Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 114. Pertempuran di Paviliun Bunga Indah bg. 1


Gofan masuk ke dalam Ruang Penyekapan mengikuti langkah Vasudev.


Di dalam ruangan itu, Gofan bisa melihat dengan jelas kondisi Yubing dan Nian. Kedua temannya itu kini diikat menggantung pada sebuah tiang pasung yang ada di dalam ruangan tersebut. Tepat di sebelah kiri mereka, ada sebuah dipan, tempat Pangeran Ketiga Meghalaya terbaring tidak sadarkan diri, seperti tengah tertidur.


Yubing, Nian, dan Pangeran Ketiga Meghalaya itu masih belum sadarkan diri, sehingga mereka tidak menyadari kedatangan Gofan dan Vasudev.


" Yang mana di antara kedua gadis ini yang kamu sukai? " Tanya Vasudev sembari mendekat ke arah tiang pasung Yubing dan Nian. Vasudev memperhatikan wajah kedua gadis itu.


" Yang ini jauh lebih cantik, tapi pinggulnya kecil.. Haih... Takutnya nanti kamu akan susah memiliki keturunan jika menikahi gadis ini " Tunjuk Vasudev ke arah Yubing.


" Kala... "


" Guru. Kita harus cepat. Takutnya mereka sudah mengetahui kalau kita menghancurkan Formasi Dunia Mimpi " Sahut Gofan. Gofan enggan menanggapi pertanyaan Vasudev, dia menyela perkataan Gurunya itu.


" Aiya... Tidak perlu terburu-buru. Kamu lupa siapa gurumu ini?.. "


" Turunkan dulu mereka, setelah itu kita akan pergi melalui celah ruang dimensi " Sahut Vasudev sembari meninggikan dagunya. Kemudian Vasudev berjalan pelan mengelilingi ruangan itu, dia mengamati ruangan tersebut.


Bagi Vasudev, tidak ada waktu yang terlalu cepat atau pun terlalu lambat, tidak pula ada tempat yang terlalu jauh atau pun terlalu dekat, selama dia memiliki cukup Energi Sihir, dia bisa pergi kemana pun dan kapan pun, tanpa terikat oleh ruang dan waktu.


Gofan tersenyum tipis mendengar ucapan sombong Gurunya itu. Gofan mengangguk dan bergegas melepaskan ikatan rantai di tubuh Yubing dan Nian.


Beberapa hela napas kemudian, Gofan selesai melepaskan ikatan Yubing dan Nian.


" Gofan. Berikan ini kepada mereka! " Seru Vasudev sembari melemparkan sebuah botol pil obat.


*Tap* Gofan menangkap botol pil obat yang dilempar pelan Vasudev.


" Berikan masing-masing satu butir. Mereka akan siuman setelah menelan Pil itu " Imbuh Vasudev. Vasudev sedang berdiri di dekat pintu ruangan, dia memperhatikan ke sekeliling Ruang Penyekapan itu.


' Aneh. Kenapa aku merasa semua ini begitu mudah? Tidak ada jebakan apa pun di dalam ruangan ini ' Batin Vasudev ketika Gofan telah usai memberikan Pil obat kepada Yubing dan Nian.


Vasudev melangkah mendekat ke arah Pangeran Ketiga Meghalaya, " Bagaimana dengan pemuda ini? Apa dia juga temanmu? "


" Aku tidak mengenalnya, aku hanya tahu dia adalah Pangeran Ketiga dari Kerajaan Meghalaya " Sahut Gofan sembari mendekat ke arah Vasudev.


" Guru. Apa Pil ini juga boleh ku berikan kepada Pangeran ini? " Tanya Gofan yang kini berdiri tepat di sebelah Vasudev.


Vasudev mengangguk menanggapi pertanyaan Gofan sembari berpikir, ' Pangeran Ketiga? Goxianlong? Apa yang mereka rencanakan dengan menangkap pangeran ini? '


Meski ini adalah pertama kalinya bagi Vasudev untuk melihat wajah Pangeran Ketiga Meghalaya, tetapi dia sudah tahu identitas pangeran itu. Setahu Vasudev nama Pangeran Ketiga dari Kerajaan Meghalaya itu adalah Goxianlong, putra dari Permaisuri Kerajaan Meghalaya.


" Gofan. Apa kamu tahu, kenapa mereka juga menangkap pangeran ini? " Tanya Vasudev penasaran.


" Aku tidak tahu Guru. Tapi.. Aku sempat mendengar Ziyishi mengatakan bahwa dia sudah menunggu kedatangan Pangeran Pertama Meghalaya... "


" Mungkin, Ziyishi menggunakan Pangeran Ketiga ini untuk membuat Pangeran Pertama mendatanginya " Sahut Gofan.


' Apa Ziyishi berencana untuk melakukan Kudeta pada Penda? ' Pikir Vasudev.


Hampir delapan hela napas setelah percakapan kedua Guru dan murid itu, Yubing dan Nian tersadar. Namun mereka masih terlalu lemah untuk berdiri dan berbicara.


" Kakak Yubing, Kakak Nian, Kalian sudah siuman? Aku datang untuk menyelamatkan kalian. Sekarang kalian sudah baik-baik saja " Ucap Gofan sembari mendekat ke arah kedua gadis itu.


Wajah Yubing dan Nian terlihat seperti kebingungan. Mereka bingung melihat seorang pria paruh baya memanggil Kakak kepada mereka berdua.


" Aiya.. Gofan... Kembalilah dulu ke wujud aslimu. Mereka mana mungkin mengenalimu seperti itu " Vasudev menggelengkan kepala melihat Gofan tidak menyadari ekspresi kebingungan Yubing dan Nian.


Yubing dan Nian sebelumnya telah dibius dengan sebuah cairan berbau menyengat. Cairan itu membuat seluruh tubuh mereka menjadi mati rasa sebelum akhirnya membuat mereka tidak sadarkan diri.


" Ah... Benar. Kenapa aku bisa lupa? " Gofan akhirnya menyadari bahwa dirinya masih menyamar sebagai Kongchu.


*Blazh* Sebuah asap merah muda keluar dari tubuh Gofan dan menyelubungi seluruh tubuhnya. Gofan kembali ke wajah aslinya.


" Houfan!? " Ucap Yubing dengan nada suara aneh sembari memeluk Gofan. Lidah Yubing juga masih kelu, itu membuat ucapannya menjadi terdengar aneh.


' Bocah ini bisa sihir perubahan wujud? Energi Sihir, kekuatan Mata Iblis, berapa banyak budidaya energi yang dia pelajari? ' Nian terkejut dengan perkembangan budidaya Gofan. Nian menyadari bahwa selain memiliki Energi Sihir, Gofan juga memiliki Energi Mental dari kekuatan Mata Iblisnya.


" Hahaha... Iya Kak... Ini aku Gofan " Sahut Gofan sembari membalas pelukan Yubing.


" Ehem... Apa sifat pria tua cabul itu menular padamu hanya karena kamu menyamar sebagai dirinya " Sindir Vasudev setelah melihat murid barunya itu berpelukan cukup lama dengan Yubing.


" Gur... "


*Krieet Tuplak* Pintu ruang penyekapan tiba-tiba saja tertutup dengan sendirinya. Suara pintu tertutup sendiri itu menyela ucapan Gofan.


Gofan, Vasudev, Yubing dan Nian terkejut menyaksikan pintu ruangan itu tiba-tiba saja tertutup.


" Siapa di sana? Keluar! " Teriak Vasudev ketika menyadari ada orang lain yang baru saja memasuki ruang penyekapan itu.


" Vasudev. Vhala Ruang dan Waktu...Aku tidak menyangka, orang suci sepertimu akan mengambil barang milik orang lain tanpa permisi " Ziyishi tiba-tiba muncul dari kekosongan. Dia berdiri tepat di depan pintu ruang penyekapan.


' Energi Elemen Udara ' Batin Gofan saat menyadari cara Ziyishi muncul dari kekosongan. Gofan jelas melihat tubuh Ziyishi menyatu dengan udara.


" Begitukah? Aku juga tidak menyangka, wanita secantik dirimu ternyata adalah seorang Bandit... Lagi pula dua gadis ini, bukanlah barang milikmu. Kenapa aku perlu izin darimu untuk membawa mereka? " Sahut Vasudev ketus.


" Hahaha... Baik. Cobalah... Coba saja bawa mereka pergi kalau bisa.... "


" Sihir ruang dan waktu milikmu tidak akan berguna di ruangan ini Hahaha " Tawa Ziyishi sembari membentuk sebuah segel tangan.


" Formasi Garis Pengurung "


Ziyishi mengerahkan tenaga dalamnya dan mengaktifkan formasi yang telah ada di ruangan tersebut. Formasi itu berupa sebuah garis yang melingkupi seluruh ruangan tersebut. Garis yang mengurung mereka semua di dalam ruangan tersebut.


' Ini!? Ini Formasi yang sama dengan yang digunakan Ayah saat aku berada di Lorong Masa Haiwa ' Gofan mengingat nama formasi yang disebutkan Ziyishi. Formasi itu adalah formasi yang sama dengan yang digunakan Ayahnya saat itu.


Saat ini, seluruh ruangan itu dilapisi oleh sebuah cahaya tipis mirip dinding yang membatasi dan mengurung mereka di dalam ruangan tersebut.


Vasudev tidak bergeming melihat dinding pembatas itu. Dia hanya diam dan terus menatap tajam ke arah Ziyishi.


" Vasudev. Mengingat kamu adalah salah satu orang suci, Vhala... Aku akan membiarkanmu pergi. Tapi tinggalkan mereka dan juga bocah berambut putih itu! " Ucap Ziyishi usai mengaktifkan Formasi Garis Pengurung.


" Oh... Selain melarangku menyelamatkan mereka, kamu juga menginginkan muridku? Apa kamu sudah bosan hidup, Nyonya Bunga Indah? " Vasudev geram mendengar ancaman Ziyishi.


Baru saja Vasudev memperoleh seorang murid, kini tiba-tiba ada yang mengancamnya dan ingin dia meninggalkan muridnya. Mana mungkin Vasudev akan melakukan hal itu.


" Murid? Apa Iblis putih ini adalah Putalimu? " Tanya Ziyishi heran.


Sebelumnya Ziyishi sudah mengenali identitas Gofan ketika dia melihat Gofan berada di dalam ruangan itu. Ziyishi tahu, bahwa Gofan adalah si Iblis Putih yang banyak dibicarakan beberapa minggu belakangan. Ziyishi hanya tidak menyangka Iblis Putih alias buronan Kerjaan Penda itu adalah murid seorang Vhala.


" Kalau kamu mau menghentikanku... maju saja... Kalau tidak, menyingkirlah!! " Ancam Vasudev sembari membuka Payung Tangisan Surga miliknya.


Bersambung...