa dia telah salah kata, dan seketika wajahnya berubah merah.
Dave juga mendengarnya dan tersenyum.
“Saya yang memakai pakaian lusuh. Kenapa kamu yang ditertawakan?”
Ketika Dave bertanya, wajah Yuki terlihat semakin merah. Dia hanya bisa menatap Dave dan berkata.
“Saya mengatakan di depan umum bahwa saya akan menjadi pacarmu. Tentu saja, yang lain menganggapnya serius. Jika kamu mengenakan pakaian lusuh, bukankah kamu langsung menampar wajahku secara langsung? Sudahlah, saya tidak ingin berkata apapun padamu lagi. Saya mau pergi ke kamar mandi, kamu tunggu saya disini……”
Yuki membuat alasan dan bergegas pergi.
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih...