Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 220. Chen Feng


“Ini...!??.” rahang Gofan terjatuh, dan mulutnya menganga keheranan.


Barusan tadi, dia masuk ke dalam sebuah kedai kecil dengan atap jerami dan dinding bambu, bahkan lantainya hanya beralaskan tanah. Tapi setelah Si Pria gundul menyeretnya masuk lebih dalam ke dalam kedai, semua tiba-tiba saja berubah.


Seperti ada sebuah tirai cahaya yang membatasi antara kedai kecil itu dengan tempat yang sekarang dimasuki Gofan dan Si Pria gundul.


Sekarang Gofan benar-benar berada di dalam sebuah gedung mewah, dindingnya dihiasi batuan ukir dengan gambar burung Feniks, meja-kursi dari kayu berkualitas serta beragam lukisan yang terlihat sangat hidup, bahkan tangga dengan pegangan emas ada di depan matanya mengarah ke lantai dua. Dari tempatnya berdiri, Gofan bisa melihat ada tiga laintai lainnya di atas kepalanya. Ini memang sebuah Paviliun!.


“Inilah Paviliun Pedang Surgawi... Saudaraku, jangan pernah percaya dengan apa yang kamu lihat di luar, di dalam belum tentu sama.” ucap Pria gundul itu dan menunjuk ke arah seseorang.


“Sebelum masuk kamu harus membayar pada orang itu dan sebaiknya jangan perlihatkan Cincin Surgawimu ini atau dia akan mengenakan biaya tambahan padamu....” Pria gundul itu memandangi penampilan Gofan, “Saudaraku apakah kamu seorang Tabib? Alkimia Master?.”


Gofan mengatupkan tangan dan sedikit membungkuk, “Terima kasih saudara. Aku Mo Fan, Alkimia Master dari Serikat Dewa Obat.”


“Oh... Jadi seseorang dari Serikat Dewa Obat. Hahaha.. Sudah lama aku tidak mendengar nama tempat itu, aku Chen Feng dari Desa Half-God, senang bisa berkenalan dengan seorang Tabib Dewa sepertimu.”


“Saudara Feng. Apa maksudmu sudah lama tidak mendengar nama Serikat kami?.” Gofan sadar Serikat Dewa Obat memang tidak begitu maju, tapi bukan berarti benar-benar terpuruk.


“Hahaha... Jangan diambil hati. Hanya saja Serikat Dewa Obat jarang terlihat, apalagi di saat ada banyak peluang bahan herbal di Alam Kecil... Apa saudara Fan tidak tahu?.” saat itu Chen Feng merogoh sesuatu dari dalam pakaiannya. Itu sebuah batu dengan warna semerah darah.


Gofan tahu batu itu, “Itu Batu Darah?.” dulu dia menggunakannya untuk meningkatkan budidayanya.


“Iya benar. Ternyata Batu ini jika disuling bersamaan dengan Kristal Semesta dapat meningkatkan budidaya dan tubuh fisik... Sekarang banyak Alkimia Master dari Aliansi Pendalaman Musim dan Tabib Keluarga Gu yang turun ke Alam Kecil untuk menguasai tambang Batu ini.” sahut Chen Feng penuh semangat.


Chen Feng menawarkan Batu Darah ke arah Gofan, “Ambil dan cobalah... Jika saudara Fan bisa menyulingnya maka itu akan baik juga bagi Serikat Dewa Obat, nilai gabungan batu ini dan Kristal Semesta jauh lebih tinggi.”


Usai memberi Gofan Batu Darah, Chen Feng pergi menemui beberapa orang, sepertinya itu adalah kelompoknya. Semacam kumpulan Pendekar yang bertujuan sama, entah apa yang mereka akan lakukan, Gofan belum sempat bertanya.


Gofan sendiri pergi menemui orang yang sebelumnya ditunjuk Chen Feng. Dia memberikan sejumlah Kristal Semesta sebagai biaya masuk sebelum bertanya dimana dia dapat memperoleh informasi.


“Untuk Balai Informasi kamu bisa pergi ke ruangan itu.” tunjuk orang tersebut ke arah sebuah ruangan besar.


Sesuai petunjuk, Gofan pergi ke Balai Informasi. Gofan tidak bisa tidak berwajah masam, bahkan setelah membayar biaya masuk pada orang sebelumnya, dia masih harus membayar sejumlah biaya saat hendak masuk ke Balai Informasi.


“Aku harus segera meningkatkan budidaya tubuhku, jika Mata Ilahi bisa berfungsi lagi, aku tidak perlu kesusahan seperti ini.” gumamnya saat dia berdiri menunggu antrian.


Ternyata setelah masuk ke Balai Informasi Gofan masih harus menunggu giliran, ada banyak sekali orang yang mengantri untuk mencari berbagai informasi.


Melihat ramainya Paviliun Pedang Surgawi, Gofan merasa penasaran dengan pemilik Paviliun itu, seberapa kaya pemiliknya?.


**


“Biaya masuk tidak dihitung pembayaran.” sahut orang yang menjaga Balai Informasi. Dia Pria tua dengan kumis tebal dan sebuah kain kuning melilit di kepalanya.


Pria tua itu melanjutkan ucapannya dengan ketus, “Kalau tidak mampu membayar, silahkan pergi, antrian masih panjang.”


Menghela napas kesal, Gofan meletakkan sejumlah besar Kristal Semesta di depan meja Pria tua tersebut.


“Ini dia Informasi yang kamu minta, tapi itu hanya setengah bagian. Jika ingin semua informasinya, kamu harus membayar lagi tiga kali lipat.” ucap Pria tua itu dengan santainya saat dia memberi Gofan sebuah gulungan bambu.


Tangan Gofan mengepal erat, dia marah. Meski sekarang dia punya banyak Kristal Semesta tapi biaya yang dia perlukan untuk menempa tubuhnya tidak bisa dianggap murah. Jadi setiap kali dia mengeluarkan Kristal Semesta untuk pembayaran, hatinya serasa menangis kehilangan.


“Apa ini cukup? Beri aku semuanya!.” Gofan tidak bisa dengan sopan memberikan pembayaran, nada BRAK!!! terdengar saat dia meletakkan Kristal Semesta di depan Pria tua.


Pria tua itu acuh tak acuh, seperti sudah biasa mengalami hal semacam itu.


Setelah memberi Gofan semua gulungan informasi, Pria tua itu tersenyum dan berkata, “Jangan lupa datang lagi. Informasi apapun akan kami sediakan.”


Gofan berbalik dan tidak menjawab, dengan kesal dia bergumam, “Saat Mata Ilahiku terbuka lagi, aku akan menyebarkan informasimu, semuanya informasimu. Aku yang akan menjualnya.”


**


“Saudara Fan. Kamu masih di sini?.” saat Gofan berjalan keluar dengan gusar, Chen Feng kembali menghampirinya, kali ini dia bersama dengan empat orang lainnya.


“Oh... Iya... Aku harus mengantri dan membayar berkali-kali, makanya baru selesai.” Gofan heran melihat penampilan Chen Feng dan empat temannya, “Saudara Feng. Kamu juga masih di sini? dan Ada apa dengan penampilan kalian ini? Apa kalian akan melakukan sesuatu yang ilegal?.”


“Aku masih mengumpulkan beberapa orang lagi, karena itu aku masih di sini. Ini penampilan yang wajar, sebab kami akan pergi ke Gurun Tinta... Oh ya... Apa Saudara Fan mau ikut?.”


Gofan pernah mendengar Gurun Tinta, itu semacam tempat tidak bertuan yang ada di Alam Langit Pertama. Sebuah tanah gersang berwarna hitam, mirip tanah di Hutan Iblis Langit, hanya saja itu sebuah gurun.


“Apa yang kalian cari di sana? Apa di sana ada semacam pertemuan beruntung?.”


“Konon Gurun itu berwarna hitam karena ada Naga Hitam yang mati di sana. Kami mendengar beberapa Klan kecil dan keluarga besar, telah memulai pencarian mereka ke Gurun itu. Saat ini mungkin akan terjadi pertempuran untuk merebut kepemilikan Gurun itu.” Chen Feng melirik beberapa temannya, sebelum mereka mencoba membujuk beberapa orang lain untuk bergabung dengan mereka.


“Baik. Aku akan ikut.” setidaknya Chen Feng ini baik padaku... Meski tidak ada pertemuan beruntung yang mungkin dapat diperoleh dalam perjalanan ini, aku bisa menolongnya, bukankah itu hal yang baik?.


Pada akhirnya, setelah hari menjelang petang Chen Feng dan Gofan berhasil membentuk sebuah kelompok dengan jumlah 15 orang termasuk mereka. Saat itu juga, ke-15nya berangkat ke arah utara menuju Gurun Tinta.


Bersambung...