PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
Indrawan Pratomo


“Javier, usir mereka semua dari sini, apa yang perlu dilihat lagi?”


Yansen berbicara kepada Javier.


“Pergi, semuanya keluar dari sini, apa yang perlu dilihat lagi? Kelak lain kali siapapun yang berani memaksakan penjualan atau pembelian akan berakhir seperti ini!”


Javier meraung kearah kerumunan, semua orang takut dari berlari keluar!


“Tuan Dave, apakah ada yang anda sukai? Disini tidak ada barang–barang yang menarik, semuanya hanyalah barang jalanan. Barang–barang yang baik ada di dalam”


Yansen berbicara kepada Dave.


“Saya hanya ingin membeli kuas spiritual dan batu sinabar, apakah disini ada?“


Dave bertanya pada Yansen.


Yansen tertegun. Dia tidak tahu apa arti sebenarnya dari kuas spiritual dan batu sinabar yang dicari Dave, bukankah itu ada dimana–mana?


Tapi Yansen tidak berani bertanya, jadi dia hanya bisa berkata.


“Tuan Dave, saya akan membawamu ke beberapa tempat antik untuk melihat, anda dapat melihat siapa tahu barang yang anda cari ada disana. Saya juga tidak begitu tahu banyak tentang bisnis ini”


“Baiklah. Kamu saja yang memimpin jalannya”


Yansen mengangguk!


Yansen secara pribadi memimpin jalan. Para pemilik toko barang antik pun mengeluarkan semua harta karun mereka yang mereka simpan, tapi tak satupun yang menarik perhatian Dave.


Pada saat ini, Yansen terlihat sedikit bingung.


“Tuan Dave, Pasar Antik Tepi Jalan hanya sebesar ini, semua barang–barang yang bagus ada di sini. Jika Tuan tidak mendapatkan barang yang anda cari, bagaimana jika saya mengirim anak buahku untuk mencarinya di tempat lain?”


“Tidak perlu. Barang semacam ini tidak gampang ditemukan. Walaupun kalian menemukannya, tidak ada gunanya jika kalian tidak mengerti tentang barang itu”


Dave melambaikan tangannya, bahkan jika dia membiarkan lebih banyak orang untuk pergi mencarinya, itu akan sia–sia saja!


“Benar juga”


Yansen mengangguk!


“Pergi dan lanjutkan lah pekerjaanmu. Saya juga sudah harus kembali”


Jika tidak ada, Dave juga tidak ingin untuk berada disini lebih lama lagi.


Tapi ketika Dave hendak pergi, Yansen tampaknya memikirkan sesuatu. Dia segara menghentikan Dave dan berkata.


“Tuan Dave, tunggu sebentar!”


“Apa lagi?”


Dave bertanya.


“Tuan Dave, tiba–tiba terpikir olehku bahwa mungkin ada satu tempat yang sepertinya memiliki barang yang anda cari.”


Setelah Yansen selesai berbicara, memerintahkan orang untuk segera membawa mobil kemari dan meminta Dave untuk naik ke dalam mobil!


Pemilik dari vila itu adalah Indrawan, yang pernah menjadi pejabat pemerintah provinsi yang sekarang sudah pensiun.


Setelah pensiun, Indrawan membangun sebuah vila di sebuah tempat yang indah di kota. Surau,dan kemudian menikmati hari pensiunnya disana.


Namun, Indrawan mempunyai hobi untuk mengoleksi barang antik. Di dalam vila Indrawan, dapat terlihat barang antik memenuhi villa nya, dan beberapa diantaranya berasal dari luar negeri.


Kalau dibandingkan dengan vila Indrawan, Pasar Antik Tepi Jalan tidak ada apa–apanya.


Dave tidak menyangka Kota Surau sekecil ini, ada orang besar yang menikmati masa pensiunnya. disini.


Jika bukan karna mengikuti Ryu selama tiga tahun, orang biasa seperti Dave tidak mungkin bisa mempunyai hubungan dengan orang–orang besar.


Tak lama kemudian, mobil itu berhenti di depan sebuah vila antik. Seorang pelayan bergegas datang, dan berbisik beberapa kata dengan Yansen, dan bergegas lari kembali ke dalam rumah.


Tak lama kemudian. Seorang pria tua dengan jenggot putih dan tongkat keluar dari rumah. Ketika dia melihat Yansen, orang tua itu tertawa dan berkata.


“Sangat jarang tuan besar Yansen bisa datang berkunjung kesini”


“Tuan, jangan begitu. Panggil saja saya Yansen. Saya tidak berani menyandang kata tuan besar di depanmu"


Yansen bergegas maju dua langkah untuk bertemu dengannya, dan berkata dengan sopan.


Gubernur provinsi, meskipun dia sudah pensiun tetapi sepertinya kekuasaannya tidak kecil, jadi Yansen juga tidak berani untuk menyinggung perasaannya.


Indrawan mengikuti Yansen dan berbincang beberapa kata. Melihat Dave yang ada di sebelah, dia menatap dan bertanya.


“Tuan Yansen, pemuda ini sepertinya saya tidak familiar, dia……..”


“Oh, ini adalah tuan Dave. Kali ini saya mengajak Tuan Dave untuk datang mengunjungi tuan Indrawan. Saya berharap tuan Indrawan tidak keberatan”


Yansen buru–buru menjelaskan.


Mendengar Yansen memanggil pria berusia 20–an tahun itu dengan sebutan Tuan, tatapan mata Indrawan terlihat terkejut, tetapi itu hanya sesaat saja.


...Bersambung........


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih...